SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Archive for August, 2010

Rexy : Tak Perlu Malu-lah

Posted by valsus on August 31, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Pelatih ganda putera Malaysia, Rexy Mainaky menganggap pasangan Tan Boon Heong/Koo Kien Keat tidak perlu menyesali kekalahan di final kejuaran dunia.

Tan Boon Heong/Koo Kien Keat yang merupakan ganda putera peringkat satu dunia, dikalahkan ganda China, Cai Yun/Fu Haifeng di final di stadion Baron Pierre de Coubertin, Paris. Padahal keduanya berharap membuat sejarah dengan menjadi pemain Malaysia pertama yang menjadi juara dunia.

Rexy menganggap ganda Malaysia ini tidak perlu malu atas kekalahan mereka. “Memang kami kehilangan kesempatan terbaik untuk merebut gelar juara dunia. Namun saya tetap senang dengan penampilan mereka,” kata peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 ini.

“Saya melihat karakter mereka yang asli di Paris. mereka memperlihatkan semangat juang dan menikmati permainan mereka. Ini yang sempat hilang dari mereka,” kata Rexy lagi.

Menurut Rexy, pasangan utama Malaysia ini masih harus mengejar beberapa turnamen besar seperti Commonwealth Games, Asian Games dan Olimpiade. “Kami akan duduk bersama dan menganalisis apa yang terjadi. Kami akan bekerja bersama Koo dan Tan untuk membuat mereka lebih kuat dan siap tampil baik di Olimpiade. inilah target terbesar kami,” lanjut Rexy.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ganda Malaysia Menyesal Keburu Nafsu

Posted by valsus on August 31, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Pemain ganda China, Cai Yun mengaku keinginan melakukan sapu bersih bukan menjadi faktor utama kemenangan atas ganda Malaysia, Koo Kien Keat/tan Boon Heong.

Dalam pertandingan final ganda putera kejuaraan dunia bulu tangkis di Paris, Minggu (29/8), Cai/Fu berjuang rubber game untuk mengalahkan Koo/Tan 18-21 21-18 21-14.

Ganda Malaysia yang diunggulkan di tempat pertama bermain sepenuh hati karena ingin mempersembahkan gelar juara dunia yang petama buat negaranya. Malaysia tidak pernah memiliki seorang juara dunia sejak kejuaraan ini pertamakali berlangsung di Malmoe pada 1977.

Tan Boon Heong mengaku menyesal tidak dapat meraih gelar juara. “Kami sudah melakukan yang terbaik dan menyesal tidak dapat meraih gelar juara buat Malaysia,” katanya. “Kami bermain terlampau bernafu pada game kedua dan menyerang tanpa disiplin,” katanya.

Sementara ganda China jutsru bermain tanpa beban. “Kami tidak berpikir tentang lima medali emas. Setiapkali turun ke lapangan, kami bertujuan menang dan begitu pun di sini,” kata Cai yang pasangannya menyisihkan Markis Kido/Hendra Setiawan di babak semifinal.

Kemenangan pasangan unggulan kelima pada partai terakhir final di Stadion Pierre de Coubertin, Paris, Prancis, Minggu itu, menggenapi keempat gelar yang sudah diraih pemain China sebelumnya.

Sukses yang diraih dalam waktu satu jam lebih itu juga membuat pasangan Fu/Cai berhasil mempertahankan gelar yang mereka peroleh tahun lalu di Hyderabad, India.

Sebelumnya, ganda campuran unggulan delapan Zheng Bo/Ma Jin meraih mahkota juara dengan menyisihkan rekan senegara mereka He Hanbin/Yu Yang yang menjadi unggulan keenam 21-14, 21-10.

Gelar berikutnya disumbangkan pemain tunggal putra Chen Jin yang menundukkan pemain Indonesia, juara dunia 2005, Taufik Hidayat dengan kemenangan 21-13, 21-15.

Taufik yang mencapai final keduanya setelah meraih juara di Anaheim, Amerika Serikat pada 2005, mengaku kalah segalanya dari pemain China berusia 24 tahun itu.”Ya dia lebih bagus segala-galanya. Dari segi fisik dan yang lain saya kalah,” kata Taufik (29) mengakui keunggulan lawannya.

