FRANSISKA RATNASARI DIHARAPKAN ULANGI SUKSES VIETNAM OPEN
Posted by valsus on November 7, 2009
Semarang, 6/11 (Antara/FINROLL News) – Pebulu tangkis tunggal putri Djarum Kudus, Fransiska Ratnasari, diharapkan bisa mengulangi sukses Vietnam Open saat tampil pada turnamen Hongkong Open, 10-15 November 2009.
Ketua PB Djarum Kudus, FX Supandji ketika dihubungi dari Semarang, Jumat, mengatakan, dirinya berharap Fransiska bisa kembali menjadi juara di Hongkong Open meskipun persaingannya lebih berat dibandingkan Vietnam Open.
“Saya belum tahu jadwal di Hongkong Open, Ana (panggilan akrab Fransiska Ratnasari) akan bertemu dengan siapa di babak pertama dan selanjutnya. Tetapi saya berharap dia bisa tampil konsisten,” katanya.
Pada Vietnam Open beberapa waktu lalu, Fransiska Ratnasari berhasil keluar sebagai juara tunggal putri setelah pada partai puncak mengalahkan pebulu tangkis Taiwan, Tai Tzu Ying, dengan tiga set, 21-19, 15-21, dan 21-13.
Selain Fransiska, pebulu tangkis Djarum Kudus Luluk Hadiyanto juga keluar sebagai juara pertama di nomor ganda putra berpasangan dengan Joko Riyadi setelah mengalahkan pasangan Malaysis, Hoon Thien How/Ong Soong Hock dengan dua set langsung, 21-19 dan 22-20.
Pada Turnamen Hongkong Open, PB Djarum mengirimkan pebulu tangkisnya yaitu Andre Kurniawan Tedjono, Maria Febe Kusumastuti, Domisius Hayom Rombaka, dan Fransiska Ratnasari.
“Mereka berangkat dengan biaya dari Djarum Kudus dan kalau mereka juara dan mendapat hadiah uang maka hadiah itu sepenuhnya untuk mereka sendiri,” katanya menegaskan.
Ia menambahkan, yang dirinya tahu adalah Hayom Rumbaka akan bertemu pebulu tangkis Thailand, Bonsak Ponsana pada babak kedua. “Kalau dia menang lawan Bonsak tentunya peringkat dunianya akan naik,” katanya sambil menambahkan peringkat Hayom saat ini adalah 42.
Menyinggung soal kegagalan Andre Kurniawan dalam beberapa turnamen internasional yang diikuti, dia mengatakan, dirinya juga tidak tahu kenapa Andre bisa seperti itu.
“Yang pasti tim pelatih akan melakukan evaluasi terhadap pemain yang saat ini menempati peringkat ke-18 dunia ini. Kalau soal sanksi memang tidak ada, toh nantinya dia sendiri yang akan malu,” katanya.
Ia menambahkan, Djarum Kudus memang tidak memasang target khusus kepada setiap atletnya yang diterjunkan di turnamen internasional.
“Biasanya target itu ada dalam diri pemain dengan mengukur kualitas yang dimiliki, saya harus mencapai babak sekian, saya harus seperti ini, dan lain sebagainya,” katanya.







