Semi Final Piala Uber 2010 : Indonesia Harus Akui Keunggulan China 0-3
Posted by valsus on May 14, 2010
Bulutangkis.com – Partai pertama antara Indonesia melawan China menampilkan Maria Febe Kusumastuti yang berhadapan dengan Wang Yihan, pemegang peringkat satu dunia dari China dalam babak semi final Piala Uber 2010.
Maria yang memiliki postur yang lebih kecil, dan memiliki peringkat jauh di bawah Wang Yihan, mengalami banyak keraguan ketika memulai babak pertama. Sementara itu Wang YIhan sendiri banyak menyerang Febe dengan smash yang menyusur di tepi lapangan Febe.
Bisa dikatakan sedikit sekali Wang Yihan melakukan kesalahan yang sangat mudah, bahkan angka yang didapatkan oleh Febe banyak melalui bola Wang yang memanjang ke belakang lapangan Febe. Secara keseluruhan Febe harus mengakui keunggunlan Wang Yihan. Febe takluk atas Wang Yihan 7-21, 12-21. Indonesia tertinggal 0-1 dari China.
Menurut pengakuan Maria dalam wawancara kami bahwa Maria mencoba untuk mendorong bola ke belakang, namun postur Wang yang tinggi dan mempunyai power yang besar, dengan mudahnya mematikan bola dari base line. “Saya berusaha untuk nyerang, tapi malahan gak masuk, dan akhirnya dia bisa nyerang saya balik,” ungkap Febe.
Sementara Marleve pelatih yang menangani Febe menyatakan bahwa penampilan Febe cukup bagus dan hanya kurang keberanian untuk menyerang Wang Yihan. Selaku starter, Febe cukup menjalankan tugas dengan baik dan ini adalah pertama kali Febe masuk ke Tim Piala Uber.
Pada partai kedua, Greysia Polli dan Meiliana Jauhari memperlebar ketertinggalan Indonesia menjadi 2-0 setelah dikalahkan Ma Jin/ Wang Xiaoli 21-17, 21-13. Ma Jin yang sangat cekatan di depan net, tidak memberikan kesempatan bola untuk terus dimatikan. Ma Jin dengan cepatnya mematikan bola seketika mengambang di depan net.
Greysia dan Meiliana sendiri berapa kali menyusur di lapangan untuk mengambil bola yang diplacing di tempat yang susah dijangkau. Serangan pasangan yang pernah dipasangkan pada All England 2010, tidak mampu mematikan lawan.
Usai pertandingan saat wawancara Greysia menyampaikan bahwa lawan mampu membaca setiap perubahan pola permainan kami, dan kesiapan mereka bermain sangat bagus dan konsistensi. “Mau pake srategi apapun, mereka udah bisa baca, dan ini adalah keunggulan pasangan China. Kami juga gemes kalau selalu kalah dari China dan gak bisa menang. Ini akan menjadi pembelajaran kami ke depan, supaya kalau mau berubah pola atau strategi, harus cepet,” jelas Greysia.
Sementara ini, dalam partai penentu, Firdasari yang sempat memberikan perlawanan sengit kepada Wang Xin, tidak mampu menahan China untuk menang dengan angka sempurna 3-0. Firdasari takluk pada pemain muda China Wang Xin, yang sempat ditolak masuk ke pelatnas China akibat postur yang pendek, dengan 21-17, 21-15.
Djedjen Djaenanasri, Tim Manager Uber Cup Indonesia menyatakan bahwa memang sulit bagi Indonesia untuk bisa mengalahkan tim sekuat China. Indonesia mengalami ketidak beruntungan akibat undian yang meletakkan Indonesia satu pool dengan China. “Kami confident kalau kami bsia menang apabila bertemu Negara di luar China,” Djedjen manyampaikan dalam wawancara usai pertandingan Firda melawan Wang Xin.
Sebelum mengakhiri wawancara, Djedjen mengatakan bahwa susah sekali untuk mendapatkan bibit muda seperti Negara China yang bibit muda mereka terus mengalir seperti air. Indonesia harus mulai mencari bibit muda yang bisa dibentuk untuk menjadi pemain masa depan. Inilah pembenahan di perbulutangkisan putri Indonesia kedepannya untuk bisa kembali bersaing dengan China sekalipun.
Setelah menjalani briefing dan doa bersama yang dipimpin Djoko Santoso, Ketua Umum PB PBSI tim langsung meninggalkan Stadium Putra untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk Tim Thomas berhadapan dengan Jepang besok.
‘Tim Uber Indonesia Boleh Gugur Tapi Semangat Juang Tidak Akan Pernah Gugur’
Tim Liputan Bulutangkis.com
Tomi Arifin, Melok R. Kinanthi, Robert Halim
Langsung dari Bukit Jalil
Kuala Lumpur.







