Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Sulawesi-Maluku-Papua 2009 : Kejutan, Fauzi Langsung Tumbang
Posted by valsus on November 12, 2009
MAKASSAR – Kejutan mewarnai hari ketiga pelaksanaan Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Sulawesi-Maluku-Papua 2009, Kamis, 12 November 2009 di GOR Sungguminasa Gowa, Sulsel.
Unggulan utama di kategori Tunggal Dewasa Putra, Fauzi Adnan tumbang di babak ketiga oleh pemain Pelatnas Pratama, Pandu Dewantoro. Fauzi, juara di tiga seri Sirkut Nasional (Sirnas) sebelumnya, takluk dua set langsung, 16-21, 20-22. Tumbangnya pemain asal klub Jayaraya Suryanaga Surabaya ini membuat persaingan di kategori Tunggal Dewasa Putra semakin ketat.
Menghadapi Pandu, Fauzi lebih banyak melakukan kesalahan sendiri. Di set pertama dia terus dalam tekanan Pandu yang bermain efektif dengan kombinasi permainan net dan smash tajam. Sempat bangkit dan meraih match poin 20-19 di set kedua, mantan pemain pelatnas ini kembali melakukan kesalahan fatal. Servisnya out dan membuat skor 20-20.
Dalam posisi di atas angin, Pandu menuntaskan pertandingan 22-20. “Saya kelelahan setelah sepanjang tiga bulan ini tak pernah absen ikut turnamen. Hari ini Pandu bermain sangat baik. Selamat buat dia,” ungkap pemain 22 tahun ini.
Menurut pelatih Fauzi, Wijarnarko, kekalahan anak asuhnya karena belum mampu beradaptasi dengan lapangan dan kondisi GOR Sungguminasa. “Ini pertandingan pertama dia setelah dua babak sebelumnya dilalui dengan bye dan WO. Tapi, kali ini Pandu juga lebih cerdik. Dia mampu memaksa Fauzi lebih banyak bermain net dan sering salah sendiri,” ungkapnya.
Sebaliknya, bagi Pandu, hasil ini merupakan revans atas kekalahan dari Fauzi di perempat final Sirnas Surabaya lalu. Lolos ke perempat final setelah menumbangkan unggulan utama, dinilainya bukan beban. Meski kans juara terbuka, dia belum ingin sesumbar.
“Lawan Fauzi tadi saya tampil tanpa beban. Bermain sabar dan menunggu dia melakukan kesalahan sendiri,” sebutnya. Di Sirnas 2009, kiprah terbaik Pandu adalah menembus perempat final di Surabaya. Pada perempat final, Jumat, 13 November, Pandu akan bertemu sesama pemain pelatnas, Evert Sukamta yang kemarin mengalahkan unggulan lima asal PB Tangkas Alfamart, Marcus Fernaldi Gideon, 21-19, 21-17.
Pada pertandingan lain Tunggal Dewasa Putra, unggulan tiga asal PB Djarum Kudus, Bandar Sigit Pamungkas, harus berjuang tiga set untuk mengalahkan pemain Pelatnas Pratama, Ary Trisnanto, 21-16, 19-21, dan 21-15 dalam waktu 40 menit. Pemain senior, Budi Santoso yang menjadi unggulan empat juga lolos ke perempat final. Kemarin, Budi mengalahkan pemain Djarum Kudus, Gary, 21-15, 21-9.
Di kategori Tunggal Dewasa Putri, para pemain unggulan masih bertahan. Unggulan pertama Rosaria Yusfin Pungkasari (PB Djarum Kudus) tanpa kesulitan berarti mengatasi pemain tuan rumah dari PB Avanti Makassar, Stephany Josep. Rosaria menang mudah, 21-5, 21-6. Rosaria merupakan juara Sirnas seri Jawa Barat. Dia juga menjadi runner up di seri Kalimantan, Jakarta, dan Sumatera.
Kejutan dicetak pemain Pelatnas Pratama, Renna Suwarno yang menumbangkan unggulan lima asal Tangkas Alfamart Jakarta, Putri Muthia Pangersa, 21-17, 21-19. Pungkasari dan Renna akan bertemu di semifinal, Jumat, 13 November. Unggulan tiga asal Djarum Kudus, Ana Rovita juga meraih tiket ke perempat final setelah mengalahkan pemain pelatnas, Siti Anida Lestari, 21-12, 21-5.
Di perempat final, Ana akan bertemu unggulan lima asal pelatnas, Tike Arieda Ningrum yang kemarin mengalahkan Desy (SGS Electic Bandung), 21-10, 21-12. Pemain pelatnas yang menjadi unggulan kelima, Maziyyah Nadhir juga lolos ke perempat final setelah mengalahkan pemain tuan rumah, Fifit Amila (PB ICLI Gowata), 21-15, 21-16.







