Kantong PB PBSI Semakin Tebal
Posted by valsus on December 1, 2009
JAKARTA – Ketatnya persaingan bisnis produsen peralatan bulu tangkis membawa berkah tersendiri bagi PB PBSI. Di tengah penurunan prestasi pebulu tangkis pelatnas sepanjang 2009, mereka tetap berhasil menggaet sponsor untuk tahun depan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, PB PBSI menggaet Yonex sebagai sponsor utama. Tahun depan produsen peralatan bulu tangkis asal Jepang itu meningkatkan nilai sponsor dengan signifikan. Kalau pada 2009 senilai USD 1,5 juta, tahun depan mereka akan memberikan USD 2,5 juta (sekitar Rp 23,5 miliar) setahun.
“Kami sebelumnya memang membuka diri untuk yang lain. Namun, Yonex memberikan prospek yang lebih baik. Selain itu, atlet-atlet kita kan sudah terbiasa dengan Yonex. Karena itu, kami memilih tetap bekerja sama dengan mereka,” ujar Djoko Santoso, ketua umum PB PBSI.
Berbeda dari sebelumnya, mulai tahun depan kontrak PB PBSI dengan Yonex tidak lagi bersifat tahunan. Dalam kesepakatan yang dijalin di Cipayung kemarin (29/11), PB PBSI akan menggandeng Yonex selama tiga tahun. Setiap tahun PB PBSI akan mendapatkan peningkatan nilai kontrak sebesar 15%.
Perbedaan lainnya, kalau dulu yang dikontrak hanya pemain pelatnas utama, saat ini kontrak itu diberikan secara merata kepada seluruh penggawa Cipayung yang berjumlah 77 atlet. Yonex juga tidak melupakan pelatih. Mereka termasuk yang akan mendapatkan nilai tersebut.
PB PBSI tidak menggunakan seluruh kontrak yang didapatkan itu untuk mendanai pelatnas. Mereka juga mengalokasikan sebagian untuk daerah maupun klub.
“Kami juga menyediakan intensif buat tim Thomas, Uber, dan Sudirman Cup jika mereka mampu menjadi juara,” sebut Dalip Kumar Seth, wakil Yonex.
Peningkatan kontrak yang diberikan Yonex sepertinya tidak lepas dari beralihnya Tiongkok ke produk lokal Li Ning. Indonesia yang selama ini mampu melanjutkan tradisi emas Olimpiade tentu saja menjadi andalan Yonex sebagai duta merek mereka. Apalagi, selain kemunculan Li Ning, Korea Selatan dan beberapa negara kuat di Eropa juga telah menggunakan merek lain. (fim/ang)