Taufik menjadi satu-satunya wakil Indonesia di final setelah pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan kandas di semifinal, Sabtu, sedangkan pemain-pemain lainnya sudah tersisih lebih dulu.

Dua gelar juara berikutnya diraih China melalui final sesama pemain China, yakni tunggal putri unggulan ketujuh Wang Lin mengalahkan Wang Xin 21-13, 21-15, dan ganda putri unggulan kedua Du Jing/Yu Yang mengalahkan unggulan teratas Ma Jin.Wang Xiaoli 21-9, 21-17.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kejuaraan Bulutangkis Dunia 2010 : China Perkasa

Posted by valsus on August 30, 2010

Bulutangkis.com – China kembali membuktikan keperkasaan dirinya dalam cabang olah raga bulutangkis dengan merebut lima gelar yang dipertandingkan dalam Kejuaraan Bulutangkis Dunia 2010 yang berlangsung di Stadion Pierre de Coubertin, Paris, Prancis, hari Minggu kemarin (29/08/10).

Kemenangan pasangan ganda putra, Fu Haifeng/ Cai Yun unggulan lima atas ganda putra Malaysia unggulan satu, Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong memastikan China meraih semua gelar yang diperebutkan. Fu Haifeng/ Cai Yun yang bertanding pada partai kelima berhasil menyingkirkan Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong dalam pertarungangan rubber game 18-21, 21-18, 21-14. Pasangan Fu Haifeng/ Cai Yun juga meraih gelar juara kali ini untuk yang ketiga kalinya setelah meraihnya pada tahun 2006 dan 2009.

Sebelumnya pada pertarungan kedua di nomor tunggal putra, pebulutangkis Indonesia Taufik Hidayat unggulan lima gagal menghadang Chen Jin unggulan dua. Taufik Hidayat kembali harus mengakui keunggulan Chen Jin dua set langsung 13-21, 15-21. Bagi Taufik kekalahan ini merupakan partai ulangan saat mereka bertemu di semi final kejuaraan dunia tahun lalu di Hyderabad, India dimana Taufik takluk 16-21, 6-21. Sementara bagi Chen Jin ini merupakan gelar juara dunia pertamanya setelah di final tahun lalu gagal saat berhadapan dengan Lin Dan.

Gelar pertama China diraih melalui pasangan ganda campuran Zheng Bo/ Ma Jin unggulan delapan yang menaklukkan rekannya He Hanbin/ Yu Yang unggulan enam, dua set langsung 21-14, 21-10.

Dua gelar China lainnya juga melalui pertarungan sesama pebulutangkis China. Gelar juara tunggal putri diraih Wang Lin unggulan tujuh yang menaklukkan Wang Xin unggulan tiga melalui pertarungan tiga set 21-11, 19-21, 21-13. Sementara di ganda putri pasangan Du Jing/ Yu Yang yang merupakan unggulan dua meraih gelar juara dengan setelah menaklukkan unggulan satu pasangan Ma Jin/ Wang Xiaoli dua set langsung. (*)

Hasil lengkap babak final

Ganda campuran :

- Zheng Bo/ Ma Jin [CHN] vs He Hanbin/ Yu Yang [CHN] 21-14, 21-10

Tunggal putra:

- Chen Jin [CHN] vs Taufik Hidayat [INA] 21-13, 21-15

Tunggal Putri:

- Wang Lin [CHN] vs Wang Xin [CHN] 21-11, 19-21, 21-13

Ganda putri:

- Du Jing/ Yu Yang [CHN] vs Ma Jin/ Wang Xiaoli [CHN] 21-9, 21-17

Ganda putra:

- Cai Yun/ Fu Haifeng [CHN] vs Koo Kien Keat/ Tan Boon Heong [MAS] 18-21, 21-18, 21-14

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taufik Santai, Chen Jin “Nyolot”

Posted by valsus on August 30, 2010

PARIS, Kompas.com – Taufik Hidayat tampil santai dalam konferensi pers usai kekalahannya menghadapi pemain China Chen Jin di final kejuaraan dunia di Paris, Minggu (29/8).

