Hanya Seorang Dicoret dari Pelatnas Utama
Posted by valsus on March 29, 2010
SESUAI dengan janjinya, PB PBSI kemarin (25/3) mengumumkan skuad pelatnas Cipayung. Sebagaimana diberitakan, penghuni Cipayung untuk 2010 semakin banyak jika dibandingkan dengan tahun lalu, 80 berbanding 77. Sebanyak 46 di antaranya adalah pebulu tangkis level utama. Sisanya, pebulu tangkis pratama.
Dalam daftar yang dirilis PB PBSI kemarin, dari level pelatnas utama, ada lima pemain yang keluar. Empat pemain mengundurkan diri, yaitu Markis Kido, Hendra Setiawan, Lita Nurlita, dan Lingga Lie. Sedangkan Yoga Pratama menjadi satu-satunya pemain pelatnas utama yang terdegradasi. “Keputusan itu (degradasi Yoga, Red) semata-mata karena alasan teknis,” kata Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto.
Pelatnas level utama semakin gemuk karena ada 13 pemain yang promosi. Sebelas di antara mereka adalah pemain pelatnas pratama. Sementara itu, dua pemain berasal PB Djarum Kudus, yaitu Dionysius Hayom Rumbaka dan Maria Febe Kusumastuti.
Selain mengumumkan pemain pelatnas utama, PB PBSI kemarin membeberkan pemain yang lolos seleknas dan berhak masuk dalam pelatnas pratama. Di kategori itu ada 12 pemain. Di antara jumlah tersebut, PB Djarum menjadi penyumbang terbanyak dengan lima pemain. Hi-Qua Wima dan Jaya Raya Jakarta menyusul dengan menyumbang masing-masing dua pemain. Sedangkan Mutiara Bandung, Tangkas Alfamart, dan Jaya Raya Suryanaga, masing-masing menyumbang seorang pemain.
Ada yang promosi, ada pula yang degeradasi. Dari pelatnas pratama, ada enam pebulu tangkis yang terdegradasi. Mereka adalah Senatria Agus Setia Putra, Kevin Alexander, Erwin Winardi, Weni Setyawati, Luluk Maria Ulfa, serta M. Nur Rofii.
“Mengenai pemilihan siapa yang masuk dan siapa yang keluar, itu sepenuhnya wewenang pelatih masing-masing sektor,” lanjut Yacob.
Terkait dengan peningkatan jumlah penghuni pelatnas, Yacob menyatakan bahwa hal itu diputuskan sesuai dengan kebutuhan. Sebab, ke depan semakin banyak even yang harus diikuti pelatnas. “Ini bukan soal terlalu gemuk atau terlalu besar. Jumlah 80 itu ideal,” tandasnya. (nar/c13/ang)








Haryadi Sapta said
Pencoretan pemain yg katanya berdasarkan masukan dr masukkan pelatih. Menurut saya blm fair benar krn kriteria apa mencoret pemain tsb. Krn banyak pemain pratama yg ada saat ini dilihat dr prestasi dan potensi msh jauh dibanding dg pemain yg tercoret, misalnya Siswanto, Danu dll. Siswanto dan Danu blm pernah masuk semifinal sirnas, malah mereka dg pemain di luar pelatnas seusia dgn mereka masih kalah jauh. Bagaimana ini ? apa memang sdh fair dlm hal pencoretan dan rekrut pemain ?. Mari kita buktikan dlm 1 thn bagaimana hasil ?. Jika tdk terbukti siapa yg salah ?. Pengurus, pelatih atau pemandu bakat ?