SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Evaluasi Kemerosotan Prestasi Atlit Nasional

Posted by valsus on February 10, 2010

Bulutangkis.com – Melihat merosotnya prestasi atlit-atlit nasional kita di kancah bulutangkis dunia membuat kita merasa prihatin. Bulutangkis sebagai olahraga kebanggaan bagi bangsa Indonesia yang selalu membawa harum nama bangsa kini berada pada kondisi terpuruk dengan semakin susahnya merebut gelar juara. Ada apa sebenarnya yang terjadi dengan bulutangkis kita?

Sebagai warga yang berkecimpung dalam pembinaan di klub bulutangkis, saya merasa terpanggil untuk menyampaikan beberapa hal yang menurut saya menjadi faktor kemerosatan prestasi atlit kita. Adapun hal-hal yang kami catat menjadi faktor kemerosotan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Kultur kebanggaan terhadap negara dan bangsa yang rendah

Kultur perjuangan yang tidak kenal lelah semakin minim di sadari oleh seorang atlit. Hal ini dapat kita lihat dari hanya segelintir atlit yang berhasil mencapai prestasi internasional. Keberhasilan meraih prestasi adalah cerminan seorang pekerja keras, yang mampu memadukan kedisiplinan dan kecerdasan.

Kebanggaan serta tanggung jawab sebagai pemain nasional saat ini semakin lemah padahal setahu saya setiap atlit yang terjaring dalam pelatnas mereka diikat oleh Surat Keputusan Ketua PBSI yang didalamnya mengatur dari tanggung jawab hingga, tunjangan kesejahteraan atlit.

2. Kejuaraan Daerah ( Kejurda, Porda hingga Kejurcab)

Kegiatan yang dilakukan oleh daerah cukup menghambat munculnya bibit bibit yanq potensial, yang tidak terpantau oleh karena keterbatasan biaya untuk mengikuti program PBSI. Kesempatan mereka berlaga dalam suatu even daerah juga dimatikan oleh pengurus daerah yang hanya memenuhi target medali dengan mengabaikan potensi atlit daerah sendiri.

Sehingga kegiatan berupa Porda,kejurda dst tidak jarang pengcab lebih banyak menggunakan jasa pemain yang siap mendulang medali ketimbang, mengutamakan tanggung jawab moriel dengan membina PB yang konsisten melakukan pembinaan di Daerah tersebut.

Imbas dari terbiasanya menggunakan pemain luar diatas muncul “ semacam target terendah para pemain” bila masuk pelatnas dan tidak mampu berprestasi Internasional setidaknya sudah mampu mendongkrak nilai jual mereka di dalam negeri? Menurut saya Kejuaraan Daerah (Kejurda) atau PORDA adalah salah satu peran daerah untuk menggali dan menyumbang atlit untuk bangsa. Bukan berhura hura dan menyenangkan pejabat Daerah, Akan tetapi kenyataan tidak adanya suatu sanksi yang dijatuhkan oleh Induk Organisasi PBSI pada Pengda/Pengcab maupun pemain yang bersangkutan.

3. Lemahnya pengawasan atas aturan yang sudah ada.

PBSI dalam melakukan pengawasan tidak boleh hanya menunggu bola akan tetapi mampu menjemput bola, dengan terjun langsung mengawasi kegiatan di lapangan dan memberikan sanksi kepada yang melanggar aturan. Sebagai pembina saya sering merasa miris melihat anak-anak didik yang merupakan atlit terbaik suatu daerah ternyata di tengah perjalanan (misalnya pada Kejurda atau PORDA) digantikan oleh atlit dari luar daerah hanya karena untuk mencapai prestasi yang semu.

Tinggi rendahnya prestasi yang diperoleh seorang atlit daerah adalah suatu konsekwensi dari pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pengurus Daerah (Pengda).

Sedangkan kalau kita bicara pada pembinaan atlit bulutangkis di negeri ini, tak bisa dipungkiri bahwa semua ini merupakan hasil pengorbanan orang tua atlit dan klub tempat atlit bernaung. Sehingga pada perjalanan karir atlit dalam meretas masuk pelatnas hanya terbebani pada orang tua dan klub. Tidak ada tanggung jawab atlit kepada Pemerintah Daerah, Pengda/Pengcab dan ini merupakan awal dari lemahnya kebanggaan,tanggung jawab atlit sebagai anak Daerah dan Bangsa Indonesia.

Sepanjang tidak adanya evaluasi menyeluruh hingga pada hal-hal tersebut diatas maka masih sulit rasanya kita untuk mengimbangi negara China, Korea dan Malaysia.

Semoga tulisan ringan bisa menjadi pemikiran bersama untuk membenahi pembinaan atlit-atlit daerah untuk meraih prestasi lebih tinggi guna mengharumkan nama bangsa Indonesia. Bila pada tulisan ini ada kata-kata yang tidak berkenan sebelumnya kami mohon maaf.

Maju bulutangkis Indonesia!

Oleh : Ali Basyal Latief

Pemerhati bulutangkis di Bogor.

One Response to “Evaluasi Kemerosotan Prestasi Atlit Nasional”

  1. Terima kasih atas telah mempublikasikan, tulisan saya evaluasi kemerosotan prestasi atlit nasional, kami sebenarnya putra lampung asli konsisten melakukan kegiatan sosial dengan membina bulutangkis sejak usia dini dengan biaya murah, harapan kami suatu saat dapat menyumbangkan atlit untuk negara, khususnya anak kami suatu saat akan kami plot sebagai atlit yang berasal dari lampung, saat ini masih fokus ke sekolah dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers