SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Peluang Akhiri Paceklik : Tiongkok Absen di Dua Even Super Series

Posted by valsus on June 2, 2010

JAKARTA – Bulu tangkis Indonesia terancam terpuruk tahun ini. Pada even beregu Piala Thomas dan Uber, tidak ada satu pun yang bi­sa direbut penggawa Merah Pu­tih. Pada even perorangan pun, ti­dak ada seorang pun pebulu tangkis Indonesia yang bisa menjadi juara even bergengsi.

Setelah empat even super series berlangsung, hasil paling baik yang dibukukan pebulu tangkis Indonesia dalah runner-up. Itu diraih pa­sangan ganda campuran pelatnas Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Nah, pebulu tangkis Indonesia memiliki peluang untuk mengakhiri paceklik itu bulan ini. Yakni, di Si­ngapura Super Series (15-20 Juni) dan Indonesia Super Series (22-27 Juni).

Kenapa? Seperti dikutip dari situs resmi federasi bulu tangkis dunia (BWF), para pemain Tiongkok tidak akan tampil di dua seri kejuaraan paling bergengsi itu. Mereka memi­lih berkonsentrasi untuk tampil pada liga bulu tangkis profesional di negara mereka.

Tiongkok memang selalu menjadi momok bagi wakil Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Absennya Lin Dan dkk akan membuat peluang Indonesia untuk menjadi juara lebih besar.

”Memang, absennya Tiongkok membuat persaingan untuk meraih gelar lebih terbuka,” urai Yacob Rusdianto, Sekjen PB PBSI, kemarin (1/6).

Tidak tampilnya Tiongkok membuat daftar unggulan di Singapura Super Series berubah. Para pebulu tangkis Asia Tenggara naik me­nempati empat unggulan teratas. Lee Chong Wei (Malaysia) menjadi unggulan pertama tunggal pria. Dia diikuti mantan pemain pelatnas Taufik Hidayat. Berikutnya, Ngu­yen Tien Minh (Vietnam) dan Boon­sak Ponsana (Thailand) mejadi unggulan ketiga dan keempat.

Yacob menuturkan, tidak tampilnya Lin Dan dkk di dua turnamen tersebut bisa menjadi momen kebangkitan Indonesia. Jika sudah me­rasakan manisnya menjadi jua­ra, diharapkan pada even berikutnya, pemain Indonesia tetap per­ka­sa saat wakil Tiongkok turun. ”Ini harus dimanfaatkan anak-anak” tegas Yacob.

Hal serupa diungkapkan Marleve Mainaky, pelatih tunggal wanita pelatnas PB PBSI yang bermarkas di Cipayung. Di sektor itu, pemain-pemain Tiongkok, seperti Wang Xin, Wang Yihan, dan Wang Si­xian, juga sangat digdaya.

Marleve menyatakan memiliki rencana khusus dengan anak-anak didiknya soal absennya Tiongkok di Singapura dan Indonesia. ”Ini saat­nya bagi Firda (panggilan Adriyanti Firdasari, Red) untuk me­nunjukkan kualitasnya. Saya yakin, dia mampu bersaing. Paling tidak sampai semifinal,” ungkap Marleve saat ditemui di Pelatnas Cipayung kemarin.

Selain itu, Marleve akan mem-pressure Maria Febe Kusumastuti. Dua even tersebut adalah kesempatan bagi Febe untuk memupuk kepercayaan diri setelah berstatus sebagai pemain pelatnas. Dalam beberapa even sebelumnya sejak dia masuk pelatnas, Marleve menilai Febe masih nervous. Penampilannya malah lebih buruk jika diban­dingkan dengan saat dia membawa nama klubnya. (nar/c6/ang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,734 other followers