SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Maria Talk Less Do More

Posted by valsus on April 10, 2010

Dunia perbulutangkisan Indonesia sedang berada di ujung maut. Bak pasien yang sedang terluka dan berada di ruang unit gawat darurat demikianlah sekilas gambaran tak menyejukkan dari prestasi srikandi-srikandi bulutangkis kita dewasa ini.

Merosot tajamnya prestasi pebulutangkis puteri kita seiring sepeninggalan duo maestro langganan medali Olimpiade, Susi Susanti dan Mia Audina yang dirasa terlalu cepat menyatakan pensiun dan meninggalkan adik-adiknya di pelatnas.

Hampir tidak ada yang bisa memprediksi bahkan bicarapun harus berhati-hati apalagi menyangkut tentang kemungkinan para singelar puteri kita mendapat gelar di setiap turnamen internasional yang mereka ikuti. Tidak juga para pelatih dan pimpinan teras PBSI sebab memang dari sejumlah nama pemain yang nangkring di pelatnas tidak ada satupun yang mampu menjanjikan gelar.

Jangankan gelar syukur-syukur para pemain kita bisa lolos dari babak kualifikasi maupun babak-babak pendahuluan saja sudah dinilai bagus untuk perkembangan mental tanding dan catatan pertandingan yang dilakoni. Di tengah segala keraguan yang ada ditambah semakin pusingnya para pelatih untuk mencari formula yang pas dalam menggodok anak-anak asuhnya di pelatnas untuk menghasilkan juara dunia tetap saja tidak berhasil.

Apalagi dominasi para pemain Cina yang selalu merajai di setiap event yang berlansung. Hampir pasti para pemain Indonesia siapaun yang bertanding sudah menyerah duluan.

Namun harapan itupun muncul. Di saat banyak kecaman dan tudingan yang diarahkan pada PBSI dan tidak sabarnya masyarakat kita menantikan the next Susi or the next Mia yang akan tampil sebagai ratu bulutangkis Indonesia, bersinarlah mutiara itu namanya Maria. Lengkapnya Maria Kristin Yulianti.

Bisa dikatakan Maria Kristin adalah stok lama PBSI dan antara tahun 2006-2007 adalah masa-masa kelamnya selama menggeluti bulutangkis. Bagaimana tidak karena selalu dibekap cedera berkepanjangan dan tidak kunjung membaiknya prestasinya maka sempat PBSI memulangkannya ke klub lamanya PB Djarum dan nyaris dicoret dari pelatnas bulutangkis Indonesia.

Akan tetapi Maria buktikan bahwa dengan kekuatan doa dan kerja kerasnya dia mampu menjawab semua keraguan yang menyerang dirinya dari segala sisi. Sedikit bicara tetapi banyak bertindak itulah suatu fakta yang dilakukan Maria.

Orang-orang yang selama ini mencibir dia dan seakan hendak menendang dia dari pelatnas seakan terdiam membisu seribu bahasa dan berbalik 180 derajat mensupport dia untuk terus melanjutkan tongkat estafet yang ditinggalkan para seniornya tersebut.

Pemain kelahiran Tuban, 2 Juni 1985 dengan tinggi badan hanya 1.69 m saja memulai sebagai pebulutangkis nasional sejak tahun 2004. Melihat dari permainannya kita semua pastilah sepakat bahwa kerapkali kita merasa gemes melihat bagaimana Maria bermain di lapangan sepertinya tidak ada greget dan melempem.

Dari gaya bermainnya memang hampir sama dengan Susi Susanti namun Maria lebih halus permainannya sehingga penonton selalu jantungan setiapkali dia memain-mainkan bolanya dengan adu reli-reli panjang terhadap lawan-lawannya yang ada di seberang net. Namun faktanya dengan prestasi yang dia torehkan ternyata tidak sesederhana permainan maupun penampilannya di lapangan.

Jawaban atas semua pertanyaan masyarakat pecinta bulutangkis kapan bintang itu bersinar akhirnya terjawab sudah. Mutiara yang lama terpendam itu akhirnya memancarkan sinar kemilaunya dengan cahaya yang bersinar terang.

Tahun 2008 adalah tahun keemasan dan kebangkitan Maria Kristin Yulianti. Dengan raket dan liukan-liukan tubuhnya membuat Maria mampu membawa teman-temannya di tim Piala Uber menembus babak final di Jakarta. Semangat juang dan daya tahan fisik Maria yang harus jatuh bangun dan lari terpontang panting mengejar bola-bola dari serangan lawan-lawannya sanggup membuat stadion Istora Senayan ikut terbakar dengan emosi dan semangat 45 Maria.

