Taufik : Biarkan Saya Pergi !
Posted by valsus on June 28, 2010
JAKARTA, Kompas.com – Tunggal putera veteran, Taufik Hidayat berharap masyarakat jangan lagi berharap dirinya akan menyelamatkan bulu tangkis Indonesia.
Di ajang Djarum Indonesia Open Super Series 2010, Taufik mencatat hasil paling tinggi di antara pemain Indonesia dengan lolos ke babak final, sebelum dikalahkan Lee Chong Wei di babak final 19-21 8-21.
Bagi Taufik ini merupakan pengulangan hasil tahun lalu, saat ia juga gagal di final dikalahkan Lee Chong Wei. Prestasinya lebih baik dari para pemain tunggal lainnya seperti Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso dan Dionysius Hayom Rumbaka.
Taufik sendiri mengaku persiapannya menghadapi DIOSS tahun ini sangat kurang. “Setelah perebutan Piala Thomas, Mei lalu, saya istirahat dan kemudian terkena sakit selama seminggu. Setelah itu saya harus menunggui isteri saya yang melahirkan anak kedua,” katanya.
Namun Taufik menolak menjadikan semua masalah itu sebagai alasan kegagalannya di DIOSS tahun ini. “Saya harus mengatakan bahwa persiapan saya cukup. Karena kalau merasa tidak cukup, lebih baik saya tidak mendaftarkan diri,” kata Taufik lagi.
Ia juga menolak bila dikatakan kekalahannya dari Chong Wei merupakan bukti bahwa dirinya sudah menurun. “Kalau saya menang, orang akan mengatakan saya mulai kembali. Padahal seharsunya kan yang dilihat bukan saya, tetapi bagaimana para pemain-pemain muda yang sekarang menjadi pengganti saya,” kata ayah dua anak ini.
Menurut Taufik, ia memang sudah melewati masa jayanya. “Ini hal yang alami yang dialami semua pemain. Saat ini Chong Wei yang di atas, tetapi mungkin satu atau dua tahun lagi, dia akan mendapat pertanyaan serupa seperti kepada saya. Apakah anda sudah menurun?”
Taufik justru berharap masyarakat tidak memberi harapan berlebihan kepada dirinya, apalagi menganggap dirinya akan mampu menyelamatkan kembali bulu tangkis Indonesia yang tengah terpuruk. “Ketika memutuskan keluar dari pelatnas, saya sudah mengatakan saya akan mundur perlahan-lahan. Saya tidak ingin terjun bebas, berada di puncak dan kemudian menghilang,” kata taufik.
Bagi Taufik keberhasilannya menjadi juara dunia, meraih medali emas Olimpiade, membantu tim Piala Thomas dana enam kali menjuarai Indonesia Open sudah lebih dari cukup. “Yang penting sekarang justru adalah tanyakan kepada pengurus, pelatih mau pun para pemain di pelatnas, mengapa kita tidak ada yang juara di sini? Seharusnya mereka-lah yang melakukan evaluasi. Soal saya, pada saatnya nanti saya juga akan dilupakan orang….”
Seperti dikatakan jenderal besar Douglas MacArthur usai perang Korea, “Old soldiers never die. They just fade away…”








zuherman nasution said
TAUFIK JNG PUTUS ASA AQ MNDKG MU