SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Taufik Kritik Latihan Timnas; Persiapan ke Piala Thomas Terkesan Amburadul

Posted by valsus on February 4, 2010

JAKARTA – Kualifikasi Piala Thomas 2010 Zona Asia sudah berada di depan mata. Dua pekan lagi babak kualifikasi dilangsungkan di Nakhon Ratchasima, Thailand. Tapi ironisnya, persiapan timnas Indonesia justru terkesan amburadul.

Betapa tidak, saat waktu pertandingan semakin dekat, program latihan tim Piala Thomas Indonesia justru belum tersusun rapi. Para anggota tim berlatih secara terpisah-pisah, bahkan terkesan tidak terkontrol.

Itu terjadi dalam latihan tim Thomas Indonesia di markas pelatnas di Cipayung kemarin (3/2). Pemain ganda Alvent Yulianto, Markis Kido, dan Hendra Setiawan tidak tampak dalam latihan. Padahal, sebelumnya PB PBSI menegaskan bahwa seluruh anggota tim harus berlatih di Cipayung.

Taufik Hidayat yang kemarin telah bergabung ke Cipayung pun hanya terkesan seperti tamu yang sedang berkunjung. Tunggal pria yang saat ini menempati peringkat keempat dunia tersebut tidak bisa turut berlatih bersama pemain tunggal lainnya. Maka, Taufik hanya bermain-main dengan para pebulu tangkis ganda pria.

“Katanya, kita mau berprestasi, tapi kenyataannya seperti ini. Saya diminta datang berlatih ke sini (Cipayung) tiap Rabu dan Jumat. Namun, saat saya sudah berada di sini, programnya tidak jelas. Tidak ada pengurus yang bisa diajak bicara,” keluh Taufik.

Menurut dia, seharusnya pengurus mengajak berbicara pelatih dan pemain untuk membahas program menuju Piala Thomas. Tidak seperti saat ini, para anggota tim seperti berjalan sendiri-sendiri.

“Lihat, Alvent tidak ada. Kido dan Hendra pun tidak ada. Pengurus seharusnya mengajak bicara pemain agar program bisa berjalan dengan baik. Agar jadwal para pemain yang di luar pelatnas lebih sinkron,” kritik Taufik.

Terpisah, pelatih tunggal pria Agus Dwi Santoso mengakui bahwa program latihan anggota tim Thomas memang terpisah. Menurut pelatih asal Malang tersebut, dirinya hanya mempersiapkan Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, dan Tommy Sugiarto. Sementara Taufik ditangani Mulyo Handoyo.

Namun, Agus menyebutkan, dirinya terbuka untuk berlatih bersama Taufik. Lebih-lebih untuk program sparring partner pada Rabu dan Jumat. “Keadaan memang seperti ini. Jadi, kami konsentrasi saja dulu ke kelompok sendiri-sendiri. Yang jelas kami melakukan ini untuk tim,” tutur Agus.

Bagaimanapun, kondisi itu menjadi preseden buruk bagi persiapan Indonesia. Sebab, Piala Thomas adalah kejuaraan beregu yang menuntut kekompakan. Sebagai catatan, pada Piala Thomas 2008, ketika persiapan Indonesia cukup baik, Taufik dkk hanya mencapai semifinal.

“Sebenarnya, ini tidak seperti itu (amburadul, Red). Kami sudah menyusun program dan itu sudah kami berikan ke pemain yang di luar pelatnas beberapa hari lalu,” kilah Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh.

Dalam program tersebut, PB PBSI memang tidak mewajibkan pemain di luar pelatnas berlatih di Cipayung. Hanya pada Rabu dan Jumat mereka harus berlatih di Cipayung. “Ini sebenarnya bisa dijalankan dengan baik. Memang untuk saat ini Alvent belum bisa datang karena masih di Jepang. Sedang Taufik mungkin belum membaca programnya. Sebab, programnya saya kirim ke manajemennya,” jelas Lius. (fim/ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers