Srikandi Bulutangkis Indonesia
Posted by valsus on December 26, 2009
Bulutangkis.com – “Badminton dimana-mana. Di kampung jeung di kota…” Potongan lirik lagu yang dibawakan oleh Doel Sumbang tersebut menggambarkan sebuah realitas, bahwa bulutangkis (badminton) merupakan salah-satu cabang olah raga yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Jawa Barat sudah tidak terbantahkan lagi merupakan penyumbang atlet bulutangkis yang telah mampu mengaharumkan nama bangsa di kancah kompetisi dunia sepanjang sejarah perbulutangkisan internasional.
Susi Susanti adalah pemain puteri legendaris asal Jawa Barat, Srikandi bulu tangkis kelahiran Tasikmalaya yang dipersunting atlet bulutangkis putera Alan Budikusuma, telah membuktikan berbagai prestasi bergengsi di tingkat dunia. Puncaknya, keduanya adalah peraih medali emas Olimpiade tahun 1992 di Barcelona Spanyol dimana untuk pertama kalinya cabang bulutangkis dipertandingkan dalam pesta olah raga paling akbar di jagat ini.
“Pengantin Olimpiade” ini pada jamannya telah menjadi momok menakutkan bagi siapapun lawan yang akan menghadapinya. Pasangan fenomenal yang telah mampu menumbuhkan motivasi generasi penerusnya untuk meraih prestasi puncak dalam bidang olah raga bulutangkis.
SUPERKID CHAMPION adalah kejuaraan bulutangkis terbuka memperebutkan Piala Bergilir Superkid Champion yang diberikan oleh Pengantin Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budikusuma & Susi Susanti dengan mempertandingkan kejuaraan kelompok umur; tidak lain adalah untuk memotivasi putra-putri berbakat menjadi atlet yang memiliki prestasi gemilang dimasa yang akan datang. Agar dapat melahirkan Susi-Susi dan Alan-Alan yang dapat meraih bintang.
Diharapkan event ini menjadi kalender periodik paling tidak 2 tahunan yang selain menjadi parameter prestasi dini para pesertanya juga mendorong tumbuhnya prestasi bulutangkis di Jawab Barat khususnya dan Nasional pada umumnya.
Berangkat dari spirit itulah SUPERKID CHAMPION ini digelar. Pasti dalam pelaksanaannya akan memiliki banyak kekurangan, namun dari kekurangan itulah akan menjadi bahan koreksi dan revisi dalam penyelenggaraan kedepannya.
Event ini dilaksanakan di sebuah kota mungil di wilayah yang sama dimana “Srikandi Bulutangkis Indonesia” dilahirkan dan dibesarkan, Tasikmalaya, tepatnya di kota kecil Rajapolah sebagai sentra penghasil kerajinan tangan yang dikenal sampai ke mancanegara yang pada setiap musim libur ramai dikunjungi para peminat hasil olah cipta para pengrajin anyam-anyaman dan sejenisnya.







