DJARUM Sirkuit Nasional Bulutangkis Manado Kesempatan Bandar Sigit Terbuka Lebar
Posted by valsus on March 2, 2010
Bulutangkis.com – Kesempatan datang lagi bagi atlit PB Djarum Bandar Sigit Pamungkas di arena Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Regional VIII Sulawesi Utara di GOR Arie Lasut, Manado Selasa (2/3) sampai Sabtu (6/3). Ia telah berkaca dari perjalanan Sirnas seri pembuka di Balikpapan yang menempatkannya di posisi semifinalis. Dan kali ini, pemain asal PB Djarum Kudus itu mematok target juara.
Beragam langkah sudah dilakukan selama sepekan ini seusai menjalani kerasnya pertarungan Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Regional VII di Balikpapan, 16 – 20 Februari. “Saya meningkatkan performa fisik. Faktor fisik ini yang terlihat agak mempengaruhi performa saya di Balipapan. Mudah-mudahan dengan meningkatnya daya dukung fisik saya akan lebih maksimal,” Bandar menerangkan.
Selain mengembalikan kinerja fisiknya, Bandar yang akan turun di kelompok tunggal putra dewasa juga mengevaluasi teknik dan strategi bermain yang dianggapnya perlu ditingkatkan untuk menggapai targetnya menggenggam gelar juara. “Saya akan meminimalkan kesalahan sendiri (unforced error). Inilah yang saya kira menjadi penyebab kurang maksimalnya performa di Balikpapan,” urai Bandar.
Akan halnya Bandar, Fauzi Adnan dari Surabaya juga sudah mengambil ancang-ancang untuk menancapkan dominasinya di Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Regional VIII di Manado. Ia pun sudah melalukan serangkaian latihan untuk mengembalikan penampilannya. Kesalahan di seri perdana ketika kinerja sepatunya bermasalah sudah mampu dieliminasi. “Saya ingin bermain baik terlebih dahulu. Soal ke final saya kira ini merupakan pekerjaan berat yang harus dilalui tahap demi tahap dengan baik,” ujar Fauzi.
Baik Bandar maupun Fauzi di tiap gelaran Sirkuit Nasional selalu difavoritkan untuk merebut gelar juara. Keduanya akan menghuni unggulan satu dan dua dimana Fauzi berada di unggulan yang lebih menguntungkan. Fauzi akan ikut Gubernur Open di Riau tanggal 25 – 28 Februari ini yang ia dijadikan sebagai ajang pemanasan sebelum Djarum Sirnas di Mando.
Tak kalah seru dengan tunggal putra dewasa, di kelompok tunggal putri dewasa juga akan terjadi pertarungan memperebutkan gengsi sesama pemain PB Djarum. Maklumlah, memang di kelompok ini, masih menjadi dominasi klub bulutangkis yang tetap konsisten pada sisi pembinaan untuk melahirkan para bintang sehingga mampu meneruskan tradisi juara di arena bulutangkis di berbagai turnamen baik di dalam maupun luar negeri.
Persaingan antara Febby Angguni dan seniornya Maria Elfira Christina akan menjadi tontonan sekaligus tuntunan bagi para juniornya tentang bagaimana melakoni sebuah pertarungan yang menguras tenaga dan mental.
Selain di kelompok dewasa, Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis juga sudah mampu memoles pemain-pemain taruna yang melapis kelompok dewasa. Sebut saja, ganda campuran Pravean Jordan/Gloria Imanuella W. Pasangan yang baru dikawinkan selama tiga bulan ini sudah mampu menjuarai seri Balikpapan.
Namun, tidak menutup kemungkinan pula hadirnya kejutan-kejutan dari pemain lokal yang mungkin luput dari perhatian. Ada sejumlah nama yang mungkin akan menjadi pusat perhatian seperti Adika Koti, Mecky Donggala, Roky, dan Rolangon untuk kelompok tunggal dewasa putra.
Ketua Panitia turnamen yang juga Sekretaris Umum PBSI Sulawesi Utara Alexander Daud menjelaskan dampak turnamen Djarum Sirkuit Nasional di Manado sangat besar dalam menumbuhkan bulutangkis di Sulut. “Apalagi kelak Manado akan menjadi tempat pelatnas desentralisasi sehingga banyak atlet dari kawasan timur Indonesia yang tergerak mempertunjukkan kebolehannya,” ujar Daud.
Menurut Daud, turnamen akan diikuti 65 klub dari 17 Pengprov PB PBSI dimana 20 di antaranya merupakan klub lokal seperti Wailan Mando, Bayangkhara Manado, Elang Sakti Tondano, PB Loku Dolaangmangondow, dan di antaranya juga diikuti pemain dari klub Tisok. Klub terakhir ini pernah melahirkan nama besar Liliana Natsir yang turun di ganda campuran dan ganda putri di tim nasional bulutangkis.
“Manado akan menjadi sentra bulutangkis bagi Kalimantan, Sulawesi sendiri, Maluku, dan Papua. Tentu ini akan mengikis kesenjangan dengan percepatan dan kemajuan bulutangkis di Pulau Jawa,” urai Alexander Daud.
Yan Hariadi mewakili PT. Djarum selaku sponsor utama menegaskan bahwa rangkaian Djarum Sirkuit Nasional merupakan proyek strategis bagi Indonesia untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis negeri ini di kancah internasional. “Dari kerasnya persaingan di pentas nasional ini akan menjadi kawah candra dimuka dan ajang penempaan bagi atlet-atlet bulutangkis yang kelak kita harapkan akan menjadi tulangpunggung kekuatan bulutangkis nasional,” tegas Yan. (Contributed by: Image Dynamics)