Taufik yang merupakan juara dunia 2005, kalah dua game 13-21 15-21 menghadapi Chen Jin yang diunggulkan di tempat kedua. “Saya tidak merasakan tekanan apa pun,” kata Taufik. “Bagi saya kalah atau menang saya tetap senang,” katanya.

Taufik memnag kalah strategi menghadapi Chen Jin. Pemain China ini mengaku sudah mempelajari permainan Taufik saat semifinal menghadapi pemain Korea, Park Sung Hwan. Ia mengetahui persis kelemahan fisik lawannya.

Namun Chen Jin menolak saat dikatakan ia merupakan pemain pengganti pemain utama China, Lin Dan yang merupakan juara dunia tiga kali. “Saya bukan Lin Dan yang baru. Lin Dan adalah Lin Dan dan Chen Jin adalah Chen Jin,” katanya.

“Chen bermain lebih baik hari ini. Saya hanya ingin pulang dan bersiap untuk menghadapi Asian Games,”kata Taufik. “Saya memang tidak menargetkan juara dunia saat datang ke sini. Saya mempersiapkan diri menghadapi Asian Games yang berlangsung empat tahun sekali,” lanjut Taufik.

Taufik kemudian tersenyum, menyalami kembali Chen Jin dan kemudian pergi sambil berkata,”Sampai jumpa lagi di turnamen lain.”

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sayang, Taufik Gagal Ulangi Sejarah

Posted by valsus on August 30, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Pemain Indonesia, Taufik Hidayat gagal meraih kembali gelar juara dunia setelah dikalahkan pemain China, Chen Jin di babak final, Minggu (29/8).

Dalam pertandingan di stadion Baron Pierre de Coubertin, Paris, Taufik menyerah dua game 13-21 15-21 dalam 48 menit. Dengan kekalahan ini, Taufik gagal mengulangi prestasi saat menjadi juara pada 2005 lalu.

Menghadapi Chen Jin yang merupakan pemain unggulan 4, Taufik mengalami anti klimaks. Dterminasi dan permainan yang cepat yang diperagakannya di babak perempat final menghadapi Lee Chong Wei mau pun di semifinal menghadapi Park Sung Hwan seperti menemui batunya.

Ia bermain di bawah tekanan Chen Jin dan mengalami kesulitan mengembalikan bola-bola keras pemain China tersebut. Game pertama Taufik menyerah 13-21. Sementara di game kedua pun ia tidak mampu bangkit dan akhirnya menyerah 15-21.

Bagi China ini merupakan gelar kedua, setelah sebelumnya Zheng Bo/Ma Jin menjuarai ganda campuran dengan mengalahkan rekan senegara He Hanbin/Yu Yang 21-14 21-10.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia dan Malaysia Harapan Dunia

Posted by valsus on August 29, 2010

JAKARTA, Kompas.com — Meski negara mereka sedang berselisih, para pemain Indonesia dan Malaysia menjadi harapan dunia bulu tangkis untuk menembus dominasi China.

Dominasi Asia, khususnya China, di dunia bulu tangkis memang menjadi promosi buruk buat olahraga ini sendiri. Pertandingan sesama pemain China menjadi tidak menarik buat peminat negara lain. Apalagi ada beberapa kasus pengaturan hasil pertandingan sesama pemain China seperti yang terjadi di Olimpiade.

Di kejuaraan dunia di Baron Pierre de Coubertin, paris tahun ini, China meloloskan semua pemainnya di lima nomor final. Tiga di antaranya berlangsung sesama pemain China. Hanya di nomor tunggal putra dan ganda putra, pemain China berhadapan dengan pemain Indonesia dan Malaysia.

Tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat, membuktikan usia tidak menjadi halangan buat berprestasi. Ia akan mencoba meraih kembali gelarnya pada 2005 dengan menghadapi pemain China, Chen Jin. Taufik, yang diunggulkan di tempat kelima dalam kejuaraan dunia bulu tangkis di Paris kali ini, maju ke final dengan mengalahkan unggulan 13, Park Sung Hwan, dengan 21-10 22-20.

Bagi Taufik, ini adalah kesempatan terbesar buat meraih kembali gelar juara dunia yang pernah digenggamnya pada 2005. Di babak perempat final, ia mengandaskan perlawanan unggulan pertama, Lee Chong Wei, yang selama ini menjadi batu sandungan bagi Taufik.

Di babak final, ia akan menghadapi pemain asal China, Chen Jin. Unggulan keempat ini tahun lalu mengandaskan Taufik di kejuaraan dunia. Bagi Taufik, pertemuannya dengan Chen Jin sekaligus untuk mencegah hegemoni negara tirai bambu di sektor tunggal putra setelah selama ini dikuasai oleh Lin Dan.

Sementara Malaysia mencoba menghadang China di sektor ganda putra. Unggulan pertama Koo Kien Keat/Tan Boon Heong akan menghadapai ganda China, Cai Yun/Fu Haifeng. Ganda China ini di babak semifinal menyingkirkan andalan Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, dalam dua gim langsung 21-16 21-13.

Bagi Malaysia, pasangan Koo/Tan menjadi harapan terakhir untuk memenuhi ambisi mereka yang tidak pernah menjadi juara dunia sejak pertama kali diselenggarakan di Malmoe pada 1977. Untuk memenuhi ambisi ini, Malaysia bahkan berani menjanjikan bonus puluhan ribu dollar AS kepada para pemain yang bisa menjadi juara dunia.

Buat Taufik, apakah bonus seperti itu juga akan diterima seandainya ia menjadi juara dunia dan mengangkat kembali pamor Indonesia ?

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kido/Hendra Gagal, Taufik Jadi Harapan

Posted by valsus on August 29, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Ganda putra terbaik Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan, terjegal di semifinal turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia 2010. Dalam duel di Pierre de Coubertin Stadium, Paris, Sabtu (28/8/10) malam waktu setempat atau Minggu (29/8/10) dini hari WIB, unggulan kedua ini kalah dua set langsung 16-21, 13-21 dari unggulan lima asal China, Cai Yun/Fu Haifeng.

Dengan demikian, Indonesia hanya menempatkan satu wakil di final turnamen bergengsi ini, yaitu tunggal putra Taufik Hidayat, yang akan bertemu pemain China, Chen Jin. Sedangkan bagi China, keberhasilan Cai Yun/Fu Haifeng ini membuat mereka meloloskan semua wakilnya ke final, dengan tiga gelar sudah pasti berada di genggaman (tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran), karena terjadi all-Chinese final.

Seperti yang sudah diprediksi, Kido/Hendra mengalami kesulitan untuk mengatasi salah satu musuh bebuyutannya tersebut. Meskipun sudah mengeluarkan kekuatan terbaik mereka, termasuk smes-smes keras dari Kido, tetapi sulit untuk menembus pertahanan China. Alhasil, Kido/Hendra harus mengakui keunggulan lawannya, yang mereka kalahkan di final Olimpiade Beijing 2008 silam.

Di final, Cai Yun/Fu Haifeng, yang berstatus juara bertahan, akan bertemu lagi dengan salah satu rival terberat mereka, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Unggulan utama dari Malaysia ini ke final setelah mengalahkan pemain China lainnya, Guo Zhendong/Xu Chen.

Sedangkan bagi Kido/Hendra, kekalahan ini membuat mereka gagal mengulangi prestasi tahun 2007, ketika menjadi juara event ini. Dan, hasil ini pula membuat rekor pertemuan dengan Cai Yun/Fu Haifeng menjadi 5-3 untuk keunggulan lawan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 2 Comments »

Taufik : Saya Hanya Mau Dua Set Saja !

