Catatan Djarum Indonesia Open Super Series 2010 : Jebolan Tangkas Alfamart Hadir di Super Series
Posted by valsus on July 3, 2010
Bulutangkis.com – Gelaran Djarum Indonesia Open Super Series 2010 memang telah usai. Ada catatan menarik saat Taufik Hidayat menghadapi pemain muda asal Hongkong Wong Win Ki pada babak kedua. Saat itu Taufik harus berjibaku selama tiga set untuk mengalahkannya. Taufik mengakui bahwa Wong Win Ki mengalami peningkatan pesat sehingga Taifik harus merelakan set kedua direbut oleh Alumnus Tangkas Alfamart 2008 ini.
Nama Wing Win Ki tidak dapat dipisahkan dengan kejuaraan Tangkas Alfamart. Pemain yang berasal dari Hong Kong, negara bekas koloni Inggris ini, harus berjuang sendirian di tunggal putra. Kepungan pemain-pemain muda berbakat Indonesia tak membuatnya gentar. Hasilnya luar biasa. Juara tunggal putra berhasil di rebutnya. Di partai puncak Wong Win Ki mengalahkan Ari Trysnanto. Sukses Wong Win Ki merupakan kesuksesan Hongkong dalam mencari serta membina bibit-bibit pemain muda. Di tahun yang sama seorang Wong Win Ki sudah bisa merasakan asam garam pertandingan kelas Super Series. Hongkong Super Series menjadi turnamen pertama baginya bertanding di kelas super series.
Nama Wong Win Ki sebagai alumnus turnamen tangkas Alfamart semakin menunjukkan prestasi yang cukup menjanjikan. Dengan peringkat 51 Dunia per 25 Juni 2010, Wong Win Ki saat ini menjadi pemain terbaik ke tiga di Hongkong setelah Chan Yan Kit dan Hu Yun. Prestasi terbaik Wong Win Ki sampai saat ini adalah menjadi Finalis New Zaeland Open Grand Prix 2009 dan hanya kalah dari pemain nomor satu Hongkong saat itu, Chan Yan Kit dengan 21-9, 21-9.
Wong Win ki pun membuat catatan prestasi sendiri di turnamen ini. Pada Babak semifinal ia berhasil menundukkan salah satu pemain tunggal putra Indonesia Andre Kurniawan Tedjono dengan dua set langsung 21-13, 21-18. Prestasi lain yang dibuatnya adalah menjadi perempat finalis Bingo Bonanza Philipines Grand Prix Gold 2009.
Jika Wong Win Ki sudah mulai berbaur dengan pemain dunia pada pertandingan kelas super series, tidak demikian halnya dengan jebolan Tangkas Alfamart asal Indonesia. Sampai saat ini tak satu pun pemain dari Indonesia yang satu angkatan dengannya bisa bermain di kelas Super Series.
Tercatat sang Finalis tunggal putra Tangkas Alfamart 2008, Ari Trisnanto hanya baru berhasil menjadi juara tunggal putra X Torneo International Giraldilla 2009 yang berlangsung di Cuba Maret 2009 lalu. Dari daftar peringkat dunia pun, Ari Trisnanto per 25 Juni 2010 hanya berada di peringkat 274 Dunia.
Meski saat ini Ari telah menjadi salah satu kekuatan pelatnas pratama, namun seperti halnya para pemain pratama lainnya, Ari jarang di kirim pada pertandingan internasional. Bisa jadi hal ini menjadi salah satu penyebab mandegnya prestasi para pemain pelatnas pratama serta regenerasi pemain.
Jika PBSI sebagai induk olahraga bulutangkis tak segera membenahi masalah ini bukan tak mungkin kita tidak akan melihat lagi Taufik-Taufik Hidayat baru berdiri di podium sambil memegang trofi kemenangan. (Arief Rachman)







