Program di Akmil Tidak Dilanjutkan
Posted by valsus on April 1, 2010
JAKARTA – PB PBSI tahun lalu membuat gebrakan. Mereka menempatkan pemain pelatnas pratama di Akademi Militer (Akmil) di Magelang selama enam bulan. Tujuannya, fisik, nasionalisme, dan kedisiplinan pebulu tangkis bisa ditempa lebih baik.
Namun, program itu kemungkinan besar tidak dilanjutkan tahun ini. Sebab, jumlah pemain pelatnas pratama yang direkrut tahun ini jauh menurun.
”Kami masih nego dengan pihak Akmil untuk membawa mereka (pemain pelatnas pratama, Red) ke sana,” kata Wakil Ketua II PB PBSI I Gusti Made Oka kemarin (30/3). ”Tapi, sepertinya, tidak ke Magelang karena jumlah anak baru terlalu sedikit,” lanjutnya.
Tahun lalu, ada 39 pemain pelatnas pratama yang direkrut. Tahun ini, hanya ada 12 atlet pelatnas pratama baru. Mereka akan bergabung dengan 22 pemain pelatnas pratama lain yang masuk tahun lalu. Sebelas atlet dipromosikan ke pelatnas utama dan enam dipulangkan karena dianggap tidak berkembang.
Oka mengungkapkan, melihat kebutuhan dan kualitas pemain yang mengikuti seleknas tahun ini, hanya 12 orang itu yang dipanggil ke pelatnas pratama. Kendati demikian, dia menyatakan, jika tak bisa diberangkatkan ke Magelang, anak-anak baru itu tetap akan mendapatkan pembinaan mental di markas pelatnas di Cipayung.
Mereka akan datang ke pusat pelatihan bulu tangkis di Jakarta Timur itu mulai besok (1/4). ”Ada pengaruh bagus secara mental dan fisik dengan pelatihan di Akmil. Tapi, kalau tidak bisa di sana, kami akan berusaha semaksimal mungkin di Jakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Bellaetrix Manuputty, salah seorang atlet pelatnas pratama angkatan 2009, menyatakan merasa sedih dengan dicoretnya enam kawan seangkatannya. ”Mereka keluar dari Cipayung pada Sabtu (27/3). Jumat malam (26/3), kami seangkatan makan-makan untuk melepas mereka,” ungkapnya. Menurut dia, mereka semua merasa dekat karena mengalami susah dan senang bersama selama di Magelang. (nar/c12/ang)







