DJARUM Sirnas Bulutangkis 2010 Dinar Hempaskan Unggulan Ketiga
Posted by valsus on February 19, 2010
Bulutangkis.com – Sukses besar diraih Dinar Dyah Ayustine yang turun di Tunggal Taruna Putri Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis 2010 Regional VII Kalimtan Timur. Dinar dari PB Djarum Kudus yang bukan unggulan mampu menghempaskan perlawanan unggulan ketiga Mega Cahaya Purnama dari Jaya Raya Jakarta 17-21, 21-16, 21-8 di babak kedua dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Hevindo, Balikpapan, Kalimantan Timur.
“Saya bersyukur menang hari ini, semoga besok menang lagi dan dapat melangkah hingga ke semifinal,” ucapnya menandai tahun terakhirnya di kelas Taruna. Ia sudah dua tahun beredar di kelas ini dengan prestasi terbaik menembus babak perempat final Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Kalimantan tahun lalu dan kejuaraan Solo Open tahun lalu. “Dilihat dari drawing, Dinar sebenernya tak diunggulkan karena lawannya merupakan unggulan tiga, tapi dia bermain baik hari ini,” papar Maria Elfira yang baru beberapa bulan ini menjadi asisten pelatih tunggal putri, Rusmanto Djoko Semaun.
Sebaliknya, Sesaria Nisa Afifi yang menjadi unggulan keempat dari PB Djarum, kurang beruntung dan tidak mampu menembus babak ketiga setelah kalah dari pemain bukan unggulan Rina Andriani dari Mutiara Bandung dengan skor 22-24, 12-21. “Sesaria tidak dalam performa terbaiknya, mungkin karena telah kalah di game pertama akhirnya mental tandingnya down saat memasuki game kedua,” lanjut Maria Elfira menanggapi kekalahan Sesaria.
Sedangkan di kelompok Tunggal Taruna Putra pertarungan balas dendam terjadi antara M Gustaf Firdaus unggulan ke-9 dari Mutiara Bandung dengan non-unggulan Rizky Hidayat dari Hi-Qua Wima Surabaya. Gustaf menang 21-18, 21-10. “Dua tahun lalu saya kalah di Sirnas Banjarmasin ,” kata Gustaf usai pertandingan Tunggal Taruna Putra babak Ketiga. Pertarungan berlangsung ketat di game pertama. Baik Gustaf maupun Rizky memanfaatkan setiap bola lob dengan pengembalian berupa smash keras baik ke arah kiri maupun kanan. Berkali-kali penonton disuguhi permainan atraktif dari kedua pemain ini. Sayang, di game kedua, stamina Rizky tidak mendukung.
Pukulan Rizky tidak lagi tajam dan sering mati sendiri. “Saya sudah kalah stamina,” Rizky mengakui. Persiapannya mengikuti turnamen ini hanya sepekan dan menurutnya sangat tidak cukup. “Untuk Sirnas mendatang saya akan persiapkan diri lebih baik lagi,” katanya. Di game kedua, Rizky tertinggal 8-1, dan hanya mendapat poin dari kesalahan Gustaf. Pada kedudukan 19-10, Rizky seolah ingin segera pertandingan berakhir. Dan, akhirnya sebuah pukulan menyilang tidak mampu dikembalikan Rizky yang menajdi tanda berakhirnya pertarungan. (Contributed by: Image Dynamics)







