SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Nova Widianto, Pebulu Tangkis Paling Senior Pelatnas PB PBSI

Posted by valsus on May 9, 2010

Piala Thomas 2010 akan menjadi even beregu terakhir yang diperkuat Nova Widianto. Sebab, tahun ini adalah tahun terakhir dia di pelatnas. Tahun depan Nova mau bermain secara mandiri.

M. DINARSA KURNIAWAN, Jakarta

NOVA Widianto tampak menikmati performa Dorce Gamalama kemarin. Tawa pebulu tangkis ganda campuran terbaik Indonesia berpasangan dengan Liliyana Natsir itu pecah saat artis yang juga presenter tersebut membanyol dalam perayaan ulang tahun ke-95 PB PBSI dan pelepasan tim Thomas-Uber Indonesia kemarin.

Berbeda dengan tahun-tahun sebe­lumnya, PB PBSI mengemas acara pelepasan tim Thomas-Uber Indonesia lebih santai. Tampaknya, mereka menginginkan para pemain lebih rileks menyongsong even yang akan digelar 9-16 Mei di Malaysia itu.

Nova akan menjadi salah seorang penggawa di tim Thomas. Dia terpilih pada saat-saat terakhir pembentukan tim. Meski ganda campuran tidak dimainkan di Piala Thomas, dia akan turun di nomor ganda pria.

”Alasan saya dipilih lebih karena faktor mental saja. Sebagai pemain senior, saya dianggap memiliki mental yang bagus,” ujar pria kelahiran Klaten, 10 November 1977, itu.

Karir Nova di tim Thomas memang agak unik. Dia baru terpilih masuk timnas ketika usianya sudah hampir 33 tahun. Sebagai catatan, kali pertama dia masuk tim Thomas baru tahun lalu. Saat itu dia berpasangan dengan Candra Wijaya.

”Ketika terpilih, saya senang sekaligus sedih. Sebab, seharusnya sudah ada pemain yang lebih muda menggantikan saya,” ujarnya.

Nova belum tahu akan dipasangkan dengan siapa di Malaysia nanti. Itu sangat bergantung kepada strategi yang ditentukan pelatih. Namun, saat tim Thomas menyelenggarakan simulasi di Solo pada 25 April lalu, dia diduetkan dengan juniornya, M. Ahsan.

Sebagai spesialis ganda campuran, Nova banyak melakukan penyesuaian untuk bermain ganda pria. ”Saya kalau sama Lily sangat jarang main di depan. Bersama pasangan pria, saya juga harus maju. Itu membutuh tenaga yang lebih besar,” ungkap pemain yang menyatakan rajin latihan fisik agar karirnya awet itu.

Namun, sepandai-pandai menjaga kondisi, dia suatu saat tetap harus gantung raket. Sebelum itu, dia ingin merasakan karir di luar pelatnas. Karena itu, akhir tahun ini dia akan mengundurkan diri dari pelatnas. ”Biarlah peluang pemain-pemain muda untuk merasakan atmosfer pelatnas semakin besar,” tandasnya.

Sebelum keluar dari pelatnas, tentu saja Nova ingin memberikan kado perpisahan yang manis. Maret lalu sebenarnya dia berpeluang mempersembahkan gelar All-England. Tapi, di final dia berpasangan dengan Liliyana dikalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei dari Tiongkok.

Di nomor beregu Piala Thomas tahun ini adalah kesempatan terakhir dia untuk memberikan kado perpisahan. Karena itu, kalau diberi kesempatan, dia akan memberikan yang terbaik. Peluang itu cukup besar, setidaknya seperti pada SEA Games XXV/2009. Saat itu Nova berpasangan dengan Ahsan menjadi kunci kemenangan tim beregu pria di final.

Bergabung di Cipayung sejak 1999, tentu banyak kenangan yang dia rasakan. Dia tak menampik merasa berat juga harus meninggalkan pelatnas yang menjadi tempat hidupnya sebelas tahun terakhir.

”Saya akan merindukan asyiknya suasana kalau bermain sepak bola di sini,” kata Nova. ”Kalau sudah begitu, saya tinggal datang saja ke sini, rumah saya di Cibubur, dekat,” tuturnya. (c4/ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,798 other followers