SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Maria Kristin Kena Denda

Posted by valsus on March 11, 2010

Suara Merdeka (JAKARTA)-Pebulu tangkis Maria Kristin Yulianti terkena denda 250 dolar AS, akibat mengundurkan diri dari turnamen Super Series All England 2010.

Atlet asal Kabupaten Tuban Jatim tersebut gagal bertolak ke Birmingham, akibat kakeknya meninggal dunia.

’’Denda tentu akan kami bayar. Keputusan mundurnya Maria dari All England adalah keputusan kolektif PBSI dan pelatih. Jadi tidak akan ada sanksi dari PBSI untuk Maria. Intinya ini kejadian luar biasa.

Tentu tidak diperkirakan sebelumnya,’’ jelas Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto pada Suara Merdeka semalam.

Menurut dia, denda 250 dolar AS, merupakan denda yang diberikan oleh Federasi Bulutangkis Dunia untuk Maria. Denda tersebut sudah ada regulasinya dan bersifat legal.

Yacob Rusdianto menyatakan, pelatih Marleve Mainaky mengambil keputusan untuk memulangkan Maria dari Jakarta ke Jawa Timur. Langkah ini dilakukan setelah konsultasi dengan jajaran PBSI.

’’Tujuannya tentu menjaga mentalitas Maria. Buat apa bertanding kalau tidak fokus karena sedang dalam suasana duka. Keadaan seperti ini bisa mempengaruhi permainannya,’’ungkap Yacob.

Dia mengatakan, tanpa hadirnya Maria Kristin, Indonesia masih bisa menumpukan harapan pada Adriyanti Firdasari atau Maria Febe Kusumastuti di nomor tunggal putri.

Seharusnya kemarin Maria Kristin bertanding melawan Maja Tvrdy dari Slovakia pada babak kualifikasi. Sebenarnya diatas kertas peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 tersebut bisa mengalahkan lawannya.

’’Kami ingin Firda dan Febe bisa berprestasi di sana. Maria juga tidak perlu sedih karena gagal ke Birmingham kali ini,’’ tukas Yacob.

Peringkat 20

Firdasari kini berperingkat 20 dunia. Dia hari ini akan menghadapi Chen Wong dari Hongkong. Sedangkan Febe pada babak pertama menghadapi Shixian Wang dari Cina yang berperingkat 9 dunia.

Yacob Rusdianto semalam memastikan para pemain Indonesia sudah bisa mengatasi faktor cuaca di Birmingham. Simon Santoso cs juga sudah memasuki performa untuk bertanding sesungguhnya.

’’Kami dapat laporan pemain dalam keadaan siap tempur. Harapannya semua bisa melewati awal permainan dengan kemenangan. Ini langkah untuk menggapai gelar maksimal,’’ kata Ketua Pengda PBSI Jatim tersebut.

Yacob Rusdianto juga mendukung penuh target PBSI agar pasangan Nova Widianto/Lilyana ’’Butet’’ Natsir meraih gelar di All England kali ini.

Gelar tersebut akan memecahkan kebuntuan gelar ganda campuran yang dimiliki Indonesia pada 1979 lewat Christian Hadinata/Imelda Wiguna. (D3-83)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,801 other followers