Mantap ! Sirnas Bulu Tangkis Diakui BWF
Posted by valsus on May 9, 2010
JAKARTA, Kompas.com – Turnamen Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulu Tangkis telah diakui internasional karena poin yang didapat para pemain di ajang ini juga diakui Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Dengan demikian, semakin sering juara, maka peringkat internasionalnya pun naik.
Sirnas semakin tinggi gengsinya karena kompetisi yang juga diikuti banyak pemain luar negeri ini menyodorkan hadiah berlimpah. Minimal Rp 165 juta setiap seri sirnas diperebutkan para pemain.
Setiap kali turnamen ini digelar, dengan mendapat dukungan sponsor utama Djarum, selalu menyedot banyak perhatian penonton. Pada tahun 2010 ini ada sembilan sirnas yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dan selalu dibanjiri penonton. Bahkan, turnamen ini menjadi rebutan berbagai daerah untuk menjadi tuan rumah.
Nadya Melati, pemain ganda putri yang berpasangan dengan Devi Tika, yang tidak pernah kalah sejak mengikuti kejuaraan ini tahun lalu, dalam sebuah kesempatan mengatakan, turnamen ini penuh gengsi karena diikuti pemain-pemain top di Indonesia. Hadiahnya pun lumayan tinggi.
“Sedikit banyak bisa mengangkat nama pemain. Turnamen ini tentu dapat melahirkan bintang masa depan, meskipun tentu tidak akan banyak,” kata Nadya.
“Di sirnas, kita bisa melihat adanya bibit pemain, dan kemajuan seperti apa dari masing-masing pemain. Di sinilah kita dapat melihat calon bintang masa depan,” kata pemain tunggal putri PB Djarum Maria Elfira Christina.
“Saya gembira bisa menjuarai turnamen sirnas, apalagi yang saya kalahkan para pemain yang lebih sering juara dari saya. Saya ingin menjadi juara dunia pada masa mendatang. Saya harus belajar dari turnamen nasional dulu, sirnas tentu sangat banyak manfaatnya,” kata juara tunggal putri Djarum Sirnas Pekanbaru Ana Rovita yang berusia 19 tahun.
Sekjen PB PBSI Yacob Rusdiyanto pun mengakui bahwa kompetisi sirnas banyak manfaatnya. Targetnya, mensosialisasikan bulu tangkis di Indonesia.
“Tidak ada kesenjangan lagi, antara Jawa dan luar Jawa, karena sirnas telah digelar di hampir semua wilayah di Indonesia. Pemain luar Jawa juga menjadi biasa lagi bertemu pemain Jawa. Yang jelas, kita ingin agar bulu tangkis merata,” kata Yacob.
Selain itu, dengan hadiah yang cukup banyak di sektor senior, para pemain bisa menggantungkan hidup dari sirnas. Semakin banyak juara, semakin besar peluang pemain mendapatkan sponsor. Sirnas seharusnya menjadi industri berbobot. “Sehingga tidak harus ke luar negeri cari nafkah, karena sirnas cukup berbobot. Cari nafkah di dalam negeri saja,” ujar Yacob.
Kehadiran juara Olimpiade Markis Kido/Hendra Setiawan juga membawa pengaruh positif. Mereka menjadi magnet bulu tangkis, apalagi di daerah-daerah yang masih “haus” tontonan kelas dunia. Namun, ada yang mungkin “dirugikan” dengan kehadiran mereka karena susah untuk menjuarai ganda putra. Hanya saja, ini sebetulnya tantangan bagi para pemain lainnya, untuk dapat mengalahkan Markis/Hendra.







