Agus Dwi Kembali ke Pelatnas, Tangani Sektor Tunggal Pria
Posted by valsus on January 3, 2010
JAKARTA – Sektor tunggal pria merupakan nomor paling bergengsi di arena bulu tangkis. Namun, ironisnya, pada 2009, titik lemah Indonesia justru berada di sektor tersebut.
Sepanjang 2009, hanya satu gelar bergengsi yang direngkuh tunggal pria Indonesia, yakni gelar Denmark Super Series lewat Simon Santoso. Hasil suram itu membuat PB PBSI melakukan perubahan dengan merekrut pelatih baru. Nama Agus Dwi Santoso dipercaya mengisi posisi pelatih tunggal pria.
”Sektor tunggal pria memang butuh perubahan. Kami pun memberi kepercayaan kepada Agus Dwi Santoso untuk melatih sektor tersebut. Kami menilai dia pilihan yang paling tepat,” ungkap Jacob Risdianto, sekretaris jenderal (Sekjen) PB PBSI.
Agus disebutkan memenuhi segala unsur yang dibutuhkan. Pelatih asal PB Djarum Kudus tersebut memiliki kualitas mumpuni.
Pelatih kelahiran Malang tersebut juga sarat pengalaman. Selain itu, dia dinilai sebagai figur pelatih yang bisa mengayomi para atlet. Hal terakhir itulah yang saat ini paling dibutuhkan para anggota pelatnas sektor tunggal pria. Sebab, pasca mundurnya Hendrawan pada Juni 2009, Sony Dwi Kuncoro dan rekan-rekan di sektor tunggal pria seakan kehilangan sosok panutan.
Davis Efraim yang menggantikan peran Hendrawan tampak kurang bisa diterima para pemain. Apalagi, Davis tidak memiliki latar belakang cukup untuk melatih sektor tunggal pria.
Saat masih aktif sebagai pemain, Davis memang dikenal bukan sebagai pemain tunggal. Namun, dia tercatat sebagai pemain ganda pria. ”Sebenarnya, sejak tahun lalu kami ingin menarik dia ke pelatnas. Tapi, baru kali ini bisa terlaksana. Tentu kami menaruh harapan besar kepada dia untuk bisa membawa sektor tunggal pria kembali berprestasi,” kata Jacob.
Sebenarnya, Agus bukan nama baru di belantika bulu tangkis nasional, bahkan internasional. Pelatih berusia 44 tahun itu sudah cukup lama berkecimpung di pentas bulu tangkis. Agus juga pernah cukup lama menjadi pelatih pelatnas, mulai 1998 hingga 2003.
Prestasinya kala membesut para pebulu tangkis pelatnas juga cukup mengkilap. Salah satunya adalah membawa Hendrawan meraih medali perak Olimpiade 2000 di Sydney, Australia. Agus juga menjadi bagian dari tim Indonesia saat menjuarai Piala Thomas pada 2000 dan 2002.
”Karena itu, kami menilai dia adalah pilihan tepat. Semoga kehadirannya mampu mengangkat kembali semangat para pemain sektor tunggal pria,” sebut Jacob.
Dengan masuknya Agus, lalu Davis diarahkan ke mana? Apakah dia kembali mengisi pos asisten pelatih seperti saat Hendrawan memegang kendali pelatih sektor tunggal pria? ”Kebetulan, Davis punya kegiatan atau pekerjaan di luar pelatnas. Kegiatan itu disebut cukup menjanjikan. Jadi, kami tidak menghalangi langkahnya,” papar Jacob. (fim/diq)







