SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Archive for April, 2010

Indonesia Harus Waspadai Korsel !

Posted by valsus on April 30, 2010

SEMARANG, Kompas.com – Ketua PB Djarum Kudus, Yopi Rosimin, mengatakan tim Piala Thomas Indonesia tetap harus mewaspadai Korea Selatan pada babak delapan besar. Meskipun tidak diperkuat pemain andalannya di nomor ganda, Lee Yong Dae, Korsel tetap tangguh.

“Tanpa Lee Yong Dae, ganda Korea tetap kuat karena pemain di bawahnya–dua tingkat di bawah Lee–tetap bagus meskipun belum pernah juara di berbagai turnamen internasional,” kata Yopi, Kamis (29/4/10).

Kemudian, kata dia, yang harus diingat tipikal pemain Korsel adalah tampil ngotot saat bermain di nomor beregu seperti Piala Thomas dibandingkan saat tampil di kejuaraan perorangan.

Di Piala Thomas kali ini, Korsel kehilangan Lee Yong Dae. Pemain spesialis ganda ini tidak bisa memperkuat negaranya pada putaran final perebutan Piala Thomas-Uber di Kuala Lumpur, Malaysia, 9-16 Mei 2010.

Peraih medali emas Olimpiade Beijing pada nomor ganda campuran berpasangan dengan Lee Hyo Jung itu tidak termasuk dalam daftar nama anggiota tim.

Lee Yong Dae bersama pasangannya di ganda putra, Jung Jae Sung menempati peringkat kedua dunia setelah meraih tiga gelar Super Series di Indonesia, Hongkong, dan China 2009, serta gelar di negaranya tahun ini.

Menurut Yopi, Indonesia (unggulan kedua), Malaysia (unggulan ketiga), dan Denmark (unggulan keempat) memiliki peluang yang sama untuk bertemu Korsel pada babak perempat final. Pasalnya, pada babak ini empat negara non-unggulan akan diundi untuk menentukan lawannya.

“Kalau Korea bertemu China (unggulan pertama) kemungkinannya kecil karena mereka sudah satu grup pada babak penyisihan (China, Korea Selatan, dan Peru masuk Grup A),” katanya.

“Saya kira Korea Selatan merupakan kuda hitam pada perebutan Piala Thomas di Malaysia mendatang meskipun tidak masuk unggulan,” katanya menegaskan.

Ketika ditanya jika Taufik Hidayat dan kawan-kawan bertemu Korea Selatan pada babak perempat final, dia mengatakan, Indonesia harus bisa mengambil nilai dari dua nomor tunggal dan satu ganda putra.

Tim dari Negeri Ginseng tersebut, kata dia, memiliki pemain tunggal cukup bagus, yaitu Park Sung Hwan dan kemungkinan ditempatkan sebagai tunggal pertama dan bertemu Taufik Hidayat yang juga menempati tunggal pertama.

“Kita harus mengambil dua nomor tunggal karena mereka juga memiliki tunggal yang cukup kuat, Park Sung Hwan,” katanya.

Tim Thomas Indonesia yang masik grup D bersama India dan Australia terdiri dari Taufik Hidayat, Sonny Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka (tunggal), Markis Kido, Hendra Setiawan, Alvent Yulianto, Mohammad Ahsan, Hendra AG, dan Nova Widianto.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taufik Sendirian Lagi di 10 Besar

Posted by valsus on April 30, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Tunggal putra veteran Taufik Hidayat menjadi satu-satunya pemain Indonesia di peringkat 10 besar Federasi Bulu Tangkis Dunia, pekan ini.

Dalam daftar yang dikeluarkan BWF, Kamis (29/4/2010), Taufik berada di peringkat kelima. Ia berada di bawah Lee Chong Wei (Malaysia/1), Lin Dan (China/2), Chen Jin dari China di peringkat ketiga, dan pemain Denmark, Peter Gade, di peringkat keempat.

Pemain peringkat kedua Indonesia, Sony Dwi Kuncoro, berada di luar peringkat 10 besar. Sony berada di peringkat ke-11, sementara rekan sesama pelatnas Cipayung, Simon Santoso, berada di peringkat ke-12.

