Catatan Jelang Semi Final Kejuaraan Dunia Taufik dan Kido/Hendra Menjaga Asa
Posted by valsus on August 28, 2010
Bulutangkis.com – Walau ganda campuran Nova Widianto/ Liliyana Natsir gagal melangkah ke babak semi final untuk mengulang sukses mereka meraih gelar juara di tahun 2005 dan 2007 pada kejuaraan dunia yang berlangsung di Stadion Baron Pierre de Coubertin, Paris Sabtu hari ini (28/08). Ada kegembiraan lain yang menghibur dan berharap pebulutangkis kita mampu meraih gelar juara pada ajang resmi yang bisa kembali mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia.
Pada babak semi final dua wakil Indonesia akan tampil berjuang. Taufik Hidayat pada nomor tunggal putra akan bertarung melawan pebulutangkis Korea Selatan, Park Sung Hwan, dan pasangan ganda putra Markis Kido/ Hendra Setiawan akan menghadapi salah satu musuh bebuyutannya dari China, Cai Yun/ Fu Haifeng.
Taufik Hidayat melangkah ke semi final dengan menyingkirkan sahabatnya Lee Chong Wei dari Malaysia. Taufik tak pernah menang sekalipun selama dua tahun terakhir ini dalam lima kali pertemuan dengan Chong Wei. Dua kekalahan Taufik atas Chong Wei berada di depan publiknya sendiri di Jakarta pada ajang Indonesia Open tahun 2009 dan 2010, keduanya di partai final. Namun kali ini Taufik memperlihatkan kejeniusannya dalam bermain bulutangkis dengan menekuk Lee Chong Wei melalui pertarungan ketat tiga set 21-15, 11-21, 21-12.
Lawan Taufik Hidayat di partai semi final kali ini adalah pebulutangkis Korea Selatan Park Sung Hwan unggulan tiga belas yang membuat kejutan dengan menyingkirkan pebulutangkis China, Lin Dan unggulan tiga dengan dua set langsung 21-13, 21-13. Melihat penampilan Park Sung Hwan di kejuaraan dunia kali ini, tentu Taufik Hidayat tidak bisa menganggap enteng Park walau dalam tujuh kali pertemuan tak sekalipun Park berhasil menaklukkan Taufik Hidayat. Selama tahun 2010, Taufik sekali bertemu dengan Park pada pertandingan kualifikasi perebutan Piala Thomas, dimana Taufik menaklukkan Park dengan skor 21-19, 21-15.
Satu wakil Indonesia lainnya yang tampil di babak semi final adalah pasangan ganda putra Markis Kido/ Hendra Setiawan yang keberangkatannya pada kejuaraan dunia kali ini sempat terancam batal. Markis Kido/ Hendra Setiawan sempat menyampaikan niatnya untuk tidak hadir pada kejuaraan ini karena pendaftaran dirinya pada ajang China Masters Open Super Series pada pertengahan September yang akan datang tidak didaftarkan PBSI akibat tidak adanya rekomendasi dari Pengprov DKI. Setelah PB. PBSI turun tangan menengahi kasus ini, akhirnya Markis Kido/ Hendra Setiawan membulatkan tekad untuk tetap berpartisipasi dan ingin kembali meraih gelar yang pernah digenggam tahun 2007.
Tekad Markis Kido/ Hendra Setiawan ini dibuktikan dengan berhasil menyingkirkan salah satu penghalang mereka yang selama tahun 2010 dua kali mempermalukan mereka. Markis Kido/ Hendra Setiawan berhasil menepis keraguan pecinta bulutangkis bahwa ganda putra Taiwan Fang Chieh Mien/ Lee Sheng Mu bukanlah momok yang menakutkan. Walau selama tahun 2010, dua kali pertemuan mengalami kekalahan dari Fang Chieh Mien/ Lee Sheng Mu dalam waktu yang beruntun. Pada Singapore Open Super Series 2010 kalah dengan skor yang mencolok 19-21, 9-21, dan seminggu berikutnya di depan publik sendiri saat Indonesia Open Super Series 2010 di Jakarta, Markis Kido/ Hendra Setiawan kembali harus mengakui keunggulan Fang Chieh Mien/ Lee Sheng Mu 27-25, 16-21, 10-21.
Kekalahan beruntun yang dialami Markis Kido/ Hendra Setiawan ini menyiratkan keraguan publik akan kemampuan mereka untuk kembali meraih prestasi terbaik mereka setelah keluar dari pelatnas awal tahun ini. Dan memang selama tahun 2010 prestasi terbaik Markis Kido/ Hendra Setiawan hanya mampu meraih satu gelar pada Malaysia Open Grand Prix Gold. Kini keraguan itu seakan sirna seiring keberhasilan Markis Kido/ Hendra Setiawan menekuk Fang Chieh Mien/ Lee Sheng Mu pada babak perempat final kemarin dengan dua set langsung 21-14, 21-14.
Kini kepercayaan Markis Kido/ Hendra Setiawan tumbuh kembali. Menghadapi Cai Yun/ Fu Haifeng ganda putra China terbaik ini bukanlah halangan berarti, walau pada pertemuan terakhir mereka di partai final perebutan Thomas Cup yang lalu, Markis Kido/ Hendra Setiawan takluk di tangan Cai Yun/ Fu Haifeng 23-25, 21-16, 12-21. Kembali bahwa kekalahan yang terakhir dialami ini bukanlah menjadi ancaman yang menakutkan bagi Markis Kido/ Hendra Setiawan. Catatan pertemuan memperlihatkan bahwa Markis Kido/ Hendra Setiawan juga mampu menaklukkan Cai Yun/ Fu Haifeng. Dan ini pernah dibuktikan Markis Kido/ Hendra Setiawan pada ajang Olimpiade Beijing 2008 dengan menaklukkan Cai Yun/ Fu Haifeng 12-21, 21-12, 21-16 dan mereka berhasil meraih medali emas bagi Indonesia.
Semoga kerinduan masyarakat Indonesia pada atlit-atlit bulutangkis kita yang telah lama terpendam mampu dicapai lewat Taufik Hidayat dan Markis Kido/ Hendra Setiawan pada kejuaraan dunia yang berlangsung di Paris, Perancis ini. Semoga harapan ini bisa terwujud. Kita juga patut menghargai atlit-atlit Indonesia yang telah berjuang maksimal. (efka)







