Dapat Ganti Medali Emas Olimpiade
Posted by valsus on January 1, 2010
PERTENGAHAN 2000 Hariyanto Arbi memutuskan gantung raket. Hari -sapaan karib Hariyanto Arbi- mengakhiri kibasan raketnya setelah sepuluh tahun bertarung di pentas dunia. Dunia bulu tangkis mencatat bahwa Hari mundur setelah berhasil meraih setumpuk prestasi.
Torehan pebulu tangkis asal Kudus tersebut memang cukup komplet. Dia berhasil meraih dua gelar bergengsi di sektor tunggal pria, yakni kejuaraan dunia dan All England. Bahkan, tidak hanya sekali dia merebutnya. Tapi, dua kali.
Hari membukukan diri sebagai juara dunia pada 1994 dan 1995. Di arena All England, salah seorang lulusan terbaik PB Djarum Kudus tersebut menahbiskan diri sebagai juara pada 1993 dan 1994. Untuk negara, Hari juga memberikan kontribusi positif dari Piala Thomas. Dia turut membawa Indonesia berjaya di Piala Thomas pada edisi 1994, 1996, 1998, dan 2002.
Prestasi yang benar-benar mengilap. “Namun, ada yang kurang, yakni medali emas Olimpiade. Jadi, waktu itu saya meninggalkan gelanggang dengan perasaan yang agak gamang,” kata Hari.
Hari bukannya tidak bersyukur dengan apa yang sudah direngkuh. Dia mengungkapkan bahwa dirinya sangat bangga dan bersyukur dengan apa yang didapatkannya. Namun, Hari tetap merasa prestasinya kurang komplet tanpa medali emas Olimpiade.
Sebab, bulu tangkis masuk Olimpiade justru di masa keemasannya. Tapi, Hari justru tidak mendapatkan prestasi di multieven olahraga terbesar di dunia tersebut. Sebagaimana diketahui, bulu tangkis secara resmi dipertandingkan di Olimpiade pada 1992 di Barcelona, Spanyol. Nah, dia tampil di Olimpiade 1996. Namun, waktu itu dia gagal mengulang sukses Alan Budikusuma yang meraih medali emas di Olimpiade 1992.
“Semua pasti ingin menjadi juara di Olimpiade. Saya pun sama. Tapi, sekarang saya sudah agak lega. Sebab, saya sudah mendapatkan gantinya,” ujarnya.
Hari menyebut pengganti medali emas Olimpiade tersebut adalah medali emas World Masters Games 2009 yang dihelat Oktober lalu di Sydney, Australia. World Masters Games merupakan multieven olahraga semacam Olimpiade. Namun, even tersebut diperuntukkan bagi atlet-atlet kelas dunia yang sudah pensiun.
“Bisa dikatakan, World Masters Games adalah Olimpiade-nya mantan atlet. Meski begitu, saya sangat bangga. Apalagi, saya mendapatkan dua medali emas sekaligus,” ungkap Hari.
Dua medali emas itu berasal dari tunggal dan ganda pria. Di tunggal, Hari menjadi kampiun setelah mengalahkan pebulu tangkis Jepang Shinya Aoki 15-12, 15-10. Di ganda, Hari yang berpasangan dengan Herman Laksono Lioe menang atas ganda Selandia Baru Dean Galt/Kerrin Harrison 15-8, 15-9.
“Ini gelar pengganti yang sangat melegakan saya,” ungkap dia.







