Karena Tidak Ada Pensiun !
Posted by valsus on November 17, 2009

.
PADA 2000, Tri Kusharjanto sukses mempersembahkan emas Olimpiade untuk Indonesia bersama Minarti Timur. Sembilan tahun kemudian, ketika sudah berusia 35 tahun, dia masih malang melintang di berbagai even nasional maupun mancanegara. Apa motivasinya? Berikut petikan wawancara Trikus (sapaan Tri Kusharjanto) dengan Jawa Pos:
—
Dalam usia yang sudah senior, apakah tidak capek kalau terus berkompetisi?
Saya merasa tidak bisa meninggalkan bulu tangkis begitu saja. Karena itu, saya terus bermain sampai sekarang.
Kenapa?
Sebab, saya cinta bulu tangkis. Ini juga berguna untuk kesehatan. Kata dokter, atlet tidak boleh langsung berhenti main setelah pensiun. Bisa bahaya buat jantung. Selain itu, bulu tangkis memang profesi saya. Pemerintah tidak memberi gaji pensiun. Jadi, saya harus berusaha sendiri.
Seberapa rajin Anda mengikuti turnamen?
Pada turnamen-turnamen nasional, dalam setahun, biasanya saya ikut 7-8 kali. Kalau di luar (negeri), 3-4 kali saja.
Tahun ini, menang berapa kali?
Persisnya saya lupa. Di antaranya, saya juara sirnas (sirkuit nasional) Batam, Bandung, Jakarta. Yang berkesan, tahun ini saya bernostalgia dengan Minarti (Timur) saat ikut Grand Prix Filipina. Ternyata, kami masih bisa masuk delapan besar.
Bagaimana Anda menutup biaya untuk ikut turnamen di dalam dan luar negeri?
Kebetulan, ada klub Korma di Sragen yang mau jadi sponsor saya di sirkuit nasional. Kalau ke luar, ya harus dibiayai sendiri. Saya menyisihkan hadiah untuk biaya ikut turnamen.
Apa beda kondisi Anda sekarang jika dibandingkan dengan ketika di pelatnas?
Kalau di pelatnas, semua sudah ada yang menyiapkan. Sekarang semua serba sendiri. Yang paling krusial, mengatur keuangan. Sebab, saya tidak bisa membayar orang untuk mengatur keuangan. Kalau di pelatnas, saya tinggal terima beres. Ada bonus lagi. Awalnya, memang susah ngatur sendiri. Tapi, akhirnya, biasa juga.
Rencananya, mau bermain sampai kapan?
Prinsipnya, selama masih kuat, saya main terus. Mungkin, pensiun di atas 40 lah.
Lalu, apa rencana selanjutnya setelah gantung raket?
Sekarang saya mulai melatih di Wirogati Jogja, klub saya sendiri. Karena saya merasa paling bisa di bidang bulu tangkis, kalau pensiun, ya saya ingin jadi pelatih. (nar/ang)