Pemain Indonesia lainnya berada di luar peringkat 20 besar. Pemain muda Dionysius Hayom Rumbaka ada di peringkat ke-26, diikuti pemain PB Djarum, Andre Kurniawan Tedjono, di peringkat ke-34.

Pemain pelatnas, Tommy Sugiarto, turun 2 tingkat ke peringkat ke-117, sementara Alamsyah Yunus mengalami peningkatan drastis 48 tingkat ke peringkat ke-120.

Daftar peringkat pemain:

1. MAS [MAS] Lee Chong Wei

2. CHN [CHN] Lin Dan

3. CHN [CHN] Chen Jin

4. DEN [DEN] Peter Hoeg Gade

5. INA [INA] Taufik Hidayat

6. VIE [VIE] Nguyen Tien Minh

7. THA [THA] Boonsak Ponsana

8. CHN [CHN] Bao Chunlai

9. DEN [DEN] Jan O Jorgensen

10. CHN [CHN] Chen Long

11. INA [INA] Sony Dwi Kuncoro

12. INA [INA] Simon Santoso

13. KOR [KOR] Park Sung Hwan

14. JPN [JPN] Kenichi Tago

15. HKG [HKG] Hu Yun

16. MAS [MAS] Wong Choong Hann

17. CHN [CHN] Du Pengyu 0

18. IND [IND] Anand Chetan

19. GER [GER] Marc Zwiebler

20. HKG [HKG] Chan Yan Kit

26. INA [INA] Dyonisius Hayom Rumbaka

34. INA [INA] Andre Kurniawan Tedjono

87. INA [INA] Andreas Adityawaraman

101. INA [INA] Adnan Fauzi

117. INA [INA] Tommy Sugiarto

120. INA [INA] Alamsyah Yunus

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Masa Depan Pebulutangkis, dari Sirnas ke Profesional

Posted by valsus on April 30, 2010

SEJALAN dengan popularitas bulungtangkis di Indonesia, berbagai turnamen tepok bulu itu banyak digelar di tanah air. Walaupun berskala nasional, turnamen seperti Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis (Sirnas), Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), menghitung poin para pemain yang turun dalam turnamen seperti ini.

Hal ini tentu mengatrol peringkat pemain yang sering juara. Tidak hanya itu, belakangan gengsi sirnas juga melambung, berkat hadiah yang tinggi. Minimal hadiah sebesar Rp 165 juta diperebutkan para pemain, setiap kali sirnas digelar.

Tahun ini terdapat sembilan turnamen sirnas diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Penentuan tuan rumah sirnas pun bukan perkara gampang. Pasalnya, dikarenakan gengsi yang meningkat, berbagai daerah berebut menjadi penyelengara. Khusus untuk Jawa Tengah, Kota Tegal berkesempatan menggelar putaran keenam sirnas, pada 12-17 Juli mendatang

”Sedikit banyak bisa mengangkat nama pemain. Turnamen ini tentu dapat melahirkan bintang masa depan, meskipun tentu tidak akan banyak,” kata Nadya.

Sementara Maria Elfira Christina, pemain tunggal putri dari PB Djarum Kudus menyatakan, melalui sirnas dapat dilihat calon bintang bulutangkis masa depan.

”Saya gembira bisa menjuarai turnamen sirnas, apalagi yang saya kalahkan para pemain yang lebih sering juara dari saya. Saya ingin menjadi juara dunia pada masa mendatang. Saya harus belajar dari turnamen nasional dulu, sirnas tentu sangat banyak manfaatnya,” tutur juara tunggal putri Djarum Sirnas Pekanbaru, Ana Rovita, yang kini baru berusia 19 tahun.

Menepis Kesenjangan Menurut Sekjen PB PBSI Yacob Rusdiyanto, gelaran sirnas dapat menipiskan kesenjangan bulutangkis di Jawa dan di luar Jawa. alasannya, sirnas digelar di berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan hadiah yang meningkat diharapakan para pebulutangkis dapat dapat menggantungkan hidupnya lewat sirnas, sehingga tidak mesti ke luar negeri.

