Maria Kristin Terlempar Tidak Masuk Skuad Pelatnas Proyeksi AG
Posted by valsus on March 29, 2010
AKARTA – Sikap tegas ditunjukkan pelatnas PB PBSI di Cipayung dalam membentuk skuad proyeksi Asian Games XVI/2010 Guangzhou. Dalam daftar skuad pelatnas yang dilansir kemarin (25/3), mereka tidak memasukkan nama Maria Kristin Yulianti.
Dalam beberapa bulan terakhir, performa Maria memang terus menurun. Tepatnya sejak ditinggal pelatihnya, Hendrawan, yang hijrah ke Malaysia sejak tahun lalu. Akibatnya, peringkat dia saat ini melorot sampai di urutan ke-51 BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).
Namun, tetap saja keberanian PB PBSI untuk tidak memasukkan nama Maria ke pelatnas proyeksi Asian Games XVI sebagai satu hal yang mengagetkan. Sebab, sepeninggal Susi Susanti dan Mia Audina, Maria-lah tunggal wanita yang mampu merebut medali di Olimpiade. Pada Olimpiade Beijing 2008, dia merebut perunggu setelah mengalahkan wakil tuan rumah Lu Lan.
Catatan itu jauh lebih baik daripada tunggal wanita yang kemarin diumumkan PB PBSI masuk pelatnas proyeksi Asian Games. Mereka adalah Adriyanti Firdasari, Aprilia Yuswandari, Maria Febe Kusumastuti, serta Linda Weni Fanetri. Seluruhnya bahkan belum bisa menjadi juara di level super series.
Kenapa Maria tidak dimasukkan pelatnas? “Asian Games adalah even besar. Bisa dibilang ini adalah kejuaraan dunia di luar peserta dari Eropa,” ungkap pelatih kepala pelatnas Cipayung Christian Hadinata kemarin. “Jadi, kami harus menyiapkan pemain terbaik dalam even itu,” tambahnya.
Pria berambut putih itu tidak bersedia menjelaskan alasan rinci kenapa Maria tidak dipilih. Dia mengatakan, hal itu sudah sesuai dengan masukan pelatih masing-masing. Sebagaimana diketahui, pelatih tunggal wanita ialah Marlev Mainaky.
Terpisah, Marlev menyatakan sudah melakukan penilaian seksama sehingga tidak memasukkan Maria dalam skuad pelatnas. Salah satu pertimbangan utama adalah peringkat atlet bersangkutan. Selain itu, penampilan mereka dalam sejumlah even terakhir.
“Dari awal, atlet sudah tahu kriteria pemilihan itu. Mereka juga sudah saya beri tahu siapa saja yang akan masuk,” ungkap mantan pemain tunggal pria tersebut.
Namun, Marlev juga menegaskan bahwa dengan tidak masuknya Maria dalam daftar skuad pelatnas, peluangnya untuk tampil di Guangzhou belum sepenuhnya tertutup. Sebab, penentuan skuad saat ini baru tahap awal. Finalisasi pemain yang akan diturunkan ke Guangzhou dilakukan dua bulan menjelang even yang diselenggarakan November itu. Jika dalam beberapa bulan ke depan bisa membuktikan kemampuannya, Maria bisa saja masuk pelatnas dan berangkat ke Guangzhou. (nar/c10/ang)







