Djarum Indonesia Open Super Series : Nihil Gelar, PBSI Janji Evaluasi
Posted by valsus on June 28, 2010
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak PBSI berjanji akan melakukan evaluasi menyusul kegagalan pemain Indonesia untuk memenuhi target tiga gelar di Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) 2010.
Hal ini diungkapkan Sekjen PBSI, Yacob Rusdianto selepas pertandingan final tunggal putera Taufik vs Lee Chong Wei di Istora, Senayan, Jakarta, Minggu (27/6/2010). “Kalau kalah kita harus instropeksi dan akan kita perbaiki. Apa pun yang orang lain katakan kenyataannnya kita memang tidak mendapatkan gelar. Soal target yah yang namanya target mau bagaimana lagi kalau memang tidak tercapai,” kata Yacob.
“Pihak binpres akan mengevaluasi kegagalan ini. Terutama untuk sistem latihan. Ini bukan hanya kesalahan atlet, tapi juga pelatih, PBSI dan semua pihak diharapkan ikut serta memberi masukan apa yang harus kami lakukan,” terang Yacob.
Sementara, Ketua umum, Djoko Santoso yang menonton langsung pertandingan final tunggal putera mengaku menghargai usaha dan kerja keras yang telah dilakukan Taufik. ” Taufik sudah bagus. Itu sudah maksimal dan kita semua sudah berusaha melakukan yang terbaik,” sebut Djoko. Hal senada juga diungkapkan Yacob, “Taufik sudah mati-matian tapi Chong Wei memang lebih bagus.”
Dari lima nomor yang dipertandingkan dengan total 120 atlet yang diturunkan tidak satupun berhasil membawa pulang gelar juara. Pencapaian terbaik diperoleh tunggal putera, Taufik Hidayat di babak final dan Hendra Setiawan yang berpasangan dengan Anastasia Russkikh di nomor ganda campuran.
Mengomentari soal lambannya regenerasi di pelatnas, Yacob meyangkal,” Saat ini kami sudah melakukan regenerasi. Tapi negara lain seperti China ternyata juga melakukannya dengan hasil yang lebih baik,” tandasnya.