Tidak hanya menarik perhatian pemain muda, juara ganda putra olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan, ikut turun di gelanggang dalam putaran sirnas di Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Kehadirannya tentu membawa pengaruh positif, dan menjadi magnet di daerah karena mereka haus tontonan bulutangkis kelas dunia. Di sisi lain, kehadiran mereka menjadi tantangan pemain lain untuk dapat berjaya.

Mengalahkan pasangan seperti Markis/Hendra, tentu menjadi hal yang luar biasa, apalagi bila aksi mereka disiarkan televisi.

Dalam perkembangannya, pebulutangkis pun banyak terjun ke profesional, layaknya petenis. Jalan profesional sendiri dirintis, salah satu pemain ganda putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, Candra Wijaya.

Setelah Candra, muncul banyak pemain profesional, seperti Taufik Hidayat, Hendra Aprida Gunawan, Alvent Yulianto, Luluk Hadiyanto, Joko Riyadi, dan Vita Marissa. Semuanya adalah mantan pemain pelatnas. Terakhir, sejak tahun ini, Markis Kido/Hendra Setiawan, juga banting setir menjadi pemain profesional.

Dengan mengantongi gelar juara dunia dan Olimpiade membuat nilai kontraknya sangat tinggi bagi Markis dan Hendra. Produsen alat-alat bulutangkis lokal Flypower berani membayar mahal keduanya. Rumor yang berkembang, nilai per tahunnya dikabarkan mencapai Rp 1 miliar untuk masing- masing pemain tersebut.

Kontrak dengan nilai tinggi juga didapat Taufik Hidayat. Pemain asal Bandung ini laku keras, karena tidak saja Yonex yang mendukungnya tetapi juga produsen non alat olahraga. Melihat kenyataan itu, bulutangkis, cabang olahraga yang sering mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, ternyata bisa menjadi pegangan hidup.

Memang, tidak mudah menjadi pemain profesional. Mereka tentu harus membuktikan diri menjadi yang terbaik, baik di turnamen nasional maupun internasional, sponsor akan datang.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Dari Kota Batik Asa Meraih Piala Thomas Uber Digelar

Posted by valsus on April 29, 2010

Bulutangkis.com – Tak terasa ajang perebutan Piala Thomas sudah semakin dekat. Gaungnya di tanah air sudah semakin hangat. Tak kurang dua minggu lagi ajang perebutan kejuaraan bulutangkis beregu ini akan digelar. Persisnya di Kuala Lumpur, Malaysia, 9-16 Mei pebulutangkis-pebulutangkis kita menjadi tumpuan asa masyarakat Indonesia untuk meraih kedua piala yang sudah lama terlepas.

Kerinduan untuk meraih kedua piala semakin membungkah. Ada rasa optimis ditengah sikap pesimis yang begitu besar. Sebuah kewajaran di tengah minimnya prestasi atlit-atlit bulutangkis kita sepanjang tahun 2009 dan memasuki tahun 2010.

Setelah melewati babak kualifikasi zona Asia Piala Thomas dan Uber pada akhir bulan Februari lalu di Nakorn Ratchasima, Thailand pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia siap untuk mengikuti pertarungan akbar bulutangkis yang digelar dua tahun sekali ini.

Melewati babak kualifikasi zona Asia dengan gemilang, kini skuad Tim Thomas dan Uber Indonesia telah terpilih. Berbeda dengan skuad saat kualifikasi zona Asia, kali ini skuad yang terpilih pada putaran final dianggap merupakan pebulutangkis-pebulutangkis terbaik Indonesia saat ini yang diharapkan mampu meraih hasil maksimal. Merebut kembali Piala Thomas dan Uber.

Pebulutangkis-pebulutangkis putra Indonesia terpilih untuk merebut Piala Thomas adalah Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Dionysius Hayom Rumbaka yang turun di nomor tunggal. Markis Kidos, Hendra Setiawan, Alvent Yulianto, Hendra AG, Mohammad Ahsan, dan Nova Widianto pada nomor ganda.