Belum selesai euforia kesuksesan Maria dan tim Piala Ubernya kurang dari sebulan kemudian Maria lagi-lagi membuat berita di setiap headline media manapun. Dunia bulutangkis khususnya Indonesia dibuat tercengang dengan apa yang dicatat Maria. Sukses menumbangkan salah satu tembok besar Cina, Zhang Ning di semifinal Maria berhasil lolos ke babak final Indonesia Super Series.

Ya, baru seorang Maria Kristinlah yang mampu melakukan langkah fenomenal tersebut setelah sepeninggalan Susi dan Mia. Keberhasilannya menembus final turnamen besar menambah tebal rasa percaya dirinya dengan bertekad untuk unjuk gigi di pentas yang lebih akbar dan megah yaitu Olimpiade Beijing 2008.

Bertanding untuk pertamakalinya di ajang paling megah, Maria seakan bertanding sebagai anak bawang. Bukan hanya statusnya sebagai underdog dan bukan pemain unggulan sama sekali tetapi juga ini berbicara karena Maria sedang bertanding di kandang macan, Cina.

Belum lagi melihat daftar calon-calon lawanya yang super tangguh dan jauh lebih mendunia prestasinya dibandingkan dia di kelompoknya. Namun pelan tapi pasti Maria benar-benar pintar memanfaatkan kondisi sebagai underdog untuk bermain nothing to lose di setiap laganya kontra pemain-pemain unggulan yang ada di seberang netnya.

Nama-nama unggulan yang lebih difavoritkan dihabisi Maria di Beijing. Tak kurang seperti Tine Rasmussen yang digadang-gadang calon kuat peraih emas olimpiade saat itu dipecundangi Maria di babak kedua. Kemudian di babak perempatfinal Maria memupus mimpi pemain kenamaan India, Saina Nehwal.

Lolos ke babak semifinal seakan membuat semua mata pecinta bulutangkis dunia terbelakak seakan tak percaya karena Marialah yang masuk kelompok the big four bukan Tine dan bukan juga Saina.

Harapan membubung tinggi untuk kembali menundukkan Zhang Ning di semifinal harus kandas. Dengan alasan faktor kelelahan akibat selalu bermain tiga set di setiap babak sebelum semifinal Maria harus merelakan jalan bagi lawannya tersebut yang juga juara bertahan empat tahun lalu untuk melangkah ke babak final.

Namun apa yang baru saja dicapai Maria sebenarnya luarbiasa. Untuk semifinal hanya dialah seorang yang non Cina karena tiga pemain lainnya adalah para pemain terbaik dari negeri Tiongkok tersebut. Selain Zhang Ning maka dua lawan lainnya yang harus saling berjibaku adalah Xie Xingfang dan Lu Lan yang akhirnya dimenangkan secara dramatis oleh Xie Xingfang.

Emas akhirnya diperoleh Zhang Ning dengan perak di tangan Xie Xingfang. Impian Cina selaku tuan rumah ingin melihat podium kehormatan peraih medali emas, perak, dan perunggu diisi semua oleh pemain-pemain lokal harus buyar.

Pemain yang telah membuyarkan segala mimpi Cina adalah Maria Kristin. Menerobos masuk di tengah keperkasaan dan dominasi pemain singelar Cina Maria buktikan bahwa Indonesia masih ada.

Dengan ketekunannya mengejar bola dan konsisten dalam menerapkan gaya permainannya sendiri tanpa mengikuti kemauan Lu Lan maka akhirnya Maria Kristin membuat puluhan pendukung Indonesia berteriak histeris sementara Maria mengepalkan tangannya seiring rona mukanya yang masih tidak percaya baru saja dia sudah persembahkan prestasi membanggakan bagi Indonesia medali perunggu di tunggal puteri bulutangkis Olimpiade Beijing 2008.

Hebat Maria menghancurkan Lu Lan dan membuat lawannya tersebut menangis tersedu-sedu dengan skor akhir 11-21, 21-13, 21-15. Segala perjuangan dan keringat yang mengucur deras ditambah doa-doanya membuat semua orang yang mencemoohnya terdiam dan tak berkutik. Maria yang dahulu dikecam, dikritik, dan dihujat sekarang menjadi Maria yang dipuji, dikagumi, dan dihormati.

Kini pebulutangkis Indonesia yang menempati peringkat 56 dunia BWF ini akan bertekad untuk membidik gelar juara Piala Uber di Malaysia, bulan Mei mendatang. Spirit Maria akan mengantarkan seluruh rekan-rekannya untuk bersepakat dengannya untuk bermain all out demi Piala Uber 2010 berpulang kembali ke Indonesia.

Maria Kristin Yulianti sudah buktikan bahwa para pemain Cinapun bisa dikalahkan apalagi pemain dari luar Cina maka tidak ada yang tidak mungkin. Maju terus Maria, buktikan akan ada Maria lainnya yang akan mencetak prestasi sensasional seperti dirimu.

BY : vibizdaily.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,798 other followers