Kami Siap Bertempur Demi Indonesia
Posted by valsus on May 8, 2010
Bulutangkis.com – Dear MBI, kami dari MBI Kuala Lumpur, telah memulai kegiatan peliputan kami hari ini sabtu 8 Mei 2010 dimana kami menyaksikan sesi latihan tim Indonesia. Kami bertiga (Robert, Melok dan saya) akan menjadi saksi langsung dari Stadium Putra Bukit Jalil untuk melaporkan pertandingan demi pertandingan dari Thomas and Uber CUp 2010.
Nah untuk pemanasan, ini lah berita pertama kami dari TUC 2010, Kami Siap Bertempur Demi Indonesia. Kata kata itu tertulis jelas di belakang baju Lylyana Natsir ketika mereka menjalani sesi latihan di Stadium Putra Bukit Jalil. Lain halnya dengan Greysia Polli yang menggunakan kaos bertuliskan “Red is my Blood and White is my Bone”. Hal ini jelas menunjukkan semangat yang membara di hati mereka untuk membawa pulang Piala yang pernah menjadi milik Indonesia. Ditambah lagi dengan teriakan teriakan dari mulut Alven Yulianto dkk, menunjukkan semangat merah putih yang berkobar di tangan pahlawan bulutangkis Indonesia.
Nampak jelas di mata dan raut wajah mereka, keyakinan dan optimisme tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia Sabtu pagi, ketika tim peliput datang, mereka tengah memanfaatkan jatah latihan dari pukul 10 sampai pukul 12, dengan menggunakan 4 lapangan yang tersedia. 2 lapangan digunakan tim Uber dan 2 lapangan digunakan oleh Tim Thomas.
Mata kami tertuju langsung tertuju kepada Greysia/ Nitya yang melakukan sparring dengan Butet/ Shendy. Namun tentu saja kami mengincar Pak Jacob Rusdianto selaku manajer tim Thomas Cup. “Tim Indonesia berada dalam kondisi fit dan siap tempur dan bertekad bulat untuk bertarung habis habisan,” kata Pak Jacob Rusdianto. Berhadapan dengan Australia hari Minggu besok, tim Indonesia tidak ingin menganggap remeh lawan, walau di atas kertas, tim negeri Kangguru ini mampu dilibas dengan mudah.
“Pemain kita jarang berhadapan dengan pemain Australia di level Super Series, gambaran ciri atau tipe permainan masih belum jelas, maka itu kami akan turun full team dan akan mati matian di awal pertandingan nanti,” demikian ucapan dari manajer tim Uber Cup.
Secara keseluruhan, kami melihat adanya sinar keyakinan dari sorot mata para pemain. Mereka sanggup mengesampingkan masalah masalah yang selama ini mengganggu mereka untuk memberikan perhatian penuh pada kejuaraan penting ini. Faktor non teknis yang selama ini disebut sebut selalu menjadi penghalang mereka untuk meraih prestasi, sudah mampu diatasi dan tidak lagi menjadi halangan mereka untuk meraih kemenangan demi kemenangan.
Sementara itu dari kubu Australia yang akan menjadi lawan pertama Indonesia, merasa pesimis untuk bisa bersaing dengan Indonesia yang mereka anggap sangat kuat. Bahkan dari pengakuan Huang Chia Chi yang akan turun menjadi tunggal ketiga, dia terkejut ketika diberitahu oleh kami, bahwa ada kemungkinan dia akan bertemu Maria Kristin. Secara keseluruhan, tim Australia hanya bertekad bermain bagus dan tidak mentargekan untuk menang.
Sebelum meninggalkan Stadium Putra untuk kembali ke hotel, para pemain berkumpul di tepi lapangan dimana sesi latihan ditutup untuk mendengar beberapa arahan dan doa bersama. Dan setelah itu ditutup dengan teriakan “INDONESIA” dan foto seluruh tim Thomas dan Uber Indonesia beserta Official Team. Mereka mengharapkan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia baik di tanah air maupun di Kuala Lumpur untuk mendukung secara doa, agar Piala Thomas dan Uber Indonesia mampu kembali ke tanah air.
Pahlawan Bulutangkis Indonesia, Selamat Berjuang Bawalah Pulang Piala Thomas dan Piala Uber Karena Mereka Adalah Milik Indonesia.
Tomi Arifin, Melok Rk dan Robert Halim
Langsung dari Bukit Jalil Kuala Lumpur.







