Piala Uber : Akhirnya, Tembok China Pun Runtuh… (Buah kesombongan Li Yong Bo)
Posted by valsus on May 15, 2010
JAKARTA, KOMPAS.com – Tak ada yang menyangkal jika tim putri China menjadi favorit juara Piala Uber 2010 ini, karena mereka datang dengan kekuatan terbaiknya. “Negeri Tirai Bambu” ini memboyong Wang Yihan, tunggal putri nomor satu dunia, Wang Xin, tunggal nomor dua dunia, serta dua ganda peringkat teratas, Ma Jin/Wang Xiaoli (peringkat 1) dan Du Jing/Yu Yang.
Dengan empat pemain ini saja, China diperkirakan akan menggondol kembali gelar Piala Uber, yang sudah mereka rengkuh enam kali berturut-turut sejak 1998. Kekuatan yang dimilikinya, membuat “Tembok China” ini pasti sangat sulit untuk diruntuhkan.
Benar sekali, China mengawali kampanyenya untuk meraih gelar ketujuh tanpa putus, dengan hasil yang menakjubkan. Pada babak penyisihan Grup A, Wang Yihan dan kawan-kawan menggasak Amerika Serikat dan tuan rumah Malaysia dengan skor 5-0. Kemenangan pun diraih dengan sangat sempurna, karena tidak kehilangan satu set pun.
Melangkah ke perempat final sebagai juara grup, China lagi-lagi menunjukkan superioritasnya. India yang menjadi penjegal di babak delapan besar ini berhasil dilewati setelah menang 3-0, meskipun di sini Wang Yihan sempat dipaksa bermain rubber set untuk menaklukkan juara Indonesia Terbuka Super Series 2009, Saina Nehwal, dengan 14-21, 21-11, 21-18.
Di semifinal, China kembali ke trek yang sesungguhnya. Mereka meluncur cepat untuk meraih tiket final, setelah mengalahkan Indonesia–satu-satunya negara yang pernah menghentikan rekor lima kemenangan beruntun China di Piala Uber pada tahun 1994 dan 1996–dengan angka 3-0. Lagi-lagi, tiga kemenangan itu diraih tanpa perlu kehilangan satu set pun.
Performa China di semifinal ini semakin memberikan gambaran yang jelas bahwa mereka bakal merengkuh gelar -12. Apalagi, lawan yang dihadapi di final adalah Korea Selatan, negara yang lima kali dikalahkannya di final pada tahun 1988, 1990, 1992, 2002 dan 2004.
Tak heran jika pelatih kepala China, Li Yongbo, sangat optimistis trofi turnamen bulu tangkis beregu putri ini akan tetap berada di pangkuan. Pesta kemenangan pun akan segera digelar.
“Pertandingan final pasti sulit, tetapi hasilnya tetap sama, kami akan jadi pemenang lagi,” ungkap Li, Kamis (13/5/10). “Kami telah mengalahkan Korea Selatan dalam lima pertemuan terdahulu, juga di partai final. Hari Sabtu nanti, akan jadi pertemuan keenam. Tidak ada kemungkinan lain. Bisa dipastikan, China akan jadi juara lagi,” tegasnya.
Optimisme China ini juga diperkuat oleh fakta yang menyertai perjalanan Korea menuju final keenamnya. Tim “Negeri Ginseng” ini harus kehilangan satu poin saat menjegal Jepang di semifinal, menyusul kekalahan tunggal kedua Bae Youn Joo dari Ai Goto dengan 10-21, 20-22.
Ini membuat manajer Korea Kim Jong-so tak mempunyai mimpi muluk, karena baginya, maju ke final saja sudah merupakan langkah yang hebat. Pasalnya, di semifinal itu Korea tak diperkuat dua pemain inti yang kondisinya tidak fit.
Namun hasil pertarungan final sungguh di luar dugaan. “Taeguk Warriors” bermain sangat agresif untuk merontokkan “Tembok China”, yang sangat kokoh. Nama besar para pemain China, tak membuat nyali para pemain Korea ciut, malah sebaliknya mereka tampil garang.
Di partai pertama, tunggal utama Korea Bae Seung Hee, membuat Wang Yihan tidak berdaya. Bola lob plus semangat pantang menyerah dalam menghadapi serangan lawan, membuat Bae berhasil meruntuhkan tembok pertama China itu dengan straight set 23-21, 21-11.
Setelah itu, giliran ganda pertama Lee Hyo Jung/Kim Min Jung menggilas Ma Jin/Wang Xiaoli. Pasangan utama China yang merupakan pemain nomor satu dunia itu ditaklukkan dengan skor 18-21, 21-12, 21-15 dalam waktu 1 jam 6 menit.
Dua angka pertama itu membuat Korea berada di atas angin. Tembok China yang selama enam perhelatan terakhir Piala Uber berdiri sangat kokoh, secara perlahan mulai digerogoti hingga goyah.
Wang Xin mencoba untuk menegakkan kembali tembok China, setelah berhasil mempertipis ketertinggalan menjadi 1-2. Meskipun harus dengan susah payah, tunggal kedua China ini yang merupakan pemain nomor dua dunia, bisa menang 21-14, 16-21, 21-7 atas Sung Ji Hyun.
Pada partai keempat yang memainkan nomor ganda, Korea berhasil merobohkan tembok China. Lee Kyung Won/Ha Jung Eun menunjukkan semangat yang luar biasa saat mengalahkan ganda nomor dua dunia Du Jing/Yu Yang dengan 19-21, 21-14, 21-19, dalam pertarungan berdurasi 1 jam 19 menit.
Kemenangan ini membuat tim Uber Korea bersorak sorai, karena untuk pertama kalinya mereka merasakan gelar juara turnamen tersebut. Dan, hasil ini pula meruntuhkan tembok China, yang selama ini sangat sulit digerogoti (termasuk oleh Korea dalam usaha di lima final sebelumnya).
Berikut daftar lengkap Juara Piala Uber dari tahun ke tahun :
Berikut ini daftar juara piala Uber :
1957 Amerika Serikat
1960 Amerika Serikat
1963 Amerika Serikat
1966 Jepang
1969 Jepang
1972 Jepang
1975 Indonesia
1978 Jepang
1981 Jepang
1984 China
1986 China
1988 China
1990 China
1992 China
1994 Indonesia
1996 Indonesia
1998 China
2000 China
2002 China
2004 China
2006 China
2008 China
2010 Korea Selatan







