SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Cinta Produk Dalam Negeri

Posted by valsus on February 13, 2010

KELUAR dari pelatnas membuat Markis Kido/Hendra Setiawan harus mengurus sendiri semua keperluan yang ter­kait dengan kompetisi. Kalau ketika menjadi pemain pe­latnas sudah ada yang mengurus surat-menyurat untuk mengikuti satu even, kini mereka harus menyelesaikan sendiri.

Sebaliknya, berpredikat sebagai pemain nonpelatnas memberi mereka kebebasan untuk menjalin kerja sama dengan sponsor. Salah satunya terkait dengan apparel. Kalau dulu di pelatnas menggunakan Yonex, kini mereka memilih produk dalam negeri Flypower.

“Kami menjalin kontrak dengan Flypower selama tiga tahun. Kami memilih Flypower karena ingin membantu mempromosikan produk dalam negeri,” ujar Hendra kemarin (10/2).

“Dengan bekerja sama dengan Flypower, kami memang harus memulai dari awal. Namun, kami tidak terlalu risau. Sebab, kami ingin memberikan contoh bahwa produk dalam negeri harus tidak kalah oleh produk asing,” tutur Kido.

Ya, dengan bekerja sama dengan Flypower, mereka bakal menggunakan segala perlengkapan dari perusahan yang didirikan Harianto Arbi tersebut. Mulai sepatu, kaus kaki, kostum, dan tentu saja raket. Dengan begitu, Kido/Hendra pun harus melakukan penyesuaian. Pasalnya, sebagai bagian dari pelatnas, selama ini mereka akrab dengan Yonex yang selalu menjadi sponsor PB PBSI.

“Kami saat ini terus mencoba beradaptasi. Terutama dengan raket. Sebab, raketnya terasa lebih ringan,” ungkap Hendra. “Tapi, kami yakin bisa segera menyesuaikan diri,” imbuh Kido.

Ikatan kerja sama dengan Flypower itu pun cukup menguntungkan bagi Kido dan Hendra. Sebab, mereka mendapatkan nilai kontrak yang cukup tinggi. Jauh di atas yang mereka peroleh di pelatnas. Di pelatnas mereka dikontrak Rp 750 juta setahun. “Nilai kontrak dengan Flypower ini tidak kurang dari Rp 1 miliar untuk masing-masing,” papar Hendra.

Dengan nilai kontrak tinggi tersebut, Kido/Hendra dibebani kewajiban tertentu. Yakni wajib tampil di lima super series, empat gold grand prix, dan tiga sirkuit nasional. Lima super series sendiri adalah Indonesia, Malaysia, dua super series Tiongkok, dan Prancis. “Kewajiban ini tentu akan kami penuhi. Tapi, kami tetap akan tampil di agenda super series lainnya,” tegas Hendra. (fim/ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers