HASTOMO ARBI : PELUANG TIM THOMAS TETAP BESAR
Posted by valsus on February 23, 2010
Semarang, 21/2 (Antara/FINROLL News) – Mantan pebulu tangkis nasional, Hastomo Arbi, mengatakan peluang tim Thomas untuk lolos ke babak utama tetap besar meskipun tanpa Hendra Setiawan yang harus menjalani perawatan karena sakit.
“Memang kekuatan kita berkurang tetapi saya kira peluang kita masih besar karena di ganda putra kita masih memiliki pasangan Ryan Sukmawan/Jonathan Suryatama, Alvent Yulianto, dan Mohammad Ahsan,” katanya ketika dihubungi dari Semarang, Minggu.
Menurut dia, dengan absennya Hendra maka pasangan Ryan Sukmawan/Jonathan Suryatam naik menjadi ganda pertama kemudian ganda kedua bisa dipasangkan antara Markis Kido/Alvent Yulianto atau Avent/Ahsan, atau Markis/Ahsan.
“Memang kalau Markis berpasangan dengan Hendra maka mereka akan lebih kompak dan klop dibandingkan jika berpasangan dengan yang lainnya tetapi karena kondisi memaksa demikian,” katanya.
Menurut dia, pergantian pasangan dalam event bulu tangkis internasional seperti itu wajar, apalagi selama latihan juga tidak selalu harus pasangannya tetapi juga diputar untuk menghindari kebosanan.
“Pada era saya, pernah seperti itu seperti Christian Hadinata dipasangkan dengan Liem Swie King atau Christian dengan Lius Pongoh,” kata pahlawan Piala Thomas 1984 (saat itu mengalahkan Han Jian dari China).
Pada babak kualifikasi Zona Asia di Thailand, 22-28 Febuari 2010 tim Thomas Indonesia yang diunggulkan di tempat pertama masuk grup A bersama Singapura dan Vietnam.
Tim Thomas Indonesia terdiri dari Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, dan Tommy Sugiarto (tunggal), kemudian Markis Kido/Hendra Setiawan, Ryan Sukmawan/Jonathan Suryatama, serta Alvent Yulianto/Mohammad Ahsan (ganda putra).
“Saya kira kalau melawan Singapura, di atas kertas kita bisa mengalahkan mereka tetapi saya mengingatkan kita jangan meremehkan lawan,” kata Hastomo yang kini menjadi Asisten Manajer PB Djarum Kudus.
Kalau lawan Vietnam, kata dia, yang perlu diwaspadai adalah tunggal pertamanya, yaitu Nguyen Tien Minh. “Saya kira tunggal pertama kita apakah Taufik atau atau Simon perlu waspada terhadap dia,” katanya