Sementara pebulutangkis-pebulutangkis putri kita yang sangat minim prestasi dan selalu menjadi tumpuan pesimisme sebagian masyarakat juga telah terpilih adalah Maria Febe Kusumastuti, Adriyanti Firdasari, Maria Kristin dan Linda Weni Fanetri sebagai atlit tunggal. Greysia Polii, Nitya Krishinda, Meiliana Jauhari, Shendy Puspa Irawati, Liliyana Natsir dan Anneke Feinya Agustin sebagai atlit ganda.

Seperti kebiasaan yang lalu sebelum mengikuti ajang perhelatan akbar ini tim Indonesia melakukan uji coba yang disaksikan masyarakat. Uji coba ini tentunya sesuatu yang ditunggu masyarakat untuk melihat kekuatan tim Indonesia dan memberikan dorongan bagi atlit-atlit Indonesia untuk bertarung. Kota Solo yang menjadi tempat uji coba menjadi pilihan yang tepat. Kota Solo sebagai kota yang banyak melahirkan pebulutangkis-pebulutangkis handal Indonesia ditingkat internasional diantaranya Indratno, Indra Gunawan, Icuk Sugiarto, Gunawan, Joko Supriyanto, Bambang Supriyanto.

Uji coba yang digelar pada hari Minggu, 25 April 2010 di GOR Sritex berjalan sukses dengan sambutan luar biasa dari masyarakat kota batik Solo. Gedung Sritex yang berkapasitas 5000 orang terlihat penuh diisi masyarakat Solo yang begitu antusias mengikuti pertandingan uji coba dan memberikan dukungan kepada atlit-atlit bulutangkis yang bertanding.

Pertandingan simulasi tim putri berlangsung antara atlit-atlit tim Uber dan atlit pelatnas yang terdiri dari dua tim yaitu tim Rajawali dan tim Garuda. Sementara tim putra terdiri atlit Pelatnas dan Non pelatnas. Pertandingan uji coba yang ditonton masyarakat yang memenuhi GOR Sritex mampu membangkitkan suasana pertarungan yang mendekati suasana pertarungan pada piala Thomas dan Uber yang sesungguhnya.

Uji coba telah berlangsung ada banyak hal yang masih perlu dibenahi dari beberapa sektor khususnya tim putri.

Hasil Uji Coba Tim Piala Thomas dan Uber

Tim Rajawali vs Tim Garuda 3-2 :

- Rennna Soewarno vs Aprilla Yuswandari 15-21, 16-21

- Nitya Krishinda/ Suci Rizky Andini vs Anneke Feinya/Annisa Wahyuni 19-21, 14-21

- Maria Kristin vs Linda Fenny Fanetri 22-20, 21-8

- Lilyana Natsir/Sendy Puspa vs Greysia Polii/ Meliana Djauhari 18-21, 21-8, 22-20

- Maria Febe vs Adriyanti Firdasari 13-21, 21-18, 21-18

Pelatnas vs Non-pelatnas 4-1 :

- Dionysius Hayom Rumbaka vs Andreas Adityawarman 21-17, 21-13

- Simon Santoso vs Andre Kurniawan 21-6, 21-12

- Mohammad Ahsan/ Nova Widianto vs Alvent Yulianto/Hendra AG 21-16, 24-22

- Markis Kido/Hendra Setiawan vs Bona Septano/Rian Sukmawan 16-21, 21-14, 21-17

- Sony Dwikuncoro vs Taufik Hidayat 21-19, 21-11

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Greysia : Kita Lebih Unggul dari Denmark

Posted by valsus on April 29, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Pemain ganda putri Indonesia Greysia Polii yakin tim Piala Uber Indonesia sedikit lebih unggul dibandingkan dengan Denmark yang akan mereka hadapi dalam babak grup.

“Tim kita sedikit lebih unggul, tetapi tetap tidak boleh lengah,” ujar Greysia di Pelatnas Cipayung, Rabu (28/4/10).

Dalam susunan pemain tim Piala Uber, Denmark memasukkan juara All

England Tine Rasmussen pada tunggal dan pasangan Camilla Rytter Juhl/Lena Frier Kristiansen, runner-up Denmark Super Series 2009.

