Taufik : ”Ini Masanya Lin Dan”
Posted by valsus on May 16, 2010
Bulutangkis.com – Partai pertama final Piala Thomas 2010 antara Indonesia dan China baru saja usai. Meski mendapat dukungan dari ribuan suporter Merah Putih yang memadati Putra Stadium, Bukit Jalil, Taufik Hidayat tak dapat meredam perlawanan Lin Dan. Taufik menyerah dua set langsung, 7-21, 14-21.
”Tentu saja saya kecewa. Dia lebih bagus dari saya, baik teknik maupun fisik. Saya mencoba meladeni dia, namun susah sekali. Saya mengaku kalah dan tak ada alasan. Saya harap kekalahan ini tak membawa pengaruh bagi partai selanjutnya.” ujar Taufik.
Lin Dan memang atlit bulutangkis paling fenomenal saat ini. Ia meraih posisi peringkat pertama dunia saat usianya 20 tahun. Berbagai gelar juara bergengsi berhasil diraih oleh pemain kelahiran 1983 itu. Menurut catatan Bulutangkis.com, hingga saat ini, Super Dan telah mengantongi empat gelar All England (2004, 2006, 2007, 2009) dan tiga kali meraih gelar Juara Dunia (2006, 2007, 2009).
Saat ini memang masa jayanya Lin Dan. Dengan performa saat ini, dia masih bisa berprestasi hingga Olimpiade 2012. Meski demikian, suatu saat akan ada atlit baru yang muncul dan dia turun ujar Taufik.
Lantas apakah dimata Taufik, Lin Dan merupakan atlit yang sempurna?
”Setiap orang pasti ada kekurangannya, termasuk Lin Dan,” tutur Taufik.
Lin Dan memang dikenal sebagai atlit yang sangar di lapangan. Meski demikian, ternyata ia tetap rendah hati.
Siapapun yang kalah atau menang di pertandingan kali ini, yang jelas mereka sudah melaksanakan tanggung jawab dan memberikan yang terbaik untuk negaranya kata Lin Dan dalam jumpa pers usai pertandingan.
Ketika ditanya apakah ia mengalami kesulitan saat melawan Taufik, pemain peringkat 2 dunia itu berkomentar, ”Lihatlah, saya sampai penuh keringat begini. Kalau saya menang mudah, tentunya saya tidak basah kuyup seperti ini.”
Kekasih Xie Xinfang ini ternyata juga gemar berseloroh.
”Saat ini saya sangat capek. Saking capeknya, kalau pulang ke China nanti, ingin rasanya mengganti penerbangan saya dari kelas ekonomi ke kelas satu,” ujarnya yang segera disambut tawa wartawan.
Kesuksesan Lin Dan sebagai pemain papan atas dunia tak lepas dari hasil didikan Tong Sin Fu, mantan pelatih Pelatnas Indonesia yang kini menjadi pelatih tim China.
Tong Sin Fu adalah sosok yang penuh tanggung jawab. Beliau sudah seperti kakek sendiri bagi saya
Hm, Tong Sin Fu merupakan sebuah ironi lain bagi bangsa Indonesia.
Tim Liputan Bulutangkis.com
Tomi Arifin, Melok R. Kinanthi, Robert Halim
Langsung dari Bukit Jalil
Kuala Lumpur,
Malaysia.








Fansdan said
Kpn y muncul Lin Dan’y Indonesia???