Untar Siap Jemput Bola
Posted by valsus on January 22, 2010
Merosotnya prestasi bulutangkis Indonesia dikancah internasional belakangan ini begitu mengusik perhatian suhu bulutangkis tanah air.
“Saya kadang menggerutu sendiri melihat prestasi pemain Indonesia belakangan ini. Olahraga bulutangkis sudah tidak memberikan kegembiraan dan pesta pora bagi masyarakat seperti dulu lagi.” sebut Singgih D. Gunarsa (75), psikolog tim bulutangkis Indonesia tahun 1967-1990an.
Hal senada juga disampaikan oleh M.F. Teknokrat olahraga sekaligus mantan sekjen PB PBSI ini menyebut bahwa cabang yang sukses mempertahankan tradisi emas di Olimpiade Barcelona 1992, Atlanta 1996, Sidney 2000, Athena 2004 hingga Beijing 2008 ini memang memiliki tanggung jawab dan tuntutan lebih besar.
“Hanya, karena pondasi olahraga Indonesia rapuh, prestasi bulutangkis juga ikut merosot. Inilah saatnya menuntut PBSI agar memiliki grand strategy pembinaan prestasi, misalnya hingga tahun 2025,” kata Siregar.
Menurut dosen Fak. Psikologi Universitas Indonesia, Enoch Markum, memudarnya prestasi bulutangkis Indonesia ditengarai karena aspek psikologi diterlantarkan. Selain mereka, dalam diskusi terbatas di kampus Tarumanegara, Jakarta Barat, Kamis (14/1), hadir pula sekjen PBSI, Jacob Rusdianto, Yan Haryadi (Djarum), mantan pemain Rosiana Tendean dan Lilik Sudarwati, psikolog olahraga Yuanita Nasution dan Rosa Hertamina, wartawan Ian Situmorang, Broto Happy W. (BOLA), serta Hendri Ch. Bangun (Warta Kota).
Diskusi yang difasilitasi oleh rektor Untar, Monti P. Satiadara dan Ketua Yayasan Untar, Serian Wijatno ini mengerucutpada gagasan untuk memajukan bulutangkis Indonesia lewat diskusi yang melibatkan lebih banyak peserta. Rencananya, tanggal 11 Februari digelar simposium bertajuk “Mengembalikan Supremasi Bulutangkis Indonesia”. Setelah itu, sebagai tindak lanjut, pada Maret berlangsung seminar dan pada Mei digelar workshop. (bhw)
Sumber: Tabloid Bola








Budi Sapta said
Saya senang dg adanya seminar yg diadakan oleh pihak perguruan tinggi. dg demikian cabang bulutangkis memang sbg cabang kebanggan Indonesia. Oleh krn itu dlm acara mendatang pihak penyelenggara juga mengundang orang2 di luar pengurus PB.PBSI yang mengerti bulutangkis. Dan menurut saya utk meningkatkan prestasi bulutangkis indonesia ada beberapa cara, yaitu :
1. Pemilihan atlit hrs fair, tdk pilih kasih atau dasar kepentingan.
krn sebagian besar atlit pelatnas pratama tdk punya potensi,
hanya Adipratama dan Evert Sukamta yg agak memiliki potensi.
2. Phk PT mau menerima atlit bulutangkis utk menjadi mahasiswa.
Budi Sapta said
Cari orang yang cikal bakal pembentuk pemain pratama pd jaman pengurusan Bpk. Tri Sutrisno. Orang tsb ditunjuk oleh Alm. Syamsul Alam utk mencari pemain, kalau tdk salah bernama Agus Gunawan