SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

TUAN RUMAH MALAYSIA, TAKUT PADA KEKUATAN GANDA INDONESIA

Posted by valsus on May 8, 2010

INDONESIA datang ke putaran final Piala Thomas 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, 9-16 Mei, sebagai tim yang kurang mendapat atensi alias tak diperhitungkan.

Paling tidak, dilihat dari sisi peringkat pemain, skuad Merah Putih terbilang kalah dibanding tuan rumah Malaysia, ataupun dua jagoan ras kuning, Cina dan Korea Selatan. Bahkan dengan Denmark pun, peluang tim Merah Putih diprediksi masih fifty-fifty.

Namun bukan berarti semua nomor putra menjadi titik kelemahan. Tuan rumah Malaysia, malah mengakui mereka takut dengan komposisi dan kualitas pemain ganda putra yang dibawa ke negeri seberang itu.

Seperti dirilis The Star.com.my, kemarin, pelatih ganda putra Malaysia, Rexy Mainaky, menegaskan meski para pemainnya lebih tinggi secara peringkat dibanding ganda putra Indonesia, suasana berbeda akan terjadi jika mereka berlaga membela negara.

“Peringkat benar-benar tidak berpengaruh. Saya pernah lama menjadi bagian dari mereka, dan seperti tabiat biasanya, mereka benar-benar kuat jika sudah ada bendera yang pernah mereka cium sebelum berangkat. Jadi, saya perintahkan untuk pasanganku agar tak pernah meremehan ganda Indonesia,” tegas Rexy.

Abang Ricky Mainaky ini memprediksi Malaysia dan Indonesia akan bertemu lagi di partai final, meski jalan ke sana sangat terjal karena masih ada Cina dan Korea Selatan yang bisa menjungkalkan semua perkiraan.

Rexy menyebut, dirinya takut dengan performa ganda putra Indonesia, plus para pemain yang berstatus merdeka alias tak berada di jajaran personel PB PBSI di Cipayung.

Para pemain tersebut menjadi kekuatan inti pasukan Indonesia, seperti Markis Kido/Hendra Setiawan dan Alven Yulianto/Hendra Gunawan.

Plus satu pemain tunggal, Taufik Hidayat, yang lebih unggul dari Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, maupun Dionysius Hayom Rumbaka.

“Satu lagi kelebihan mereka tak lain adalah siapa pun yang dipasangkan, tetap berbahaya. Itu sudah banyak terbukti di pelbagai event beregu. Intinya, kami benar-benar tak boleh lengah karena mereka sangat menakutkan,” tegas Rexy, yang mengandalkan pasangan nomor satu dunia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dan ganda muda Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari.

Mengenai hal tersebut, Markis Kido mengaku tidak terlalu berpikiran tentang apa yang menyemat ke tim mereka. “Kami datang untuk bertanding atas nama negara, dan itu sudah cukup untuk memberikan apapun. Siapapun pasanganku, tim pelatih pasti punya alasan tersendiri. Kini, saya hanya berkonsentrasi pada pertandingan di depan, belum terlampau berpikir jauh,” tukas Markis. (Persda Network/bud)

China Yakin Pasangkan Gelar

EPISODE putaran final Piala Thomas dan Uber 2008 menjadi milik China. Negeri Panda tersebut sukses mengawinkan gelar Thomas dan Uber ke dalam pelukan mereka. Kini, datang sebagai unggulan pertama di dua sektor, mereka kembali yakin bisa merebut juara.

Ancang-ancang serius sudah mereka pilih, yakni mendatangkan seluruh pemain terbaik dunia yang dipunya. Di sektor putra, ada nama Lin Dan. Jawara Dunia dan Olimpiade ini mendapat sokongan penuh dari pemain tangguh seperti Bao Chunlai, Chen Jin, dan Chen Long.

Sedangkan pasangan ganda putra andalan tak lain, Cai Yun/Fu Haifeng, Guo Zhengdong/Xu Chen dan ganda ketiga yang juga tak kalah tangguh, Chai Biao/Zhang Nan.

Di tim Uber, Cina juga full team. Nama peringkat teratas dunia Wah Yihan menjadi andalan, disusul sang runner up Wang Xin dan Wang Shixian.

Semua itu dilengkapi dengan nama senior Jiang Yanjiao yang saat ini berada di peringkat lima dunia, dan kekuatan ganda putri Ma Jin/Wang Xiaoli, Du Jing/Yu Yang dan Pan Pan/Tian Qing. Hebatnya, ketiga pasangan ganda tersebut bisa diceraikan, kemudian dipasang acak dengan kekuatan merata.

Seperti dirilis thomasuberkl2010.com, kemarin, Pelatih Kepala Li Yongbo menegaskan, kali ini timnya lebih siap dan garang dibanding dua tahun silam di Jakarta.

Artinya, setiap nomor yang ada tidak akan dilepas begitu saja. Perhatian lebih hanya ada pada sektor tim Thomas, yang dirasa masih seimbang dengan tuan rumah Malaysia, Korsel, Indonesia, dan Denmark.

“Saya hanya menekankan pada tim Thomas, mereka akan bekerja cukup keras karena kini mereka kembali bertanding di negara yang sangat menggemari bulutangkis. Seperti dua tahun lalu, atmosfer pasti luar biasa, dan kami sudah siap dengan segala resiko itu,” kata Yongbo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,798 other followers