Hastomo: Waspadai Team Thomas Jepang !
Posted by valsus on May 13, 2010
SEMARANG, Kompas.com – Mantan pebulu tangkis nasional, Hastomo Arbi, mengatakan tim Thomas Indonesia perlu mewaspadai tim Jepang yang akan dihadapi pada partai semifinal, Jumat (14/5/10), di Kuala Lumpur, Malaysia.
Menurut dia, Jepang memiliki pemain yang kuat untuk nomor tunggal pertama, Kenichi Tago yang merupakan finalis All England 2010. Saat lawan Malaysia pada babak perempat final, pemain ini memang kalah dari Lee Chong Wei, 12-21,13-21.
“Saya kira kekalahan itu wajar karena Lee merupakan tunggal terbaik dunia saat ini. Tetapi apabila bertemu Indonesia maka yang bersangkutan akan bertemu Taufik Hidayat dan peluangnya fifty-fifty,” kata pahlawan Piala Thomas 1984 (mengalahkan Han Jian dari China).
Kemudian, kata Hastomo yang kini menjadi Asisten Manajer PB Djarum Kudus, tunggal kedua Jepang, Sho Sasaki juga cukup kuat. Terbukti mereka mampu mengalahkan tunggal kedua Malaysia, Wong Choon Han dengan dua set langsung, 21-17,21-18.
Menurut dia, apabila Sonny Dwi Kuncoro tidak bisa dimainkan maka Sho Sasaki akan bertemu tunggal kedua Indonesia, Simon Santoso. “Saya kira peluang Simon untuk menang atas Sho Sasaki 55:45,” katanya.
Hastomo menambahkan, ganda putra Jepang yaitu Noriyasu Hirata/Hirokatsu Hashimoto (ganda pertama) dan Kenichi Hayakawa/Kenta Kazuno (ganda kedua) juga kuat, bahkan mereka berhasil mencuri satu angka saat melawan Malaysia.
“Kita harus menurunkan susunan pemain terbaik saat melawan Jepang. Peluang kita untuk mengalahkan mereka memang ada tetapi harus dengan kerja keras karena Jepang bukan lawan yang ringan,” katanya.
Ketika ditanya pada nomor apa Indonesia bisa meraih angka dari Jepang, kakak juara dunia 1993, Heryanto Arbi, tersebut mengatakan kalau bisa Indonesia harus menyapu bersih dua nomor ganda dan mengambil satu nomor tunggal karena nomor tunggal Jepang lebih kuat dibandingkan gandanya.
Ia menyebutkan, ganda pertama Indonesia pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan sudah tidak bisa diubah lagi sedangkan untuk ganda kedua masih bisa diubah tergantung strategi pelatih.
Saat melawan India pada babak penyisihan grup, ganda kedua yang dimainkan adalah pasangan Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan tetapi pada saat melawan Australia adalah pasangan Nova Widianto/Mohammad Ahsan. Kemudian saat menghadapi India pada babak perempat final, Nova/Ahsan masuk line-up tetapi tidak bermain, karena Indonesia langsung menang 3-0.







