SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Disambut dengan Tangan Terbuka Agus sebagai Pelatih Tunggal Pria Cipayung

Posted by valsus on January 4, 2010

JAKARTA – Ditunjuknya Agus Dwi Santoso sebagai pelatih tunggal pria Pelatnas PB PBSI mendapat respons positif. Pelatih asal Malang tersebut diyakini bisa membangkitkan nomor favorit itu dari keterpurukan.

Sambutan hangat itu, salah satunya, datang dari Sony Dwi Kuncoro. Tunggal pria nomor satu pelatnas tersebut cukup senang dengan masuknya Agus. “Tentu saya menyambut baik masuknya beliau (Agus, red). Sebab, beliau memiliki reputasi bagus saat melatih pelatnas sebelumnya,” tutur Sony kepada Jawa Pos kemarin (2/1).

Agus memang pernah tercatat sebagai pelatih pelatnas. Pelatih 44 tahun itu berada di Cipayung mulai 1998 hingga 2003. Reputasinya juga cukup apik. Di antaranya, mengantarkan Hendrawan meraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 dan menjadi juara dunia 2001.

Selain memiliki reputasi bagus, yang membuat Sony cukup senang adalah kemampuan teknis Agus yang sangat mumpuni. “Yang saya kenal, beliau juga pelatih yang selalu bisa mendekatkan diri dengan atlet. Itu tentu menjadi hal positif bagi saya dan teman-teman,” katanya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu faktor penyebab suramnya prestasi pebulu tangkis tunggal pria pelatnas pada 2009 adalah minimnya figur panutan. Selepas keluarnya Hendrawan pada Juni 2009, Sony dan rekan-rekannya seperti kehilangan induk. Hendrawan mundur dari pelatnas untuk hijrah ke Malaysia.

Nah, dengan masuknya Agus, permasalahan tersebut diharapkan segera terurai. Sebab, salah satu faktor penentu terpilihnya Agus sebagai pelatih pelatnas adalah sifat mengayomi yang dimilikinya.

“Semoga saja sinergi kami bisa berjalan baik. Tentunya, kami sendiri juga harus berbenah diri. Kan percuma, kalau pelatihnya bagus, tapi kami malas. Untuk itu, saya menekankan kepada diri sendiri untuk tampil lebih baik lagi,” tutur Sony.

Terpisah, Agus menyatakan siap berbagi rasa dengan para pemain. Dia tidak ingin menciptakan jarak antara pelatih dan pemain. Agus berharap, suasana latihan lebih cair, namun tetap serius.

Agus juga mengungkapkan akan selalu siap untuk berdiskusi tentang segala hal demi peningkatan performa pemain. “Saya sudah siap lahir batin kembali ke pelatnas. Tentu, saya berharap agar kerja sama dengan pemain bisa berjalan baik. Komunikasi di antara kami cair. Sebab, tanpa itu, situasi akan menjadi sulit,” ujarnya. (fim/ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers