Taufik : Tunggu Tahun Depan Lagi, Chong
Posted by valsus on August 28, 2010
PARIS, Kompas.com – Taufik Hidayat tampil impresif di perempat final turnamen bulu tangkis Kejuaraan Dunia 2010, Kamis (27/8/10). Unggulan kelima ini berhasil menjegal pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, dengan 21-15 11-21 21-12, pada pertarungan di Pierre de Coubertin Stadium, Paris, Perancis.
Hasil ini membuat Taufik menyegel tiket ke semifinal dan memelihara asa untuk mengulangi kesuksesan tahun 2005, ketika menjadi juara turnamen bergengsi ini. Di babak empat besar, mantan pemain Pelatnas Cipayung ini akan menghadapi unggulan 13 dari Korea Selatan, Park Sung Hwan, yang di luar dugaan menaklukkan juara dunia tiga kali asal China, Lin Dan.
Menurut Taufik, keberhasilan mengalahkan Chong Wei ini karena dirinya siap secara mental dan fisik. Di sisi lain, Chong Wei mengaku kondisinya tidak terlalu fit karena sedang mengalami persoalan pada punggungnya.
“Saya merasa siap, baik secara fisik maupun mental. Chong Wei menginginkan gelar juara ini (Kejuaraan Dunia) karena dia tidak pernah meraih gelar besar, hanya Super Series dan All England. Tetapi dia masih muda dan bisa menunggu sampai tahun depan,” ujar Taufik, yang sudah menginjak usia 29 tahun.
“Saya merasa sedikit sakit. Saya merasa lebih baik saat bangun pagi, tetapi gangguan itu datang lagi saat pertandingan,” ujar Chong Wei, usai kekalahan menyakitkan ini.
“Saya akan berusaha lagi tahun depan,” pungkas unggulan utama ini.
Memang, kekalahan Chong Wei pasti sangat menyakitkan, baik baginya maupun untuk Malaysia. Selain karena Chong Wei mengejar gelar perdananya di Kejuaraan Dunia ini, Malaysia juga masih hanya sebatas mimpi untuk menjuarai turnamen yang untuk pertama kalinya digelar pada 1977.
Meskipun demikian, Malaysia masih memiliki harapan untuk merengkuh gelar pertama, karena ganda putra mereka Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, berhasil melangkah ke semifinal. Ganda nomor satu dunia ini lolos setelah menyingkirkan musuh bebuyutannya asal Korea Selatan, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, dengan 23-25, 21-13, 21-14.
“Kami tampil dengan permainan sendiri dan berusaha sebisa mungkin agresif,” ujar Kien Keat, tentang keberhasilan mereka menyingkirkan unggulan ketujuh itu.







