PB PBSI Mulai Kontrak Pemain
Posted by valsus on January 15, 2010
JAKARTA – PB PBSI mulai menjalankan kewajiban. Mulai kemarin (13/1), induk organisasi bulu tangkis tanah air tersebut mengikat kontrak para pebulu tangkis yang menghuni pelatnas. Baik pelatnas utama maupun pratama.
Kontrak tersebut ditandatangani di markas pelatnas di Cipayung, Jakarta Timur. Agenda tersebut tidak dilaksanakan secara bersamaan. Kontrak ditandatangani per pemain.
“Mulai hari ini (kemarin, Red), penandatanganan kontrak kami lakukan. Memang belum semua pemain menandatangani kontrak. Tapi, sebagaian besar sudah,” tutur Yacob Rusdianto, sekretaris jenderal (Sekjen) PB PBSI, kemarin.
Bagi PB PBSI, dengan cara seperti itu, waktu sehari memang tidak cukup untuk penandatanganan kontrak pemain. Sebab, jumlah pebulu tangkis di pelatnas lebih dari 50. Apalagi, acara tersebut tidak sekadar membubuhkan tanda tangan kontrak, tapi juga berisi pembicaraan tentang hak dan kewajiban pebulu tangkis.
“Karena itu, tidak semua selasai hari ini (kemarin, Red). Apalagi, ada beberapa pemain yang memerlukan waktu untuk mempelajari isi kontrak,” tutur Yacob.
Namun, pria asal Surabaya tersebut yakin bahwa agenda itu selesai dalam pekan ini. Sebab, yang sudah menandatangani kontrak lebih dari separo penghuni pelatnas.
“Untuk nama-namanya, saya tidak bisa sebutkan saat ini. Pun demikian nominalnya. Jika saya menyebutkan namanya saat ini, nanti timbul pandangan-pandangan lain. Itu bisa memengaruhi situasi pelatnas yang kondusif,” papar dia.
Yacob khawatir, jika nama-nama tersebut diberitahukan, muncul pandangan negatif terhadap yang belum teken kontrak. Jika persepsi negatif itu muncul, dikhawatirkan kebersamaan pemain terganggu.
“Nah, itu jelas tidak kami inginkan. Karena itu, kami mohon maaf, saya belum bisa memberitahukan nama-nama yang telah teken kontrak. Nanti, kalau semua sudah, pasti terlihat dengan sendirinya,” ujar dia.
Terpisah, beberapa anggota pelatnas mengakui sudah mengikat kontrak dengan PBSI. Sebut saja beberapa anggota pelatnas utama, seperti Fran Kurniawan, Nitya Krishinda, dan Afiat Yuris Wirawan. (fim/ang)







