Waspadai ancaman “Kuda Hitam”
Posted by valsus on February 19, 2010
Oleh: Nurni Sulaiman
Sengit. Satu kata inilah yang mampu mewakili pertarungan Tunggal Dewasa Putra dan Ganda Dewasa Putra Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis VII 2010 di GOR Hevindo, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (18/2). Bahkan, ancaman ‘kuda hitam’ perlu diwaspadai oleh pemain-pemain seeded. Ancaman itu sudah terlihat di babak delapan besar kemarin.
Tengok saja Robin Gonansa, peringkat 135 dunia, asal Singapura, tanpa diduga terpukul mundur oleh pemain bukan unggulan Yassa Harhara dari PBSI Penajam Paser Utara dalam skor rubber set 21-15, 17-21, 13-21.
Pertarungan ‘reuni’ antara Robin dan Yassa ternyata merupakan ‘pil pahit’ bagi pemain asal Balikpapan itu. Melalui rally panjang yang alot, Robin yang tampak memiliki stamina lebih baik dari Yassa, bertekuk lutut di set ketiga. Ia acap membuat kesalahan di babak penentu kemarin, “saya sering fault di set terakhir,” ujar putra dari pasangan Yudarsen dan Susanti. Walaupun bukan dari klub unggulan, di kancah bulutangkis Yassa bukanlah wajah baru.
Bahkan, Robin mengaku keduanya ’akrab’ dengan type permainan masing-masing. Mereka adalah mantan rekan satu tim di Tangkas Alfamart Jakarta. Kendati terlibas di babak delapan besar dengan pemain bukan unggulan, Robin mengaku tidak kecewa. Ia mengaku senang bisa berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut, ”Saya sebenarnya ke Balikpapan pulang kampung untuk merayakan Imlek bersama orang tua dan kebetulan ada even ini, jadi saya ikut gabung walaupun merupakan pendaftar terakhir,” ujarnya.
Robin yang saat ini bermain untuk tim nasional Singapura, mengincar peringkat 100 besar dunia hingga Desember 2010. ”Ajang ini merupakan try-out, persiapan mengikuti International Challenge di Rumania dan Polandia,” katanya.
Masih di kategori yang sama, ancaman ’kuda hitam’ juga datang dari klub Tangkas Alfamart Jakarta, Budi Hartonno. Di babak delapan besar, peserta bukan unggulan, berhasil mematikan langkah Martin Sinfrin, seeded 7. Sementara Bandar Sigit Pamungkas dari PB Djarum Kudus melenggang mudah setelah mengalahkan Ridho Akbar (Ganesa Islamic Vilage) dengan skor 21-8, 21-11. Di babak selanjutnya, Bandar akan berhadapan dengan Tunggul Mursito peserta seeded 8, “targetnya ya satu-satu dulu, semifinal dulu lah, baru final,” kata Bandar. Jika masuk ke babak final, ada kemungkinan Bandar bertemu dengan musuh bebuyutannya Fauzi Adnan (seeded 1) klub Jaya Raya Suryanaga, dan pertemuan itu merupakan final ulangan Sirkuit Nasional 2009 di Medan.
Bercerita tentang ’kuda hitam’ di pertarungan Ganda Dewasa Putra tidak kalah sengit. Peserta non seeded Faisal/Teguh Siswanto (Dispenda Kukar) sukses mendepak peserta seeded 8 pasangan Dafin Rahardi/Widi Candra Kasih dari Ganesa Islamic Vilage dengan dalam rubber set 21-16, 19-21, 21-18. Keduanya bermain alot dengan rally-rally panjang. Namun akhirnya Dafin/Widi harus mengakui ketangguhan Faisal/Teguh. Di perempat final, langkah Faisal/Teguh akan dihadang peserta seeded 2 pasangan Dwi Setiawan/Yusuf Ahmad dari Pengairan Samarinda.
Sementara itu di Tunggal Dewasa Putri, Ernawati dari Borneo Balikpapan melaju ke perempat final setelah memukul mundur ervina dari Pengairan Samarinda dengan skor 21-11, 21-8. Untuk maju ke babak semi final, langkah Ernawati tidak semulus sebelumnya, karena telah dihadang seeded 2 Rosaria Yusfin Pungkasari dari PB Djarum Kudus. Sementara Jesica Mujiati (Jaya Raya Bintaro) menekuk Fellysia Valentine Sanjaya 21-17, 21-14. Di perempat final, seeded 1 Maria Elfira Christina telah menanti kedatangan Jesica.







