Bulu Tangkis “Disingkirkan” ke Wembley Arena
Posted by valsus on December 2, 2009
LONDON, KOMPASA.com — Badan Bulu Tangkis Dunia (BWF) tidak ingin cabang bulu tangkis pada Olimpiade 2012 dipertandingkan terpisah dengan cabang-cabang lain.
Panitia penyelenggara Olimpiade 2012 bersikeras telah mendapat dukungan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk menyelenggarakan pertandingan bulu tangkis di Wembley yang berjarak sekitar 40 menit dari perkampungan olimpiade yang tengah dibangun. Mereka mengatakan, pilihan tempat ini akan membuat panitia menghemat 40 juta poundsterling ketimbang membangun gedung baru.
Namun, pihak BWF mengaku tidak setuju dengan rencana ini. “Bagi kami, keputusan ini akan berpengaruh kepada para penonton dan pemain,” demikian pernyataan tertulis BWF.
Pemilihan Wembley Arena didukung oleh Wali Kota London Boris Johnson dan Komite Pelaksana London untuk Olimpiade (LOGOC). “(Keputusan) ini merupakan kombinasi dari biaya serta keberadaan dan pengalaman. Kita semua tahu, dunia sudah sangat berubah sejak kami mengajukan permintaan (jadi penyelanggara),” kata Ketua LOGOC Sebastian Coe.
Selian bulu tangkis, cabang lain yang “disingkirkan” ke Wembley Arena adalah cabang olahraga senam. Padahal, saat mengajukan penawaran menjadi tuan rumah pada 2005, panitia menjanjikan kedua cabang ini dipertandingkan di perkampungan olimpiade.
Ketua BWF Dr Kang Young Joong memiliki argumentasi yang lain. “Olimpiade merupakan puncak dari olahraga dan kami dari BWF, baik pemain maupun pengurus, memiliki tanggung jawab memperkenalkan bulu tangkis ke media dan dunia dengan segala cara,” kata Kang.
Indonesia memiliki tradisi emas di cabang bulu tangkis sejak pertama kali dipertandingkan di Olimpiade pada 1992. Pada 1992, Indoesia meraih dua emas melalui Susy Susanti dan Alan BK, 1996 melalui Ricky Subagja/Rexy Mainaky, 2000 melalui Tony Gunawan/Candra Wijaya, 2004 melalui Taufik Hidayat, serta 2008 melalui Markis Kido/Hendra Setiawan.







