Kido/Hendra Tinggalkan Cipayung Kembali ke Klub, Janji Tampil jika Dibutuhkan Timnas
Posted by valsus on December 23, 2009
JAKARTA – Kegagalan baru saja dituai PB PBSI di SEA Games XXV/2009 Laos. Dalam even yang berakhir pekan lalu itu, pasukan Cipayung, markas pelatnas PB PBSI, hanya merebut empat emas. Padahal, olahraga yang senantiasa menjadi kebanggaan Indonesia tersebut menargetkan lima emas.
Melengkapi kegagalan itu, mencuat kabar tentang tidak kondusifnya kondisi Cipayung. Salah satunya terindikasi dari rencana mundurnya pasangan ganda pria peraih emas Olimpiade Beijing 2008 Markis Kido/Hendra Setiawan. “Kebetulan, kontrak kami habis akhir Desember ini. Saya rasa, ini waktu yang tepat untuk mundur,” kata Kido kepada Jawa Pos kemarin (21/12).
Kenapa Kido memutuskan untuk meninggalkan Cipayung? Dia menyatakan, kondisi kesehatannya tidak cukup kuat untuk tetap di Cipayung. Cedera lutut kiri yang tak kunjung sembuh membuat penampilannya bersama Hendra di beberapa ajang internasional menurun. Sepanjang tahun ini, mereka hanya merebut dua gelar super series, di Jepang dan Prancis.
Bukan hanya cedera lutut yang membuat Kido mantap untuk meninggalkan Cipayung. Pada Agustus lalu, Kido/Hendra tidak dikirim ke kejuaraan dunia di Hyderabad, India, karena masalah kesehatan. Kido mengalami hipertensi. “Sejak saat itu, saya tidak mampu mengikuti program latihan di pelatnas dengan baik,” ungkapnya.
Pelatih yang menangani Kido, Sigit Pamungkas, juga tak berani memberikan porsi latihan penuh. Atas dukungan Sigit, Kido/Hendra tetap bertahan hingga selesai melakoni pertandingan pada SEA Games XXV. Hasilnya, Kido/Hendra menuai medali emas dari nomor perorangan.
Soal hipertensi, PB PBSI membuat regulasi yang dianggap Kido memuaskan. Sebab, dalam klausul kontrak dengan PB PBSI, pemain akan menanggung risiko sendiri jika terjadi satu masalah di lapangan. Padahal, Kido menanggung risiko kolaps yang bisa berujung maut di lapangan. “Karena itu, saya memilih mundur,” tegas atlet kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1984, tersebut.
Sebenarnya, kondisi Hendra tidak bermasalah seperti Kido. Namun, karena sudah lama berpasangan dengan Kido, dia kompak meninggalkan pelatnas. Mereka memang sudah bersama sejak masih di PB Jaya Raya.
Sekjen PB PBSI Jacob Rusdiyanto belum dapat memberikan keputusan atas nasib Kido/Hendra. “Kami baru pulang dari SEA Games. Agenda terdekat adalah mengevaluasi prestasi selama setahun ini,” ujarnya. “Untuk urusan Kido/Hendra, kami akan bahas selanjutnya,” imbuh pria asal Surabaya tersebut.
Dalam perhitungan PB PBSI, akan ada 78 pemain di pelatnas utama. Sebanyak 39 atlet pemain pelatnas pratama akan pindah dari Magelang ke Cipayung. Kali ini PBSI tak perlu memulangkan pemain lebih dulu seperti saat ada pergantian pengurus tahun lalu. Kontrak pemain akan dilakukan awal Januari nanti. “Maret setelah ada hasil seleknas akan ditentukan pemain yang keluar dan yang masuk,” papar Jacob. (vem/ang)