Posted by valsus on August 29, 2010

PARIS, Kompas.com – Taufik Hidayat mendekati impiannya untuk meraih gelar kedua turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia. Mantan juara dunia 2005 ini lolos ke partai puncak Kejuaraan Dunia 2010, setelah menang straight set 21-10, 22-20 atas pemain Korea Selatan, Park Sung Hwan, Sabtu (28/8/10).

Melawan Park, yang sehari sebelumnya membuat kejutan besar karena menyingkirkan juara bertahan asal China, Lin Dan, Taufik tampil sangat percaya diri dan agresif. Alhasil, ambisinya untuk meraih kemenangan dengan dua set langsung bisa terwujud.

Padahal, di set kedua Taufik sudah dalam kondisi kritis karena tertinggal 18-20. Tetapi, tekad yang kuat untuk menyudahi perlawanan Park, membuat peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini berhasil keluar dari tekanan dan mampu meraup empat poin secara beruntun untuk mengakhiri pertandingan. Seandainya Park bisa menang di set kedua ini, maka dia sangat difavoritkan untuk menaklukkan lawannya yang sudah berusia 29 tahun.

“Saya memang menginginkan pertandingan ini hanya berlangsung dua set,” ujar Taufik. “Saya merasa saya harus menang di set kedua. Saya tidak ingin bermain sampai tiga set, terutama karena partai final akan berlangsung besok.”

Taktik dan strategi Taufik untuk segera memenangkan pertandingan ini sudah terlihat sejak set pertama. Mantan pemain Pelatnas Cipayung, yang kemarin menjegal pemain nomor satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei, tampil agresif.

Namun di set kedua, Park berusaha lebih banyak memberikan tekanan. Perjuangan unggulan ke-13 tersebut memberikan hasil yang sangat bagus, karena dia sudah mencapai set point. Tetapi, Taufik bisa mengunci poin Park di angka 20, setelah memaksa lawannya tersebut membuat kesalahan sendiri.

“Dia benar-benar tahu bagaimana mengontrol permainan,” ujar Park. “Saya harus pulang ke rumah dan belajar dari dia.”

Berikut ini jadwal lengkap partai Final :

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 2 Comments »

Kejuaraan Dunia 2010 : China Sapu Gelar Putri dan Campuran

Posted by valsus on August 29, 2010

JAKARTA, Kompas.com – China menunjukkan bahwa mereka masih menjadi raksasa bulu tangkis dunia, khususnya untuk sektor putri. Hasil partai semifinal turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia 2010 menjadi pembuktian “Negeri Tirai Bambu”, karena mereka kembali memastikan diri sebagai juara sektor ganda putri.

Pada partai semifinal di Pierre de Coubertin Stadium, Paris, Sabtu (28/8/10) malam waktu setempat atau Minggu (29/8/10) dini hari WIB, unggulan kedua Du Jing/Yu Yang menang straight set 21-16, 21-15 atas unggulan tiga dari Taiwan, Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin. Di final nanti, Du Jing/Yu Yang akan bertemu kompatriotnya mereka yang merupakan unggulan utama, Ma Jin/Wang Xiaoli, yang lolos setelah menaklukkan Cheng Shu/Zhao Yunlei (unggulan 4).

Keberhasilan Du Jing/Yu Yang menaklukkan pasangan Taiwan itu, membuat China sudah pasti menyabet tiga gelar juara di event akbar ini. Pasalnya, sebelum partai ini China telah menciptakan all-Chinese final untuk sektor tunggal putri dan ganda campuran, di mana terjadi pertarungan antara Wang Lin vs pemenang antara Wang Xin dan Wang Shixian untuk tunggal putri, serta Zheng Bo/Ma Jin vs He Hanbin/Yu Yang di ganda campuran.

Wang Lin yang membuat China pasti meraih gelar tunggal putri, karena di semifinal dia menyingkirkan satu-satunya “pemain asing” dari Denmark, Tine Baun. Sedangkan di ganda campuran, Zheng Bo/Ma Jin (unggulan 8) menaklukkan pasangan Korea Selatan Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun (14), serta He Hanbin/Yu Yang (6) mengalahkan pasangan Taiwan Lee Sheng Mu/Chien Yu Chin (16).

