MEDAN, Kompas.com – Pebulutangkis unggulan kedua Tommy Sugiarto menjuarai nomor bergengsi tunggal dewasa putra setelah menumbangkan Fauzi Adnan 21-17, 21-13 pada babak final Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Regional VI Piala Gubsu di GOR PBSI Jl. Pancing Medan, Sabtu (30/10).
Tommy mendapat perlawanan ketat di game pertama dan sempat tertinggal 7-11 dari Fauzi. Namun keadaan itu tidak membuat putra pebulutangkis nasional Icuk Sugiarto menyerah begitu saja. Apalagi penampilannya disaksikan langsung sang ayah. Dengan segala kemampuannya, Tommy berusaha bangkit hingga akhirnya sukses membalikkan keadaan.
Game kedua, duel tetap ketat dan kejar mengejar angka pun terjadi. Namun saat skor imbang 9-9, permainan Fauzi mulai kendur, keadaan itu berhasil dimanfaatkan Tommy untuk mengemas kemenangan sekaligus meraih gelar juara yang kedua di Djarum Sirnas 2010. “Fauzi lawan yang bagus, saya berusaha meredam perlawanannya dengan tidak mengikuti tempo permainannya,” ucap Tommy yang mengaku sudah cukup hafal tipikal permainan Fauzi karena kerap bertemu di beberapa event.
Disinggung soal kehadiran sang ayah menyaksikan pertandingannya, Tommy mengaku sempat tegang. “Tapi saya berusaha mengubah ketegangan itu menjadi satu motivasi untuk saya tampil lebih baik dan akhirnya berhasil,” katanya.
Sementara itu, di nomor bergengsi tunggal dewasa putri, unggulan pertama Maria Elfira Christina (PB Djarum) kembali membuktikan ketangguhannya dengan menaklukkan unggulan kedua Desy Nidya Amelia (SGS Elektrik) 21-12, 21-19.
Dengan kemenangan itu, Maria pun meraih sukses ganda di mana sebelumnya telah merebut gelar juara pada nomor ganda dewasa campuran saat berpasangan dengan Rendra Wijaya. “Nomor tunggal memang target utama saya dan saya sangat puas dapat memenangkan dua nomor sekaligus,” jelas peraih gelar juara tunggal di Surabaya itu.
Di ganda dewasa putra, gelar juara diraih pasangan Hadi Saputra/Rendra Wijaya setelah menaklukkan Ardiansyah Putra/Erwin Wihardi (PB Ganesha/PB CWIBC) 21-11, 21-15. Bagi Rendra, kemenangan di nomor ganda dewasa putra merupakan sukses kedua setelah sebelumnya meraih gelar juara di ganda campuran putra.








