Taufik Mundur dari China Masters
Posted by valsus on September 14, 2010
JAKARTA – Kekuatan Indonesia dipastikan bakal timpang dalam China Masters Super Series 2010. Hal tersebut terjadi karena, sejumlah pemain bintang Merah-Putih tidak akan mengikuti kejuaraan yang dihelat hari ini sampai 19 September mendatang di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Jiangsu itu.
Pada tunggal pria, pasangan nomor satu Indonesia, Markis Kido/Hendra setiawan tidak akan berpartisipasi, karena registrasi mereka terlambat. Berikutnya, Taufik Hidayat, jagoan tunggal pria Indonesia, menarik diri dari keikutsertaannya di turnamen ini.
Mundurnya Taufik dari kejuaraan itu, sebenarnya patut disayangkan. Sebab, dengan tidak adanya Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso yang masih dalam pemulihan cedera. Dialah satu-satunya harapan Indonesia untuk merebut gelar.
Apalagi, pemain urutan keempat dunia itu juga sedang dalam fase top form. Pada kejuaraan dunia, 23-29 Agustus lalu di Paris, dia mampu meraih posisi runner-up, setelah di final kalah 13-21, 15-21 dari Chen Jin (Tiongkok).
“Saya memang tidak ikut China Masters, karena persiapannya kurang setelah pulang dari kejuaraan dunia,” terang pebulu tangkis 29 tahun itu, kemarin (13/9). “Saya juga ingin menikmati lebaran bersama keluarga,” lanjutnya. Juara Olimpiade Athena 2004 itu menyatakan, absennya di China Masters, juga untuk mempersiapkan diri tampil di Japan Open Super Series 2010 (21-26 September).
Absennya Taufik, Sony, dan Simon, membuat Indonesia hanya mengandalkan Donysius Hayom Rumbaka di sektor tunggal pria. Sebab, dia adalah satu-satunya pemain Indonesia yang turun.
Otomatis, kans Indonesia juga cukup berat meriah gelar di tunggak pria. M. Ahsan/Bona Septanto mengalami nasib sama dengan Hayom. Mereka menjadi satu-satunya duet yang diturunkan di tunggal pria.
“Hayom dan Ahsan/Bona tetap kami berangkatkan ke Tiongkok dengan tujuan mematangkan permainan mereka. Tidak ada target yang dibebankan bagi mereka,” urai Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto.
Serupa dengan mereka, kans di tunggal wanita juga tak besar. Adriyanti Firdasari dan Maria Febe Kusumastuti yang tampil di sektor itu harus mampu merobohkan dominasi para pemain tuan rumah kalau ingin menjadi juara.
Peluang tersbesar meraih gelar, mungkin ada di ganda campuran. Pasangan Nova Widianto/Liliyana Natsir menjadi andalan utama menangguk gelar. Sedangkan pelapis mereka, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet, diharapkan mampu melangkah sejauh mungkin. “Nova/Liliyana sudah menghasilkan banyak gelar. Persaingan dengan pemain Tiongkok pasti ketat. Tapi, kesempatan masih ada,” terangnya.(nar/jpnn)
drawing China Master bs Liat disini :
http://tournamentsoftware.com/sport/matches.aspx?id=617ED844-F31D-452A-A2CC-4A432CEBD879&d=20100915







