Jadi Korban Piala Thomas dan Uber Banyak Atlet Batal ke Malaysia Super Series
Posted by valsus on January 19, 2010
JAKARTA – Proses membentuk timnas proyeksi Piala Thomas dan Uber 2010 benar-benar menjadi fokus utama PB PBSI. Karena proses itu terganggu, induk organisasi olahraga tepok bulu tanah air tersebut memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan beberapa pebulu tangkisnya ke Malaysia Super Series 2010.
Cukup banyak pebulu tangkis yang ditarik dari ajang yang berlangsung 19-24 Januari itu. Di antaranya, tiga pebulu tangkis tunggal pria, satu ganda pria, satu ganda wanita, dan dua ganda campuran.
“Konfirmasi sudah kami kirimkan ke panitia. Ada dua alasan kami melakukan ini. Pertama, konsentrasi persiapan tim ke Piala Thomas dan Uber. Alasan kedua, ada beberapa pemain yang mengalami cedera,” kata Lius Pongoh, ketua bidang pembinaan prestasi (Kabid Binpres) PB PBSI.
Sebelumnya, PBSI memang mendaftarkan 24 nama ke Malaysia Super Series. Jumlah yang tidak biasa. Sebab, acapkali PBSI hanya mengirim 18-20 pebulu tangkis pelatnas. Namun, dari nama yang didaftar tersebut, akhirnya tidak semua bisa bertanding.
Tiga tunggal pria yang batal diberangkatkan adalah Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, dan Tommy Sugiarto. Dengan mundurnya ketiganya di sektor tunggal pria, Indonesia hanya memiliki wakil Taufik Hidayat yang notabene pemain non pelatnas.
Selain mereka bertiga, nama lain yang urung berangkat adalah ganda pria Bona Septano/Muhammad Ahsan, ganda wanita Greysia Polli/Nitya Krishinda, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah, dan Tontowi Ahmad/Richi Puspita Dili.
“Untuk tiga tunggal pria, pelatih meminta untuk konsentrasi dulu ke persiapaan Piala Thomas. Yang lain karena faktor cedera. Seperti yang dialami Bona, Nitya, Pia, Towi, dan Richi,” jelas Lius.
Dengan urung berangkatnya Bona/Ahsan, pelatnas hanya mengirim pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan dan Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki. Di ganda wanita, PBSI mengandalkan Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari dan pasangan muda Annisa Wahyuni/Anneke Feinya.
Untuk sektor ganda campuran, pelatnas memberangkatkan Nova Widianto/Liliyana Natsir dan Muhammad Rijal/Debby Susanto. “Khusus sektor wanita, kami hanya mengirim Linda Weni Fanetri. Linda akan memulai pertandingan dari babak kualifikasi,” papar Lius.
Sementara itu, di Korea Super Series 2010, Tiongkok memborong tiga gelar dari sektor tunggal wanita, ganda wanita, dan ganda campuran. Juara tunggal wanita direngkuh Wang Shixian yang di final mengalahkan tunggal tuan rumah Sung Ji Hyun 21-10, 25-23.
Gelar ganda wanita digenggam Cheng Shu/Zhao Yunlei. Di partai pemungkas mereka menundukkan Fujii Mizuki/Kakiiwa Reika (Jepang) 21-16, 21-15. Satu gelar Tiongkok lagi diraih lewat ganda campuran He Hanbin/Yu Yang yang menyisihkan kompatriotnya, Tao Jiaming/Zhang Yawen, 21-15, 21-16.
Malaysia membawa pulang satu gelar melalui tunggal pria Lee Chong Wei. Dia menumbangkan Peter Gade (Denmark) 21-12, 21-11. Tuan rumah mendapat satu gelar yang didapatkan ganda pria terbaiknya, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae. Di partai pemungkas, mereka mengalahkan Cai Yun/Fu Haifeng (Tiongkok) 21-11, 14-21, 21-18. (fim/ang)







