Preview Thomas & Uber Cup 2010 : Pelatnas Cipayung Masih Ngambang
Posted by valsus on February 5, 2010
JAKARTA – Tim Thomas & Uber Indonesia belum juga melakukan latihan bersama di Pelatnas Cipayung. Kondisi itu diprediksi akan menghambat persiapan mereka menjalani babak kualifikasi Piala Thomas & Uber di Nakhon Ratchasima, Thailand, 21-28 Februari 2010.
Persiapan mereka menjalani latihan bersama seharusnya dilakukan, Rabu (3/2/2010). Tapi, beberapa pemain berhalangan hadir dengan berbagai alasan mulai sakit, masih berada di luar negeri, hingga menunggu kepastian.
Pelatih tunggal Putra Pelatnas Cipayung Agus Dwi Santoso mengatakan Simon belum bergabung dengan rekan lainnya karena masih sakit, Alvent Yulianto masih berada di Jepang, sementara pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan menunggu statusnya dari PB PBSI.
Absennya mereka membuat latihan kemarin hanya terlihat Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Tommy Sugiarto, Rian Sukmawan, Yonathan Suryatama, dan Mohammad Ahsan. “Mereka sudah menjalani latihan serius. Itu perlu karena persiapan kami sangat sempit,” papar suksesor Davis Efraim tersebut.
Sementara Markis mengaku pihaknya ingin mendapatkan kepastian status terlebih dahulu setelah memutuskan mundur dari pelatnas. Dia tak ingin belum adanya kejelasan akan menghambat konsentrasi mereka tampil di turnamen tersebut.
Karena itu, dia mengharapkan PB PBSI segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) agar pihaknya segera menjalani latihan bersama. “Kami hanya ingin kejelasan status karena tak ingin nasib kami terkatung-katung kemudian,” ungkapnya.
Taufik pun mulai menunjukkan kekecewaannya meski menyempatkan diri datang ke Cipayung. Dia merasa program latihan belum jelas meski persiapan terbilang mepet. Suami Ami Gumelar itu khawatir kekurangan itu akan menjadi rusaknya kekompakkan tim.
Selain itu, tugas berat menyertai Tim Piala Uber Indonesia. Mereka hanya mengandalkan pemain seadanya menghadapi babak kualifikasi tersebut. “Tugas berat memang, tapi kami harus memaksimalkannya. Bahkan, pemain yang memiliki potensi menang tak boleh gagal mewujudkannya,” pungkas Pelatih Ganda Putri Aryono Miranat.
(Edi Yulianto/Koran SI/hmr)







