SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Kejuaraan Dunia 2010 : Lin Dan Belum Kesulitan

Posted by valsus on August 26, 2010

PARIS, KOMPAS.com — Lin Dan terus menjaga peluang untuk mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang meraih empat gelar berturut-turut pada turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia. Pemain nomor satu China tersebut tanpa kesulitan melangkah ke babak ketiga setelah menang dua set langsung 21-13, 21-15 atas pemain nomor 49 dunia asal Swedia, Henri Hurskainen, Rabu (25/8/10) di Pierre de Coubertin Stadium, Paris, Perancis.

Meskipun demikian, Lin Dan mengaku cukup kesulitan menghadapi Hurskainen. Pasalnya, dia belum pernah bertemu pemain tersebut sehingga butuh sedikit waktu untuk beradaptasi dengan permainannya.

“Ini bukan pertarungan mudah karena saya belum pernah bertemu dengannya. Jadi, saya tidak tahu bagaimana levelnya,” ujar Lin Dan. “Setelah memenangkan set pertama, saya sedikit kehilangan kesabaran pada set kedua,” tambah peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini.

Hasil ini membuat Lin Dan semakin dekat dengan partai balas dendam melawan kompatriotnya, Bao Chunlai, yang menyingkirkannya saat All England bulan Maret lalu. Bao yang menjadi unggulan ke-10 akan menghadapi pemain Kanada, David Shider.

“Kami sudah saling mengenal,” ujar Lin Dan tentang kemungkinan melawan Bao Chunlai. “Sekarang saya hanya ingin istirahat dan kemudian mempersiapkan diri,” ungkap pemain kidal yang menjadi unggulan ketiga ini.

Di jalur yang sama dengan Lin Dan, ada mantan juara dunia asal Indonesia, Taufik Hidayat. Unggulan kelima ini dipaksa bermain rubber game 19-21, 21-19, 21-9 melawan pemain nomor 24 dunia asal Taiwan, Hsieh Yu Hsin.

“Saya merasa tertekan setelah set pertama, tetapi kemudian saya bisa menemukan irama permainan saya,” ujar Taufik. “Tetapi dia sempat membuat saya khawatir ketika kedudukan 19-14 di mana dia mampu mengejar dan menyamakannya menjadi 19-19. Namun, kesadaran saya bahwa harus memenangkan pertandingan ini membuat saya bisa mengatasi tekanan itu,” tambah Taufik yang kini menjadi satu-satunya harapan Indonesia di sektor tunggal putra.

Saina Nehwal harus bermain tiga set

Dari sektor tunggal putri, pemain nomor satu India, Saina Nehwal, mendapat perlawanan ketat dari pemain Taiwan, Chen Hsiao Huan. Meskipun menang, Saina harus melewati pertarungan tiga set dengan skor 20-22, 21-15, 21-8.

“Saya tidak pernah mengikuti sebuah turnamen selama tujuh pekan dan saya juga agak gugup di turnamen besar ini,” ungkap Saina. Ia mengincar predikat pemain putri pertama dari India, yang menjuarai turnamen Kejuaraan Dunia.

Kini, Saina, yang menjadi unggulan kedua, menapaki babak ketiga. Selanjutnya, dia kemungkinan besar bertemu unggulan keenam dari China, Wang Shixian, untuk memperebutkan tiket perempat final.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,798 other followers