Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubsu 2009 : Fauzi Adnan Hentikan Budi Santoso
Posted by valsus on October 17, 2009
Bulutangkis.com – Pebulutangkis veteran dari PB Mutiara Budi Santoso terhenti langkahnya setelah dikalahkan Fauzi Adnan pada babak semi final Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubsu 2009 yang berlangsung di GOR PBSI Jalan Pancing, Medan tadi malam (Jumat, 16/10/09).
Budi Santoso yang merupakan unggulan (3/4) dan masih aktif berkiprah di pertandingan bulutangkis nasional kali ini harus mengakui keunggulan Fauzi Adnan dari PB Mutiara yang merupakan unggulan satu. Budi takluk lewat pertarungan dua set melawan Fauzi Adnan dengan skor 16-21, 17-21.
Pada babak final sore hari ini (Sabtu, 17/10/09) di tempat yang sama Fauzi Adnan akan berhadapan pebulutangkis Bandar Sigit Pamungkas dari PB Djarum. Pada babak semi final tadi malam Bandar mengkandaskan harapan PB Tangkas Alfamart Aryanto Haryadi Putra unggulan (5/8) lewat pertarungan dua set dengan skor 21-15, 21-12.
Tim Pelatnas tak satupun meloloskan atlitnya di nomor tunggal putra setelah tiga wakilnya hanya bisa bertahan hingga babak semi final pada hari Kamis (15/10/09). Siswanto takluk ditangan Aryanto Haryadi Putra 13-21, 6-21. Nandang Arief Saputro kandas ditangan Bandar Sigit Pamungkas 15-21, 21-8, 12-21. Sementara Adi Pratama takluk di tangan Fauzi Adnan 15-21, 18-21.
Di kategori Tunggal putri Rosaria Yusfin Pungkasari dari PB Djarum akan berhadapan dengan Hera Desi Ana R dari Pelatnas pada babak final Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Piala Gubsu 2009 yang berlangsung di GOR PBSI Jalan Pancing, Medan sore hari ini (Sabtu, 17/10/09).
Rosaria Yusfin yang menjadi unggulan satu pada sirnas kali ini di babak semi final tadi malam mampu meredam ambisi pebulutangkis pelatnas Bellaetrix Manuputty menuju babak final. Melalui pertarungan dua set Rosaria mengkandaskan Bellaetrix dengan skor 21-17, 21-19.
Sementara finalis lainnya Hera Desi Ana R membuat kejutan dengan menyingkirkan rekannya dari Pelatnas Tike Arieda Ningrum yang merupakan unggulan dua pada kejuraan kali ini. Pada set pertama Hera Desi meraih kemenangan dengan mudah 21-7. Sementara di set kedua Hera mendapat perlawanan ketat dari Tike yang lama panas, namun Hera bagai tak ingin bermain rubber set dan menutup game dengan skor 21-17. Kemenangan ini mengantar Hera menuju partai final untuk berhadapan dengan pebulutangkis PB Djarum unggulan satu Rosaria Yusfin Pungkasari.
Peserta tunggal putri dewasa pada sirnas kali ini cukup memprihatinkan dengan minimnya peserta. Atlit tunggal putri dewasa yang terdaftar hanya diikuti 13 peserta. Setelah bermain melewati putaran pertama langsung memasuki babak perempat final, sementara tiga pemain unggulan 1 hingga 4 setelah mendapat ‘bye’ langsung bermain di babak perempat final.
Sementara itu Dua wakil Sumut yang melangkah ke babak semi final kemarin malam di nomor tunggal putri remaja Widya Tiffany dan ganda putra remaja Ibang/Taufik keduanya dari PB Indocafe Medan ditaklukkan lawan-lawannya.
Pebulutangkis remaja putri Indocafe Widya Tiffany yang melaju ke babak semi final berhadapan dengan unggulan dua Shella Devi Aulia dari PB Jaya Raya. Tiffany yang mendapat dukungan penonton fanatik kota Medan mampu memberi perlawanan ketat kepada Shella. Tiffany set pertama harus mengakui keunggulan Shella dengan skor ketat 19-21. Dukungan penonton yang luar biasa mampu membangkitkan semangat Tiffany untuk meraih kemenangan dengan skor ‘deuce’ 22-20.
Bagi Tiffany set ketiga ternyata menjadi antiklimaks baginya. Dukungan penonton tak mampu lagi memberinya tambahan energi melawan Shella yang kembali bangkit semangatnya untuk meraih tiket ke babak final. Set ketiga Tiffany akhirnya tak berdaya menghempang Shella dan takluk dengan skor 6-21.
Wakil Sumut lainnya di nomor ganda putra remaja Ibang/ Taufik juga harus berpuas diri hingga babak semi final. Ibang/ Taufik masih harus mengakui keunggulan ganda putra remaja Edi Subaktiar/ Felix Kinalsal unggulan (5/8) dari PB Djarum. Set pertama Ibang/Taufik mampu memberi perlawanan kepada pasangan Edi/Felix walau kalah 15-21. Set kedua Ibang/ Taufik seperti kehilangan pola permainan dan harus mengakui keunggulan Edi/ Felix dengan skor 7-21. (fk)







