Indonesia Terpuruk di Kejuaraan Dunia Junior Bulu Tangkis
Posted by valsus on November 5, 2009
JAKARTA – Masa depan bulu tangkis Indonesia berada dalam bahaya. Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia terancam semakin tertinggal dari persaingan papan atas dunia. Tanda-tandanya, pebulu tangkis Merah Putih terpuruk dalam Kejuaraan Dunia Junior 2009 di Alor Setar, Kedah, Malaysia, pada 23 Oktober hingga 1 November lalu.
Pada sektor beregu, Indonesia terpuruk di peringkat kelima. Tiongkok menjadi juara. Berikutnya, yakni peringkat kedua sampai keempat, ditempati Malaysia, Thailand, dan Taiwan.
Akankah Indonesia disalip Thailand dan Malaysia? Itu bisa saja terjadi jika PB PBSI tidak memberikan gebrakan dalam proses regenerasi. Sebab, pebulu tangkis U-19 yang diterjunkan di even tersebut dalam beberapa tahun ke depan akan promosi ke level senior. Indonesia harus membina dengan lebih baik agar pemain yang ada sekarang bisa berkembang lebih hebat di masa mendatang.
Di sektor ganda, Indonesia maksimal hanya bisa merebut posisi kedua. Prestasi itu diraih melalui ganda pria Berry Anggriawan/Muhammad Ulinnuha, ganda wanita Suci Andini/Tiara Rosalia, dan ganda campuran Angga Pratama/Della Destiara.
Di sektor perorangan, pencapaian Indonesia tidak hanya kalah dari Tiongkok. Sebab, Thailand juga meraih dua gelar di sektor itu, sama dengan Tiongkok. Satu gelar lagi direbut Malaysia.
“Hasil di Malaysia dengan jelas menunjukkan bahwa kita harus lebih fokus ke pembinaan. Itu merupakan hal yang tidak bisa ditawar,” tutur Justian Suhandinata, ketua umum PB Tangkas Alfamart Jakarta.
Hal tersebut diiyakan Rony Agustinus, pelatih tunggal pelatnas pratama. “Tim dan para pemain sudah berjuang maksimal. Tapi, harus diakui kualitas pemain luar lebih baik daripada kita. Hasil itu jelas menjadi pekerjaan rumah untuk Indonesia. Ke depan, kita harus lebih maksimal dalam pembinaan dan pembibitan,” terang Rony.
Untuk meningkatkan kualitas pembinaan, sambung Justian, diperlukan kucuran dana yang lebih besar dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Kalau sepak bola saja bisa memperoleh miliaran rupiah dari APBD, kenapa bulu tangkis yang prestasinya mendunia tidak bisa.
Swasta, lanjut dia, sebenarnya sudah cukup aktif dalam mengembangkan bulu tangkis. Itu ditunjukkan dengan kehadiran klub-klub besar, seperti PB Djarum, PB Jaya Raya, dan PB Tangkas.
“Pemerintah harus memperhatikan itu. Sebab, selama ini bulu tangkis telah memberikan kontribusi nyata di level tertinggi dunia olahraga. Dengan sinergi pemerintah dan swasta, pembinaan pasti berjalan baik dan prestasi kita tidak bakal tenggelam,” tegas Justian. (fim/ang)