Selain telah memastikan diri meraih tiga gelar tersebut, China masih memiliki peluang menambahnya. Di sektor tunggal putra, Chen Jin (unggulan 4) sudah menapaki final usai mengalahkan unggulan dua dari Denmark, Peter Hoeg Gade. Selanjutnya, Chen Jin bertemu pemain Indonesia, Taufik Hidayat (unggulan 5).

Sedangkan di sektor ganda putra, satu pasangan China terhenti di semifinal, yaitu Guo Zhendong/Xu Chen. Unggulan empat ini ditaklukkan unggulan utama dari Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Tetapi China masih menaruh harapan kepada Cai Yun/Fu Haifeng (unggulan 5), yang baru akan memperebutkan tiket final melawan unggulan dua dari Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ayo Taufik ! Tinggal Selangkah Lagi

Posted by valsus on August 29, 2010

JAKARTA, Kompas.com – Taufik Hidayat melenggang ke final turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia 2010. Tunggal putra terbaik Indonesia ini meraih tiket tersebut setelah menang straight set 21-10, 22-10 atas pemain Korea Selatan, Park Sung Hwan, Sabtu (28/8/10) di Pierre de Coubertin Stadium, Paris.

Dengan demikian, selangkah lagi Taufik akan mengulangi prestasi membanggakan pada tahun 2005, ketika menjadi juara di turnamen bergengsi ini. Tetapi, mantan pemain Pelatnas Cipayung, yang merupakan unggulan kelima ini, masih menghadapi satu tantangan berat, yaitu Chen Jin. Unggulan keempat asal China tersebut maju ke final, setelah menang 19-21, 21-8, 21-11 atas unggulan kedua dari Denmark, Peter Hoeg Gade.

Bagi Taufik, kemenangan ini bukan cuma mendekatkannya kepada gelar kedua di turnamen yang mulai bergulir pada tahun 1977 tersebut, tetapi dia tetap menjaga superioritasnya atas Park. Sebab, rekor pertemuannya dengan pemain unggulan ke-13 ini menjadi 8-0, sejak pertama kali mereka bertarung pada Piala Sudirman tahun 2007, di mana Taufik menang 21-12, 24-22.

Seperti yang telah dikatakannya usai menaklukkan pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, di perempat final kemarin, Taufik menunjukkan bahwa dia memiliki mental dan fisik yang siap untuk tampil di event besar ini. Hal tersebut sangat terbukti di set kedua, ketika Park bermain lebih agresif, tetapi tekanan itu bisa diatasinya.

Pada set pembuka, Taufik bermain nyaris sempurna. Beberapa gerak tipu yang dipadu dengan smes (termasuk backhand smash andalannya) dan penempatan bola yang akurat, membuat pemain berusia 29 tahun ini langsung “berlari” kencang selepas skor 2-2. Dalam waktu 19 menit, Taufik mengakhiri perlawanan Park dengan skor 21-10, setelah dia meraup tujuh poin terakhir secara berturut-turut.

Di set kedua, pertarungan berlangsung ketat dan menegangkan. Park, yang kemarin menghentikan juara dunia tiga kali berturut-turut asal China, Lin Dan, bermain lebih agresif untuk menyamakan kedudukan. Usahanya sempat memberikan harapan, karena dia hampir selalu memimpin perolehan poin sejak bisa mengejar dan menyamakan skor menjadi 7-7.

Bahkan, Park lebih dulu meraih set poin dalam kedudukan 20-18. Tetapi, Taufik yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Athena ini, bisa membalikkan situasi. Ketenangan dan kematangan bermain, serta mental juara yang dimilikinya, membuat Taufik berhasil mengunci angka pemain Korsel tersebut, sampai dia meraih kemenangan 22-20.

Dengan demikian, Indonesia telah meloloskan satu wakil ke final Kejuaraan Dunia 2010. Tim “Merah Putih” masih memiliki harapan menambah satu wakil lagi, apabila unggulan kedua ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan berhasil menaklukkan unggulan lima dari China, Cai Yun/Fu Haifeng.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,734 other followers