Waswas Menuju Laos ; Tunggal Pria Bulu Tangkis Menurun
Posted by valsus on November 18, 2009
JAKARTA – Dua tahun lalu, bulu tangkis sukses menyapu bersih tujuh medali emas SEA Games XXIV/2007 Nakhon Ratchasima. Kali ini harapan besar kembali disematkan pada olahraga kebanggaan Indonesia tersebut di SEA Games XXV/2009 Laos.
Namun, semakin dekat dengan pelaksanaan helatan itu, sinyal bahaya justru menyala. Utamanya di sektor tunggal pria. Pemain terbaik yang dimiliki pelatnas Cipayung, Sony Dwi Kuncoro, menuai hasil jeblok dalam tiga turnamen super series yang diikuti. Dua di antaranya adalah Denmark Terbuka dan Prancis Terbuka. Terakhir, dia malah hanya mencicipi putaran pertama Hongkong Terbuka. Kekalahan pun dituai pemain promosi kualifikasi Tanongsak Saensomboonsuk dari Thailand.
Kasubid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata cukup prihatin dengan hasil tersebut. “Saya belum tahu kondisi Sony saat bertanding di sana. Tapi, sebagai pemain yang kenyang pengalaman internasional, tidak seharusnya Sony kalah di babak pertama,” kritik Christian.
Apalagi, lanjut dia, Sony cukup diuntungkan dengan absennya pemain asal Tiongkok, Lin Dan, yang kini menduduki peringkat kedua dunia. Seharusnya, Sony berhadapan dengan Lin Dan pada babak pertama. Meski begitu, Sony tetap saja kalah dengan pemain pengganti.
Christian menyatakan tak akan menerima alasan kebugaran sebagai kambing hitam kekalahan. Meski, jadwal antara dua pertandingan di Eropa dan Hongkong cukup pendek. “Dengan status sebagai pemain top, seharusnya Sony dan pemain lain sudah bisa menakar kemampuan bersama pelatih masing-masing,” ujar dia. “Kalau memang tidak cukup waktu, kenapa tidak ikut Tiongkok Super Series saja sehingga cukup waktu untuk recovery,” imbuh dia.
Christian justru khawatir jika pemain bosan dan merasa biasa saja saat menuai kekalahan. Apalagi, dalam waktu dekat ini Sony menjadi tumpuan Merah Putih untuk meraih medali emas tunggal pria dan andalan di nomor beregu.
Padahal, Thailand termasuk salah satu negara yang bakal menjadi pesaing di SEA Games. Selain Tanongsak, Negeri Gajah Putih masih memiliki Boonsak Ponsana di sektor tunggal. Belum lagi pesaing lain, Malaysia, yang memiliki pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei dan Wong Choong Hann.
Selain Sony, Indonesia mendaftarkan Simon Santoso dan Tommy Sugiarto menuju SEA Games. Sayang, penampilan dua pemain itu juga tak stabil. Simon yang berhasil menjadi jawara Denmark Terbuka tersebut tersingkir di babak awal Prancis Terbuka yang berlangsung pada pekan berikutnya.
“Kalau para pemain cukup bertanggung jawab, SEA Games bakal menjadi momen menebus kesalahan. Di sana, peluang begitu terbuka karena lawan berimbang,” jelas pria kelahiran Purwokerto itu. (vem/ang)







