PENGPROV MILIKI PERAN DALAM SIKLUS PEMBINAAN ATLET
Posted by valsus on February 1, 2010
Kupang, 31/1 (Antara/FINROLL News) – Ketua Umum PB Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Djoko Santoso menegaskan, setiap pengurus provinsi (Pengprov) PBSI menjadi mata rantai pertama yang amat menentukan dalam siklus pembinaan altet.
Pengprov PBSI merupakan salah satu kunci utama dalam mencari dan memandu bakat, mempersiapkan, membina dan mengembangkan sumber daya atau bibit-bibit unggul atlet yang potensial dan siap tanding demi kemajuan bulutangkis nasional, katanya di Kupang, Minggu.
Djoko Santoso yang juga Panglima TNI mengemukakan hal itu dalam arahannya pada pelantikan Pengurus Provinsi PBSI Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2010-2014.
Jenderal berbintang empat itu mengatakan dalam kurun waktu empat tahun mendatang, pengurus yang dipilih, dipercaya dan dilantik pada saat ini sebagai pengurus baru akan berhadapan dengan berbagai tantangan perbulutangkisan yang tidak semakin ringan, baik pada lingkup daerah, nasional maupun internasional.
Karena itu, dia mengajak seluruh jajaran pengurus PBSI dari pusat sampai ke daerah untuk bersama-sama meningkatkan profesionalisme dan kerja keras serta dedikasi dan loyalitas yang tinggi kepada organisasi bulutangkis.
“Tekad dan semangat harus kita dedikasikan dalam rangka meningkatkan kebersamaan dan saling percaya dalam tubuh tritunggal kekuatan perbulutangkisan nasional, yakni pengurus, pelatih, dan atlet sehingga visi dan misi organisasi dapat tercapai secara optimal,” katanya.
Selain itu, mantan KSAD itu juga mengajak para pengurus untuk bersama-sama meningkatkan jalinan hubungan kerja sama yang erat dan harmonis antara PB PBSI dengan seluruh Pengprov PBSI sehingga terwujud kesamaan dan keselarasan dalam pembinaan atlet mulai dari daerah sampai pusat.
Perhatian khusus
Djoko Santoso juga mengharapkan adanya perhatian khusus berkaitan dengan pembinaan organisasi pada umumnya dan pembinaan atlet pada khususnya.
Menurut dia, perlu ada peningkatan upaya pemantauan, pemilihan dan pemanduan bakat bagi atlet-atlet bulutangkis junior guna menjamin kesinambungan, kaderisasi dan prestasi atlet bulutangkis nasional.
Langkah ini penting agar tidak terjadi kevakuman prestasi sebagaimana yang dialami saat ini.
“Saya mencermati ada mata rantai yang terputus, mulai dari tingkat klub atau perkumpulan sampai dengan tingkat daerah dan pusat. Muncul kesenjangan atau terputusnya kegiatan turnamen sehingga amat berpengaruh terhadap kesinambungan kaderisasi dan prestasi,” katanya.
Karena itu, dia mengharapkan setiap Pengrov PBSI dapat bekerja sama dengan berbagai pihak yang berkompoten dan peduli, dalam rangka pembinaan klub di daerah, serta menyusun dan melaksanakan kalender turnamen yang terencana dan berkesinambungan.
Hal ini harus dilakukan karena tantangan eksternal yang dihadapi dewasa ini dan ke depan tidak semakin ringan.
“Pada dasarnya di masa depan persaingan akan semakin tajam dan raihan prestasi menjadi semakin berat,” kata Djoko Santoso. (T.B017)