“Tetapi Juhl sudah lama tidak berpasangan dengan Lena karena dia

sekarang difokuskan ke ganda campuran,” ujar Greysia yang pernah bertemu dengan pasangan tersebut tiga kali saat ia masih berduet dengan Nitya Krishinda.

“Kami menang dua kali dan kalah sekali dari mereka,” kata Greysia yang belakangan ini dipasangkan dengan Meiliana Jauhari.

Pada tunggal putri, selain pemain peringkat tujuh dunia Tine Rasmussen, Denmark memasukkan Camilla Sorensen (peringkat 51), Karina Jorgensen, dan Line Kruse.

Melihat susunan pemain tersebut, tunggal putri Indonesia Maria Kristin Yulianti mengatakan hanya Tine yang cukup berat untuk dihadapi. Tetapi pemain lain, menurut Maria yang merupakan tunggal ketiga, mereka optimistis mampu menang.

Tentang Tine, tunggal pertama tim Uber Indonesia Maria Febe

Kusumastuti mengatakan, pemain jangkung juara Eropa dan All England itu adalah pemain yang sangat kuat tenaganya.

“Dia kuat sekali,” kata Febe yang pernah bertemu Tine di Hongkong Super Series 2008.

Untuk mengatasinya, lanjut dia, pemain jangkung itu harus dibuat pontang panting di lapangan untuk mengurangi kekuatannya.

Tim Uber Indonesia berada dalam Grup B bersama Denmark dan Australia. Pada pertandingan babak grup, tim Indonesia akan bertemu Australia terlebih dahulu pada hari pertama turnamen (9/5), dilanjutkan melawan Denmark pada hari ketiga (11/5).

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Pemain Film King Bangga Main di Pelatnas

Posted by valsus on April 29, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Menginjakkan kaki di arena Pelatnas Cipayung, Jakarta, mungkin adalah hal biasa bagi sebagian orang. Namun, tidak demikian bagi Jonathan Christie, pemeran Arya dalam film King.

Peraih gelar juara nomor tunggal putra MILO School Competition (MSC) ini mengaku sempat deg-degan mengawali laga final MSC di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (28/4/2010).

“Awalnya sih tegang. Tapi pas mulai main, sudah lupa tegangnya,” ujarnya diselingi senyum lebar.

Ya, dalam keikutsertaan pertamanya pada ajang MSC, atlet cilik yang akrab disapa “Jo” ini memang tidak main-main menunjukkan kemampuannya. Terbukti, ia mampu melibas lawannya, Yardis Setiawan, dari Makassar sebanyak dua set langsung, 21-13, 21-9.

Jo mengawali kecintaannya terhadap bulu tangkis lewat kegiatan ekstrakurikuler sekolah di St Antonius, Jakarta. Lambat laun, prestasinya berkembang dan tercatat mampu meraih dua medali emas dari nomor tunggal putra dan ganda campuran serta satu medali perak dari ganda putra pada Kejuaraan Antar Pelajar ASEAN 2008.

Penggemar berat pebulu tangkis asal China, Lin Dan, ini bahkan mendapatkan penghargaan Satya Lencana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada awal tahun 2009. Melalui Hendri Saputra, pelatih Simon Santoso, bakat Jo pun dilirik untuk dikembangkan di Klub Tangkas Alfamart.

Bagi Jo yang telah menggeluti dunia bulu tangkis sejak usia 6 tahun ini, bisa bermain di Pelatnas Cipayung merupakan impiannya sejak dulu. Maka dari itu, bisa bermain langsung di pelatnas dan disaksikan langsung oleh para pemain pelatnas lainnya merupakan suatu kebanggaan tersendiri.

“Cita-cita saya dari dulu ya ingin masuk sini (pelatnas). Semoga paling tidak beberapa tahun ke depan saya benar-benar bermain di sini sebagai bagian dari pelatnas,” tandas siswa SMP 220, Jakarta, ini penuh harap.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | 3 Comments »

Tim Thomas dan Uber Nonton Rekaman Lawan

Posted by valsus on April 29, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com – Jelang final Piala Thomas Uber 2010 yang kurang dari dua minggu lagi, Tim bulu tangkis Thomas/Uber Indonesia akan menjalani konsentrasi penuh di Pelatnas Cipayung.

