Vita Marissa : Tidak Cukup Kata Maaf
Posted by valsus on June 3, 2010
Bulutangkis.com – “Melalui pertemuan ini kami tidak bermaksud ribut dengan PBSI, kami hanya ingin ada perbaikan pada bulutangkis Indonesia di kemudian hari,’’ ungkap Vita Marissa tersendat menahan rasa haru saat mengawali acara jumpa pers yang berlangsung di Kafe Pride, Senopati, Jakarta Selatan kemarin sore (Rabu, 01 Juni 2010). Vita Marissa ditemani oleh Hendra A. Gunawan sementara Alvent Yulianto Chandra berhalangan hadir karena masih berada di Jepang mengikuti kejuraan liga Jepang.
Vita Marissa, Alvent Yulianto Chandra dan Hendra A. Gunawan tidak terdaftar pada kejuaraan Indonesia Open Super Series 2010 yang akan berlangsung di Jakarta pada 22-27 Juni 2010. Tiga atlit utama bulutangkis Indonesia yang kini berkiprah di jalur professional tidak bisa bermain yaitu pasangan ganda campuran Vita Marissa/ Hendra A. Gunawan peringkat 4 dunia dan pasangan ganda putra Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan yang merupakan peringkat 7 dunia.
‘’Kami mengetahui saat sirnas di Bandung,’’ ungkap Hendra. “Lagi luang waktu saya mencoba lihat entry list pada Singapura Open ada, sementara yang Indonesia Open ternyata kami tidak terdaftar,’’ Hendra menjelaskan. Yang menarik adalah bahwa nama Vita Marissa terdaftar pada nomor ganda putri berpasangan dengan atlit Thailand Saralee Thoungthongkam.
Vita menjelaskan bahwa mereka telah melakukan pendaftaran jauh hari pada tanggal 4 Mei. Permohonan pendaftaran sekaligus untuk dua kejuaraan yaitu Singapura Terbuka dan Indonesia Terbuka. Proses pendaftaran juga mengikuti aturan yang ditetapkan PBSI yaitu bahwa permohonan pendaftaran atlit-atlit non pelatnas harus dari klub yang bersangkutan diajukan ke Pengprov (Pengurus Provinsi) yang diteruskan ke PB. PBSI.
“Saya kecewa berat,’’ ungkap Vita. ‘’Kejadian ini sangat berpengaruh, peluang kami tampil di publik sendiri hilang, poin kami pasti terpengaruh, juga untuk akan berpengaruh dalam menghadapi final super series akhir tahun. Juga ada penalti yang kemungkinan dilakukan dari sponsor,’’ lanjut Vita. ”Saya bisa dikenakan penalti sebesar USD 2.000,” jelas Vita mengacu isi kontraknya dengan sponsor. Sementara Hendra mengungkapkan dirinya mungkin akan dikenakan penalti sebesar 5%, begitu juga dengan Alvent.
Vita dan Hendra berharap agar kiranya PBSI bisa terbuka untuk menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi. ‘’Saat ini kami baru menerima permintaan maaf melalui sms dari pegawai PBSI yang keliru melakukan pendaftaran,’’ jelas Vita. Vita juga menilai sikap PBSI sementara ini terkesan meremehkan mereka. ‘’Tidak cukup kata maaf. Kami masih menunggu langkah yang akan diambil PBSI.’’ tambah Vita.
Sehari sebelumnya saat Bulutangkis.com mengontak Yacob Rusdianto, Sekjen PB PBSI berusaha menanyakan kenapa hal ini bisa terjadi, Yakob berjanji akan memberikan penjelasan besok (red. kemarin). Namun saat dikonfirmasi kembali kemarin kepada Yakob, kami belum mendapatkan jawaban. (fk)








yaidiart_bL said
cukup sudah ku berikan cinta ku untuk pbsi .. *alahhhh*
Haryadi Sapta said
Dgn kejadian Vita Marisa Cs sangat prihatin. Inilah bukti ketidak beresan kepengurusan PB. PBSI. Utk itu ketua PB. PBSI hrs segera mereformasi kepengurusan PB.PBSI saat ini jika tdk semakin banyak atlit bulutangkis menjadi korban, akibat para pengurus mengusung kepentingan sendiri. Lihat saja prestasi atlit pelatnas pratama terutama di tunggal putra pd kejuaraan sirnas di Bandung hsl jeblok, malah ada atlit yg tumbang di babak2 awal, malah atlit yg terdegradasi berhasil mengalahkannya. Ini semua akibat ulah segelintir pengurus dg membawa misi kepentingan klub dan daerah. Coba saja sebagian atlit pratama diisi oleh atlit dr tertentu dan tdk ketinggalan pelatihnya pun dari klub dan daerah yg sama. Ambil contoh alit yg bernama Siswanto baik secara kualitas dan prestasi sangat memalukan tapi masih dipertahankan. Jika Bpk Ketua PB. PBSI sadar bahwa pemilihan atlit pelatnas pratama saat ini tdk berdasarkan potensi & prospek masa depan.
Terima kasih, semoga bulutangkis Indonesia kembali berjaya setelah direformasinya kepengurusan.
Haryadi Sapta said
Kpd Vitta Marissa, jgnlah anda berkecil hati. Yakinlah bahwa anda ini mutiara bkn kuningan walaupun anda saat ini merasa terjolimi pasti Tuhan tdk akan buta dan tuli. Kelak suatu saat andalah yg mengangkat nama harum bangsa ini. Buktikanlah dengan prestasi utk menyadarkan kpd para pengurus. Dan jgn lupa anda terus berlatih keras dan berdoa kpd yg maha kuasa.
wall nounnn boaa said
ya allah…. kenapa ka vita ga maen….di indonesia open…? itu kan ajang yg sangattt bergengsssiiii bangettt…….