Konsentrasi tersebut akan dilakukan dalam bentuk pemantauan performa dan penampilan para pebulutangkis lainnya melalui rekaman pertandingan.

Hal tersebut diungkapkan, I Gusti Made Oka, Wakil Ketua PB PBSI di sela Turnamen MILO School Competition di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Rabu (28/4/2010). “Untuk sepuluh hari ini kami akan mengkonsentrasilkan para pemain melalui litbang, yaitu dengan mempelajari permainan lawan di rekaman pertandingan,” ungkapnya.

Mengenai sususan tim sendiri, Made Oka mengaku tidak akan banyak perubahan terutama di barisan pemain utama selain masuknya Nova Widianto, Hendra Aprida Gunawan, dan Linda Weni Fanetri.

Para pemain ini secara resmi akan dilepas menuju Malaysia pada Rabu (5/4/2010) mendatang, sedangkan keberangkatannya dipastikan pada Jumat (7 /4/2010 dan mulai bertanding pada Minggu, (9/5/2010).

Untuk peluang juara, Made Oka mengaku optimistis. Baginya kesempatan terbuka lebar untuk menjadi juara bagi Tim Thomas terutama dengan absennya ganda andalan Korea Selatan, Lee Yong Dae.

Sedangkan untuk tim Uber, Ia tidak berani menargetkan terlalu tinggi tapi tetap yakin para srikandi Indonesia ini mampu memeberikan yang terbaik. “Biar bagaimanapun kita tetap harus optimistis. Melawan Australia, saya kira bisalah, sedangkan India itu lumayan sulit. Untuk tim Uber saya masih tidak bisa memperkirakan tapi saya menargetkan juara grup bagi mereka dengan harapan tidak bertemu lawan berat seperti China dan Malaysia,” paparnya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taufik Kalungkan Medali Juara

Posted by valsus on April 29, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah berjuang keras menjadi juara di daerah masing-masing, para atlet cilik yang menjadi finalis MILO School Competition (MSC) kembali unjuk gigi di depan idola mereka di Pelatnas Cipayung, Jakarta. Dalam laga final ini, 24 pertandingan digelar meliputi tunggal SD putra, tunggal SD putri, tunggal SMP putra, tunggal SMP putri, ganda SMP putri, dan ganda SMP putra.

Laga penutup dan acara penyerahan medali ini dihadiri pebulu tangkis kawakan Indonesia, Taufik Hidayat. Pebulu tangkis berusia 28 tahun ini pun menyambut positif penyelenggaraan MSC sebagai bentuk pembibitan bagi pebulu tangkis Indonesia.

“Saya harap kejuaraan ini bisa menjadi motivasi bagi mereka (finalis). Dengan adanya dukungan dari PBSI dan sekolah mereka masing-masing, bukan mustahil kalau enam sampai sepuluh tahun lagi mereka bisa berlatih di Cipayung,” tandas Taufik kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/4/2010), yang sudah berlatih bulu tangkis sejak sekolah dasar.

Selepas pemberian medali, Taufik juga menyempatkan diri untuk mengalungkan medali dan berfoto bersama para juara MILO School Competition.

Berikut nama-nama para juara Milo Competition School 2010 di Jakarta:

Tunggal SD Putri: Sarah Christin (DKIJjakarta), Tunggal SD Putra: Handoko Yusuf (DKI Jakarta), Tunggal SMP Putri: Bella Savira C (DKI Jakarta), Tunggal SMP Putra: Jonathan Christie (DKI Jakarta), Ganda SMP Putri: Monica intan/Rosita Eka Putri (DI Yogyakarta) Ganda SMP Putra: Rahmad Riyanto/Satriawan (DI Dogyakarta)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Delapan Negara Ikuti Indocock

Posted by valsus on April 29, 2010

SURABAYA, KOMPAS.com- Atlet-atlet muda bulu tangkis Kota Surabaya bakal beradu tangkas dengan pebulu tangkis asing pada Indocock Walikota Surabaya Cup VII, 4-8 Mei di Surabaya. Kejuaraan ini bakal diramaikan sekitar 80 peserta dari delapan negara asing. Dari ajang ini, atlet muda Kota Surabaya akan diasah kemampuannya.

Berdasar catatan panitia, kejuaraan ini diikuti 1.235 peserta. Selain datang dari berbagai klub bulu tangkis dalam negeri, ada delapan negara asing yang mengirimkan wakilnya. Yakni Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, India, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.

“Kejuaraan ini sebagai wadah atlet Surabaya untuk asah kemampuan dan prestasi. Selain berfungsi sebagai pembinaan usia dini, ajang ini sekaligus kaderisasi atlet berprestasi dalam negeri,” kata Sekretaris Panitia Indocock Walikota Surabaya Cup VII I Wayan Parna, Rabu (28/4/2010) di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Wayan, kelompok usia yang dipertandingkan di Indocock Walikota Surabaya Cup VII adalah anak-anak, pemula, remaja, taruna, dewasa, dan veteran. Ada 14 atlet pemusatan latihan nasional pratama yang turun di kejuaraan ini. Namun, mereka akan mewakili klub tempat mereka berasal.

Dari kejuaraan serupa tahun lalu, atlet Kota Surabaya masih kalah dari peserta di luar Jatim. Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum dari Jateng keluar sebagai jawara dengan raihan tujuh emas, lima perak, dan lima perunggu. Menyusul di peringkat kedua adalah klub Alfamart Jakarta (3 emas, 3 perak, 1 perunggu) dan klub Mutiara Bandung (2 emas, 1 perak, 3 perunggu).

Sementara itu, Surabaya yang diwakili lima klub, yakni Citra Raya Unnesa, Jaya Raya Surya Naga, Surya Baja Surabaya, Berlian, dan Hi-Qua Wima Surabaya, hanya meraih tiga emas, dua perak, dan 11 perunggu. Saat ini, kelima klub tersebut bakal turun lagi di Indocock Walikota Surabaya Cup VII.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kido Sambut Baik Absennya Yong Dae

Posted by valsus on April 29, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemain andalan Korea Selatan pada nomor ganda, Lee Yong Dae, tidak akan memperkuat negaranya dalam putaran final Piala Thomas yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 9-16 Mei.

Nama peraih medali emas Olimpiade Beijing pada ganda campuran bersama Lee Hyo Jung itu tidak termasuk dalam daftar nama anggota tim yang dikeluarkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Senin (26/4/2010).

Bersama Jung Jae Sung, Lee saat ini menempati peringkat dua dunia ganda putra setelah meraih tiga gelar Super Series tahun lalu di Indonesia, Hongkong, dan China, serta di negara mereka tahun ini.

Pemain ganda putra Indonesia, Markis Kido, mengatakan, peluang untuk meraih kemenangan atas pasangan Korea lebih terbuka dengan absennya Lee Yong Dae. “Wah kans-nya lebih besar kalau dia tidak ada,” kata Kido, Selasa, mengenai pemain yang sangat tangguh pada ganda putra dan campuran itu.

Pada Piala Thomas, Korea berada dalam Grup A bersama juara bertahan China dan Peru. Pemain peringkat atas yang juga tidak dimasukkan ke dalam tim negaranya adalah tunggal putri peringkat ketiga dunia, Wang Lin.

Juara bertahan Piala Uber, China, memilih memasukkan Wang Sixian dan Jiang Yanjiao yang berturut-turut menempati peringkat keempat dan kelima dunia, bersama dua pemain peringkat teratas, Wang Yihan dan Wang Xin, untuk memperkuat tim mereka.

Kejutan lainnya datang dari tim Thomas Denmark yang memasukkan nama pemain yang sudah mengakhiri kariernya sebagai pemain, Kenneth Jonassen. Kenneth yang saat ini menjadi pelatih kepala di negaranya dan akan segera melatih di Inggris, bergabung bersama tiga tunggal putra terbaik Denmark, Peter Gade, Jan O Jorgensen, dan Joachim Persson

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,798 other followers